Dinding Kepalsuan
Hidup di dunia yang fana ini sebenarnya hanyalah persinggahan sementara saja… sekedar untuk numpang makan dan minum saja.... sebatas tempat peristirahatan ruh untuk memulihkan daya ingatnya kepada Tuhannya…. yayaya… hanya sekedar senda gurau belaka… dunia yang penuh kepalsuan…. Nikmat yang samar namun banyak membuat insan terjebak dalam permainan ini… sungguh sungguh sangat disayangkan sekali… mereka lupa akan hakikat kehidupan… dan terjebak dalam panggung sandiwara…
Mari kita bangun kan diri kita masing masing dari kelalaian yang mungkin selama ini membuat kita terlena di dalam kehidupan dunia sehingga membuat kita lupa kepada tujuan hidup yang sebenarnya yaitu Allah SWT…. Mari kita bangkitkan hati kita… agar hati kita hiduuup… tambah hidup… semakin hidup… dan mulai menyadari semua permainan ini… melintasi Dinding Kepalsuan..
Sungguh sombongnya sang diri….
Yang selalu dan selalu merasa ini dan itu…
Selalu mengaku ngaku…. merasa rasa…
Tak perduli dan tak mau tahu…
Dengan gagah dan dada terbusung…
Dia selalu dan selalu berkata ini semua…
Kekuasaanku….
Kehendakku….
Ilmuku….
Hidupku….
Penglihatanku….
Pendengaranku….
Perkataanku….
Kepandaianku….
Hartaku….
Pangkatku….
Jabatanku….
Kekuatanku….
Semua adalah aku, punyaku, milikku
he he he he he ....................
Sampai suatu saat sang diri tertegun
Lemah, lunglai tak berdaya
Satu satu kepunyaannya diambil
Satu satu miliknya dirampas
Yang tinggal hanyalah aku yang menderita
Tak kuasa melawan Takdir Yang Kuasa
Kebebasankupun akhirnya terengut menjalani hukuman
Menangis pun sudah tiada guna
Badan akhirnya merintih tersiksa
Hati menjerit merana terpukul dalam sekali
Usai sudah
Terlambat sudah
Ternyata baru kusadari
Sang diri ini hina papa
Sang diri ini miskin tak punya apa apa
Sang diri ini lemah tak berdaya upaya
Terlambat kusadari
Ternyata tiada satuuuuuuupun .........................
Kekuasaanku yang ada hanyalah KekuasaanMU….
Kehendakku yang ada hanyalah KehendakMU….
Ilmuku yang ada hanyalah IlmuMU….
Hidupku yang ada hanyalah HidupMU….
Penglihatanku yang ada hanyalah PenglihatanMU….
Pendengaranku yang ada hanyalah PendengaranMU….
Perkataanku yang ada hanyalah PerkataanMU….
Kepandaianku yang ada hanyalah KepandaianMU….
Hartaku yang ada hanyalah HartaMU….
Pangkatku yang ada hanyalah PangkatMU….
Jabatanku yang ada hanyalah JabatanMU….
Kekuatanku yang ada hanyalah KekuatanMU….
Semua adalah KAMU, punyaMU, milikMU
Semua hanya titipan yang harus kujaga
Semua hanya pinjaman yang harus kukembalikan
Dalam derita tak berakhir
Dalam sisa waktu ku yang tinggal sedikit
Akhirnya kuhampiri Dia dalam jerit ketulusan
Tanpa malu kumeraung disudut ruangan
Badan sudah keropos menanti ajal kan datang
Kucoba lantunkan doa permohonan ampun
Dalam kesadaran akan diri yang datang tiba tiba
Tiba tiba serasa hatiku bergetar semakin keras
Seakan terjawab sudah doaku manusia lalai
Ya...... Allaaah….
Ya...... Allaaaaah….
Ya...... Allaaaaaaah….
Hatiku menjerit keras Engkau Maha dari sekian Maha
Kau ampuni sang diri yang begitu kotor
Tak sanggup kuberkata tak sanggup kubersuara
Malu hatiku tak kuperdulikan lagi
Maafkan Aku Ya.. Allah hanya sisa sisa kebusukan yang kuserahkan
Maafkan Aku Ya.. Allah setelah jadi sampah baru kumenghampiriMU
Maafkan Aku Ya.. Allah tinggal diri tua lemah tak berdaya yang bisa kupersembahkan
Engkau baik, suuuungguh baik, saaaangat baik, teramat baik….
Ya... Allaaaaaaah…..
Ya… Rooooobb…..
Ampuni aku… si bodoh dan tolooool iniiii…..
Salam Sayaaang…






May 9th, 2009 - 07:07
bahkan materia tubuh yang lekat – jadi rumah – sepanjang hidup ini pun pada akhirnya harus diserahkan kembali, ini sekedar barang pinjaman saja. Manusia tidak (pernah) punya apa-apa
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 02:13
siji
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 02:14
loro
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 02:15
telu
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 11th, 2009 at 10:43
ternyata apa yang kita miliki tidak berarti apa2
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 11th, 2009 at 10:43
makasih banyak Kang..
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 11th, 2009 at 10:44
Semuanya menjadi serba palsu
Pergi dan seakan lenyap
Tinggallah diri dalam senyap
Dalam dunia yang semu
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 11th, 2009 at 10:45
Penuh kepalsuan dan kebohongan
Hingga menampar diri sendiri
Yang terjerembab tanpa aksi
Sampai nafas menjadi kelemahan
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 11th, 2009 at 10:46
Tetesan bening genangi mata
Lelapkan diri tanpa alas
Ucap kata buang muka
Hati sakit tak berbatas
May 9th, 2009 - 10:51
makasih KangBoed pencerahannya,kita memang sering lupa dengan apa yang telah dititipkan Allah kpd kita.Kita sering takabur dan serakah serta kurang peduli pada sesama.”ADIGANG-ADIGUNG-ADIGUNA”menyombongkