KangBoed mengembalikan jati diri bangsa | Iman | Cinta | Kasih Sayang | Persahabatan

13Jun/0975

Bentuk Makna Lahir Batin

Hmm.. masih terngiaaaaaaang dalam telinga ini… suara jerit ratap tangis di penghujung tahun 2004... Aceh Menangis… Indonesia tertunduk pilu… Seluruh dunia tercengang… semua mata menataaap kenegeri tercinta ini… bantuan berdatangan… kemanusiaan mengalir… seakan ini menjadi penutup tahun yang paling menyedihkan… TSUNAMI ACEH… hmm tak terasa empat tahun lebih sudah berlalu… apakah terpetik sesuatu hikmah… adakah artinya untuk kita manusia yang katanya TAAT beragama dan TAKUT akan TUHAN… entaaaaaaahlaah…

Tahun demi tahun berlalu… lewat begitu saja… berbagai tragedy menimpa dan menambah panjang daftar isak tangis negeri yang di rundung kemalangan tiada hentinya… sungguh malang nasibmu Indonesiaku… negeri kaya raya tetapi miskin… entah miskin harta atau miskin IMAN… sehingga terbentuklah manusia manusia bermoral luar biasa dahsyaaaaatnya… semua dipermainkan dan diperhamba oleh HARTA, TAHTA dan WANITA… Belum lama di awal april kemarin terjadi tragedy Situ Gintung… dari kelalaian umat yang seharusnya berbudi pekerti luhur…

Padahal jujuuuuur.. kalau diperhitungkan satu persatu dan diingat serta dibuka lagi catatan hitam yang tertoreh oleh tulisan darah nyawa nyawa tiada berdosa… sengaja saya membuka dua hal tadi… hanya karena kebetulan saya melihat keajaiban luaaaaar biasa… walaaaaau dalam setiap bencana selalu ALLAH memperlihatkan petunjuk dan peringatan agar di telaah dan disadari oleh kita manusiaaaa… Yayaya… dalam dua kejadian tersebut diperlihatkan gambar sebuah MESJID berdiri Tegak dan Kokohnya di tengah tengah puing reruntuhan… baik di tsunami Aceh dan di Situ Gintung… adakah yang dapat kita ambil hikmahnya dari awal tragedy besar yang menimpa kitaaaa… adakaaaaah ???...

Bukankah Mesjid itu adalah Rumah ALLAH… sudahkah mesjid itu menjadi rumah Allah… sehingga orang berduyun duyun masuk berdatangan dari segala penjuru dengan membawa kerinduan untuk bertemu dengan yang punya rumah… datang untuk berjumpa Kekasih yang sangat dirindukan… sudahkaaaaah ???... seseorang datang kerumah si A tentu ingin bertemu dengan si A tadi… entah urusannya apa… mungkin sekedar silaturahmi… mungkin ada berbagai keperluan… tetapi seberapa banyak dari kita yang masuk ke rumahNYA karena ada perlu kepadaNYA… datang dengan rendah hati dan tangis kerinduan… seberapa banyakkah ???...

Coba sekali kali kita berdiri di depan mesjid dan bertanya kepada setiap yang masuk kedalam.. dan mungkin saat itu kita di beri karunia oleh DIA sehingga dapat membaca hati hati orang yang masuk kesana… seberapa banyakkah ?… banyak atau hanya segelintir atau tidak ada sama sekali ?... Yang masuk dan datang dengan membawa CINTA dan kerinduan kepadaNYA… yang muncul dari tarikan hati paling dalam… atau mungkin terlalu banyak alasan lainnya… entaaaahlah….

Inikah mungkin salah satu hal yang terjadi di sini… dimana dunia Bentuk dan Makna sudah tidak selaras lagi… dimana yang lahir dan yang batin sudah tidak sinkron lagi… di mana  laku dan esensi sudah tidak sambung menyambung lagi… semua sudah keluar dari aturan main… satu contoh kecil dari keajaiban yang Allah tinggalkan… Mesjid sebagai Rumah Allah… sudahkah mesjid itu dipergunakan sebagaimana mestinya ?… atau masih belumkah ?...

Satu hal mengenai Baitullah atau rumah Allah ini… adalah gambaran dari sang diri ini… dimana dikatakan bukankah hatimu adalah Baitullah… Rumah Allah… sudahkah kita semua menjadikan hati kita sebagai Baitullah ???… menjadi tempat suci Singgasana bagi Sang Maha Raja Agung Perkasa… atau masih teteeeep beluuuuum ???...

Sudahkah kita menjadi Manusia secara Bentuk dan Makna… secara Lahir dan Bathin… secara fisik dan mental spiritual… bukankah tujuan kita sampai di tempat persinggahan ini… dunia panggung sandiwara… adalah untuk menjadi manusia seutuhnya… menjadi manusia meliputi lahiriah dan batiniah… sudahkah semua melangkah dan menuju kesana mempertemukan dan mengembalikan Bentuk dan Makna… wallahuallam… hanya kitalah sendiri… masing masing yang dapat menemukan jawabannya…

Ketika Bentuk dan Makna ini tidak bertemu dengan mesra… tidak bersatunya yang lahir dan yang bathin… maka bahaya terbesar melanda manusia… terbentuklah manusia manusia yang secara lahiriah adalah manusia tetapi bathinnya ENTAHLAH… sudahkah menjadi manusia.. atau bahkan lebih rendah dari binatang binatang yang masih tahu aturan… atau bahkan anjing yang masih setia tidak menggigit tuannya yang memberi makan… atau sejahat jahatnya harimau tidak mungkin memakan anaknya sendiri…

INGATLAH dan CAMKAN baik baik hai saudaraku… Apa yang detik ini dan hari ini kau SEMBAH… atau menjadi SESEMBAHAN SEJATImu… akan tercermin dalam bathinmudan tergambar dalam tindak dan perilakumu… Manusia yang penuh rasa Cinta dan Kasih Sayang adalah perwujudan dari penyembah ARRAHMAN dan ARRAHIM.. Sebab setiap orang yang menghampiri ALLAH dalam ketiada berdayaan dalam sejatinya Laa Hwalla Walla Quwata.. Maka ALLAH sendiri yang akan menutupi sifatmu dengan SIFATNYA… perbuatanmu dengan PERBUATANNYA… wallahuallam….

Salam Sayang

Salam Kangen

Salam Taklim

Salam Rindu.. untukmu..

Krisis Multi Dimensi di Indonesia , Hidup Matinya Hati , ALLAH adalah Raja dalam diri , Dinding Kepalsuan , Manusia Keledai , ZOMBIE Bergentayangan , hmm.. Mengembalikan Jati Diri Bangsa , Pancasila sebagai Jati Diri Bangsa

Comments (75) Trackbacks (18)
  1. Subhanalloh KangBoed… menggugah sekali… jadi kangen mesjid di kampung… tempat saya pertama kali mengenal huruf Alif…

    [Reply]

  2. jika itu azab apakah kita harus memaknainya sebagai ujian atau tragedi, saya pikir mmm… entahlah.. :D

    [Reply]

  3. ngaheruk ngaraga meneng abdimah kang.. teu tiasa cumarios …estuning eces jeung jentre kasauran KangBoed nu gagah pertentang … abdi mah nyimak dina samak saheulay siga kalahkay .. teu daya teu upaya mung tiasa tangah kanu Kawasa…

    Salam cayaaang :)

    [Reply]

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Salam sukses sahabat semua….., mari senantiasa kita memulai aktifitas keseharian dengan payung semangat berkendara keceriaan sehingga kesuksesan akan senantiasa menyertai setiap langkah kita, tentu saja dengan senantiasa menoleh kebelakang untuk sekedar memetik hikmah dari setiap kejadian yang kita alami agar kita dapat berbuat lebih baik dan lebih bermakna untuk lingkungan sekeliling kita, minimal dapat menjadi pembelajaran bermakna untuk hidup kita hari ini dan esok tentunya.

    [Reply]

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Jika kita merenungkan hikmah di balik kejadian-kejadian tersebut, sesungguhnya bukanlah kejadian yang kebetulan. Akan tetapi seluruhnya sudah diatur dan menjadi kehendak Allah SWT.

    [Reply]

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Sesungguhnya tidak ada satupun kejadian yang luput dari pengaturan-Nya.

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Semuanya terjadi karena izin Allah SWT. Setiap kejadian, entah baik atau buruk, semuanya karena izin Allah SWT.

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Oleh karena itu, mari bersama jangan sekadar mencari izin Allah, tetapi juga mencari ridho-Nya.

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Kalau kita bisa mengilustrasikan, kita terkadang seperti seekor kerbau yang sedang merumput di pinggir rel kereta api. Ketika kereta api lewat, sang kerbau sejenak menengok lalu segera merumput lagi, tanpa pernah berpikir mengapa benda seberat dan sebesar itu bisa bergerak. Memang kerbau merupakan hewan yang tidak dikaruniai akal untuk bertafakur.

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Nah , jika kita banyak dihadapkan pada kejadian demi kejadian, tetapi kita hanya terpana dan tidak berusaha menafakurinya, maka dimanakah perbedaan kita dengan sang kerbau?

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Kenyataannya dalam kehidupan, kita sering fokus pada sebuah kejadian, namun tidak berusaha mengambil hikmah dari kejadian tersebut.

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Misalnya saja ketika kita kehilangan dompet. Kita hanya sering bergulat dengan perasaan menyesal kehilangan uang atau emosi kepada pencopet, padahal belum tentu juga hilangnya karena diambil oleh pencopet.

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Pernahkah kita melakukan perenungan, hilangnya uang adalah peringatan dati Allah SWT untuk kita.

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Mungkin saja kita belum bersedekah, belum membayar zakat, ataukah dengan uang itu nantinya akan membawa kita bermaksiat.

  4. Subhanallah….
    Suatu Peringatan yang sangat menyentuh…
    komennya cuma…
    Selalu Eling lan Waspodo…
    (dalam arti yang luas)

    Rahayu

    [Reply]

  5. tragedi di negeri ini apa masih kurang banyak? mari, segera kita membasuh diri dengan asma-Nya, basuh mulut kita agar terhindar dari berkata fitnah, basuh muka untuk pancarkan cahaya illahi, basuh kepala untuk memurnikan fikiran, basuh telinga untuk menepis ajakan berbuat salah, basuh tangan untuk menentukan keputusan yg benar dan hapus kaki agar langkah2nya sesuai jalan yg diridloiNya.
    salam taklim, di sabtu pagi

    [Reply]

  6. ………Basuhlah hatimu dengan Dzikrullah agar bersih,murni,dan suci…hingga engkau dipanggil Yaa Ayyuhan nafsul mutma’inah irji’iii ila rabbika radhiiyatan mardhiyyah…

    Basuhlah ruhmu dengan kesucian batinmu dalam keheningan KeDIAManNYA sehingga seluruh jiwa dan lahirmu selalu dalam genggamanNYA, hingga menjadi Insan Kamil yang Rahmatan lil’alamin…..

    Yaa muqollibalquluub tsabbit qolbi ‘alaadinika……

    [Reply]

  7. he…he…he…sedulurku penulis tooop..kangBoed
    Bentuk dan Makna…?!?!
    Semisal agak saya hemat, Bentuk-Makna atau Makna-Bentuk…kita punya dua bentuk ungkapan…(wah iya ‘bentuk’ lagi) kok mbulet..
    Jadi bingung duluan…sik..sik..komentnya maaf nanti ya kangBoed…
    Terutama Tsunami di Serambi-Mekkah, ada Bentuk yang Sangat-Fenomenal hingga SULIT atau SUNGKAN meMAKNAinya…

    Karepmu/terserah sedulur kangBoed meMAKNAi BENTUK koment saya diatas…

    Salam seduluran penuh MAKNA…….

    [Reply]

  8. manunggaling lahir dan batin , jiwa dan raga akan mengantar pada ketenangan dan pengabdian kepada yang sejatinya patut diabdi.

    Berhembus JiwaNYa dalam setiap nafasku

    [Reply]

  9. mantap tulisannya bagus kang,Yuli juga jarang sekali ke mesjid biasa shalat di rumah aja. Biasanya ke mesjid pas taraweh dan shalat ied.

    [Reply]

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Pada dasarnya seseorang yang pandai mendapat hikmah akan menemukan sesuatu yang lebih berharga dibandingkan kejadian tersebut.

    [Reply]

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Adapun orang yang tidak bisa menemukan hikmah dibalik kejadian adalah orang yang merugi. Merugi karena pada lain kesempatan hal tersebut akan menimpa lagi kepadanya, tetapi orang itu sama sekali tidak memunculkan perubahan sikap ataupun ikhtiar.

    [Reply]

  10. ok… akan saya ingat gus boed…….

    [Reply]

  11. artikel yang penuh makna.,benar2 membuka mata hati…makasih kang atas pencerahannya

    [Reply]

  12. Sebenarnya masalah beriman sih Indonesia nggak jelek2 amat. Cuma, ya itu berimannya milih2. Belum konsisten. Beriman baru hanya taraf ritual saja. <—— Komentar orang kurang beriman. Huehehehe…. :mrgreen:

    [Reply]

  13. Bahasanya makin dalen ajah kang…
    rumahnya alloh…
    menghampirinya….
    Maka ALLAH sendiri yang akan menutupi sifatmu dengan SIFATNYA… perbuatanmu dengan PERBUATANNYA… wallahuallam….

    [Reply]

  14. membaca tulisan ini, saya pingin menangis, merasa diri ini masih jauh dr esensi dan makna, terima kasih kangBoed telah mengingatkan, semoga Allah swt memberi kemudahan utk mendapatkan dan merasakan esensi nya,amin.
    KangBoed punten, ada award utk KangBoed dari saya.
    tolong kunjungi blog saya ya utk mengambilnya.
    salam.

    [Reply]

  15. Tsumma rodadnaahu asfala safiliin….. Kayaknya kita sedang menuju ke arah itu kangboed….

    [Reply]

  16. bingung saya mau komen

    [Reply]

  17. bener kata mas ajie, bingung mau komen apa.. :D

    [Reply]

  18. Kangboed….. Saya kok pingin banget ketemu ma kangboed yah….

    [Reply]

  19. Bayangan saya kangboed tu pasti pk jubah, surban, rambut n jenggotnya jg putih, bawa tongkat. Ups…. Bener gak kangboed?

    [Reply]

  20. bentuk dan makna mengingatkan saya akan simbol dan hakikatnya. saya sepakat, kangboed, kalau manusia hanya bentuknya doang, sedangkan makna dan hakikat rohnya bukan manusia, doh, konon, manusia bisa menjadi prestor bagi sesamanya. banyaknya rumah Tuhan yang tak pernah mempan disapu badai, sesungguhnya, dalam pemikiran awam saya, menunjukkan bahwa seharusnya manusia memperpendek jarak dg rumah2 Allah itu dalam situasi apa pun, lebih2 dalam suasana bencana. semoga kita bisa menangkap simbol2 yang ditunjukkan Tuhan kepada kita, amiin. salam kangen.

    [Reply]

  21. walah, kok prestor, mangsud saya predator. wakaka … maklum, kepala masih puyeng akibat diguncang dalam permainan jet coaster dan tornado di dufan, wakaka …

    [Reply]

  22. Salam Kenal. Menyejukkan. Essensinya : saya yang membaca seakan diajak untuk instrospeksi diri. Di mulai dari diri sendiri. Andai para individu sudah menyadari bentuknya apa, mungkin masing2 sudah bisa memaknainya. Semoga ajakan ini membuat saya kuat pak. Trims.

    [Reply]

  23. moga2 bencana ini segera berakhirrrrr

    [Reply]

  24. perenunganyangsangatmendalam…

    *suka* :D

    [Reply]

  25. setelah berbagai sifat kita jadikan nama…
    dan kemudian kita…..terlena…
    lahirlah….berbagai BENTUK…..

    akhirnya kita…terengah-engah…
    menggali MAKNA dibawah tumpukan BENTUK….

    kita gali dengan “TRIWIKRAMA- BUDAYA”…

    Mari kita kita tetap bergandeng-tangan dalam mengembalikan kokohnya Mosaik “TRIWIKRAMA-BUDAYA” NUSWANTARA KERTAGAMA RAHARJA INDONESIA…’NKRI’

    Semoga tansah Karahayon kadang sutresnaku kangBoed…beserta seluruh kadang dipesada ‘NKRI’…..

    [Reply]

  26. Kang sebenarnya saya sering melihat banyak hal yang mengecewakan dan mencolok mata, betapa sombong, arogan, bahkan menghalalkan kekerasan di balik jubah putih, sebel saya.

    [Reply]

  27. dzat, rupa, asma, sifat, af’al

    [Reply]

  28. jadi berprilaku dengan ahlaqul karimahlah :)

    [Reply]

  29. wah namaku dah masuk di blogroll, makasih ya masBoed

    [Reply]

  30. sungguh dekat dengan urat lehermu!!!
    dimana kamu memandang, disitulah wajah aku…katanya

    [Reply]

  31. No comment Kang….
    Saya harus banyak introspeksi nih… terimakasih terharu :( :| :) :D

    [Reply]

  32. Trims KangBoed. Saya terharu karena jarang ke Mesjid. Insya Allah mulai besok akan rajin ke mesjid.

    [Reply]

  33. Sampean ki wong urung nduwe tulisan anyar kok dolan wae kang? :roll:
    ========DASAR RAJA KOMENG=========== DILAWAN
    Meskipun nggak ngapdet nggak apa-apa asal rajin dolan :D

    [Reply]

  34. Romadhan menggetarkan Jiwa2 yang Haus akan Cinta Kasih Allah, sementara Kasih Sayang Allah tiada terbatas. Semoga Menjadi Berkah untuk Semua Saudara2ku yang saya Hormati dan Kasihi.

    MOHON MA’AF LAHIR & BATHIN DARI KALIAN SEMUANYA…..semoga terbuka untukku sekeluarga.

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllll

    [Reply]

  35. @ Casrudi
    weleh weleeeeh.. memang mas Rudi dari daerah mana aslinya maaas..
    Salam Sayang

    @ Suryaden
    hehehe.. yayaya.. mari kita terjemahkan masing masing.. apakah ini hukuman atau masih berupa peringatan peringatanNYA..
    Salam Sayang

    [Reply]

  36. euleuh euleeeeeuh si akang nuju calik dina samak.. ngiringannya akang cepot anu kasep.. *bawa kopi sama pisang goreng diuk sabelah akang cepot*.. hmm.. adem tenan yaaaaa..
    Salam Sayang
    Salam rindu untukmu.. :lol:

    [Reply]

  37. Dari Kuningan KangBoed… saya menyesalkan aroma islami-nya tidak begitu kental… ingin rasanya balik ke masa kecil terus hidup dilingkungan pesantren…

    [Reply]

  38. hehehe.. engga penting mas.. karena banyak yang terjebak dalam dunia BENTUK.. tetapi gagal masuk dalam MAKNA atau ESENSI.. marilah kita bersama membentuk diri kita masing masing dengan memperbaiki Esensi Penyembahan terlebih dahulu.. jangan sampai cape tiada guna..
    Salam Sayang

    [Reply]

  39. Benar saudara sejatiku lor muria yang terkasih.. sedemikian parahnya sehingga banyak yang tiada menyadari keberadaan dunia Bentuk dan Makna/Esensi yang sudah tidak bersambung.. sungguh masalah dasar dan sangat berbahaya sedang menimpa kita di sini apalah arti dari segala laku tindak perbuatan jika tidak menyenyuh ESENSINYA.. hanyalah perbuatan kosong melompong tiada nilai dan maknanya..
    Salam Sayang
    Salam Rindu untukmu.. :lol:

    [Reply]

  40. @ Gus Kar dan Lor Muria
    weleh weleeeeeh.. saudaraku tersayang Gus Kar dan Lor Muria.. sambung menyambung sekali pernyataannya.. Gus Kar membuka dunia BENTUK dan laku tindak tumindak disambung dengan mantaaaaaaabs surantaaaaabs oleh Lor Muria dalam dunia MAKNA dan Esensinya.. sungguh perpaduan yang indah dan menciptakan Harmoni.. ketika semua bentu dan makna bergandengan dengan mesranya.. indah ruaaaaar biasaaaaaa..
    Salam Sayang
    Salam Kangen
    Salam Rindu

    [Reply]

  41. hahahaha.. saudara sejatiku mas Sikap Samin tersayang benar adanya.. ada teguran yang sangat besar dalam tragedi ACEH dan Bantul kemaren yang sulit diungkapkan dan berbanding terbalik.. hahaha.. semoga kita semua mau mengerti dan menyadari ini hanya sebagian jeweran saja belumlah hukuman yang sebenar benarnya hukumanNYA.. AJAB NYA sangatlah pedih
    Salam Sayang
    Salam Kangen
    Salam Rindu

    [Reply]

  42. @ Bisnis online
    Salam persahabatan untukmu saudaraku sayang.. semoga kita bisa berbagi membuka diri dan memaknai perjalanan dengan baik.. silih asah.. silih asih dan silih asuh..
    Salam Sayang

    @ Jamal el Ahdi
    hehehe.. benar adanya saudaraku mas Jamal.. bersatunya lahir dan batin.. akan menghasilkan ketenangan jiwa.. dan kesadaran diri sebagai modal kita melangkah disini dan menghampiriNYA..
    Salam Sayang
    Salam Kangen

    [Reply]

  43. @ Orange float
    hmm.. kehadiranmu selalu membawa kesegaran bagi diri diri yang sedang kehausan.. sluuuuuuuuurp.. segar.. dingin.. nikmaaaat.. ma kasih mbaaaak.. hehehe.. yang terutama dan utama langkah awal biarlah kita mempersatukan lahir dan batin kita dengan mesranya sehingga jiwa menjadi tenang..
    Salam Sayang

    @ Indonesia Menulis
    hehehe.. iya masih saudaranya Gus Kar yaaaa..
    Salam Sayang

    [Reply]

  44. @ Dinoe
    sahabatku mas Dinoe yang baik biarlah kita saling berbagi dalam perjalanan pencarian ARTI dan MAKNA hidup dan kehidupan ini.. sebagai bekal dalam pengembaraan di sini.. untuk meraih sebaik baiknya tempat untuk kita kembali kepadaNYA..
    Salam Sayang

    @ Yari NK
    hehehe.. sebenarnya sungguhlah sangat jauh perbedaan dari IMAN dan PERCAYA.. tinggal kita kembalikan kepada diri kita apakah kita sudah beriman atau baru percaya saja..
    Salam Sayang
    Salam Kangen

    [Reply]

  45. Waaaaah.. sahabatku sayang mas Buwel.. sungguh tiada kekuatan dan kemampuan sang diri ini untuk merubahnya.. hanya dalam penyerahan diri dan ketidak berdayaan.. konsisten dalam mengingatNYA dan menghampiriNYA di keheningan malam.. RASAKANLAH keajaiban yang TERJADI.. bukan kita yang merubah tapi THE INVISIBLE HANDS akan bekerja ruaaaaaaaar biasa.. tanpa kita sadari.. sedikit demi sedikit namun pasti..
    Salam Sayang
    Salam Rindu untukmu..

    [Reply]

  46. hmm.. benar bunda.. jika segala sesuatu bentuk itu selaras dengan makna dan esensinya.. sungguh indah dan damainya negeri ini..
    weleh weleeeeh.. *malu muka merah*.. dulu dari mas Lambang sekarang dari Bunda.. terima kasih Bunda yang baik.. cuma entu die karena gaptek sampai saat ini belum bisa pasang gambaaaar di postingan.. hehehe..
    Salam Sayang

    [Reply]

  47. Waduh makin dalem lagi kang….the invisible hands…heeehheh

    [Reply]

  48. hehehe.. sssssttt.. pake bahasa keren dikit napa ooo.. biar jangan kelihatan OON surOOn melulu.. hehehe.. gak mau yaaaaa.. lihat temennya seneng dikit aja..
    Salam Sayang

    [Reply]

  49. @ Ahmad
    yayaya.. mungkin begitu yaaaa.. saudaraku mas Ahmad yang baik.. mari kita yang tergerak terusa menata diri membangun kembali sang diri dan berbagi cinta dan kasih sayang..
    Salam Sayang

    @ mas Ajie
    Salam persahabatan mas Ajie.. sekiranya berkenan mampir terus di sini.. *muka ngarep*.. saling berbagi dan menjalin kebersamaan.. silih asah.. silih asih dan silih asuh..
    Salam Sayang

    [Reply]

  50. sahabatku mas AeArc yang baik biarlah kita saling berbagi dalam perjalanan pencarian ARTI dan MAKNA hidup dan kehidupan ini.. sebagai bekal dalam pengembaraan di sini.. untuk meraih sebaik baiknya tempat untuk kita kembali kepadaNYA..
    Salam Sayang

    [Reply]

  51. hehehe.. weleh weleeeeh setua itukah saya ini saudaraku mas Ahmad yang baik.. saya hanyalah sebuah botol kosong.. bodoh dan tolol banyak omong kosong.. hanya sekedar omong kosong belaka tiada arti.. mencoba berbagi walau hanya sedikit.. biarlah suatu hari akan mempertemukan kita semua yang berada di sini untuk mempersatukan visi demi membangun kebersamaan melangkah menata diri meraih ketenangan jiwa.. sebagai modal segala modal.. semoga kita semua semakin mendalami arti dan makna CINTA dan Kasih Sayang
    Salam Sayang
    Salam Rindu untukmu.. :lol:

    http://kangboed.com/2009/05/10/indahnya-persahabatan/

    [Reply]

  52. yayaya.. benaaar saudaraku mas Sawali yang baik.. sudah terlalu jauh sekali melencengnya keadaan ini.. syareatna manusia hekekatnya entahlaaaaah.. mungkin sudah lebih rendah dari binatang.. ataupun setan sekalipun.. *sadis banget yaaa*.. hiii.. jadi tatuuuut.. hehehe.. jangankan sang diri.. bahkan yang lainnya semua sudah melenceng keluar dari makna dan esensinya.. apalah arti sembahyang jika tidak mengenal esensinya.. apakah arti amal ibadah kita kalau tiada tercapai esensinya..
    Salam Sayang
    Salam Kangen
    Salam Rindu untukmu.. :lol:

    [Reply]

  53. @ Yayat & Rusa bawean
    Saudaraku mas Yayat dan mas Rusa yang baik mari kita bangun kebersamaan dan melangkah menata diri kita masing masing.. dalam cinta dan kasih sayang.. silih asah.. silih asih.. silah asuh.. ruaaaaar biasaaa..
    Salam Sayang

    [Reply]

  54. Saudaraku mas Hafid nyang baek.. mari kita bergandengan tangan dalam cinta dan kasih sayang.. berjalan bersama mencari kesejatian.. silih asah.. silih asih.. silih asuh..
    Salam Sayang

    [Reply]

  55. hehehe.. mbaaaaah dalang Bento memaaaang panceeeen oyeeee.. begitulah yang terjadi setelah terpecah pecah menjadi berbagai sifat dan 99 asma… semakin menyebar dalam berbagai bentuk bentuk yang kadang tidak bisa kita tarik makna dan esensinya… padahal semuanya harus dimulai dan didasari Ubudiyah… terkadang hal ini selalu dilupakan oleh kita semua.. dan mengejar berbagai bentuk tanpa makna… hasilnya nol besar dan sekedar euforia belaka… sangatlah harus disayangkan…
    Memang benar saudaraku semua.. sebelum kita melangkah keluar diri kita minimal kita masuk kedalam diri dan menata diri dalam Jiwa Jiwa yang tenang sebagai fitraaaah diri kita… untuk menjadi manusia seutuhnya meliputi lahir dan bathin… terlebih baik lagi jika kita bisa menjadi adi manusia… INSAN KAMIL… subhanallaaaaah… minimal ya itu tadi mari kita jadikan diri kita masing masing minimal yang berkumpul di sini untuk menjadi manusia seutuhnya dan mulai bergandengan tangan melangkah membangun kebersamaan… memperbaiki keseimbangan alam semesta raya..
    Salam Sayang
    Salam Kangen
    Salam Rindu untukmu.. :lol:

    [Reply]

  56. @ uryyze
    weleh weleeeeeh.. bagaimana kumahanya.. begitulah jika kita tiada waspada.. Bentuk dan Makna yang tiada ketemu.. Lahir dan bathin tiada mesra.. biarlah kita ambil hikmahnya dan mudah mudahan yang disini mau melangkah menata diri..
    Salam Sayang

    @ Mahendrattunggadewa
    hehehe.. yayaya.. benaaaar saudaraku mas Mahendra nyang baik.. sungguh merupakan perwujudan yang meliputi..
    Salam Sayang

    [Reply]

  57. hehehe.. lugaaaaaas.. tepaaaaaat.. saudaraku kang Achoey nyang baik.. mari kita bersama terus tebarkan cinta dan kasih sayang.. kesadaran akan kebangkitan HATI NURANI..
    Salam Sayang

    [Reply]

  58. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang.. semoga persahabatan kita bisa membawa berkah bagi kita bersama..
    Salam Sayang

    [Reply]

  59. @ Zulhaq
    hehehe.. semua benar adanya.. mari kita rasakan keberadaanNYA.. dalam setiap tarikan nafas kita.. ooo.. sungguhlah sangat dekaaaat.. meliputi sang diri ini.. subhanalaaaah..
    Salam Sayang

    @ dedekusn
    saudaraku mas Dede nu kasep tea.. mari terus kita jalin kebersamaan.. bangkitkan Hati Nurani.. sebagai pancaran dari ruh kita yang kekal dan abadi..
    Salam Sayang

    [Reply]

  60. Subhanalllaaaah.. mari kita menghadap dengan membawa hati kita.. duduk tersimpuh dalam kelemahan diri.. berkata bagaikan sahabat dekat.. ungkapkan tangis sujud syukur.. lantunkan jerit kerinduan hati… rasakanlah.. ALLAH dekaaat.. setiap gerak jalan duduk dan diam diliputiNYA..
    Salam Sayang

    [Reply]

  61. YAYAYA.. HANYA UNTUK MENYAPA MAS WANDI THOK
    SALAM SAYANG

    [Reply]


Leave a comment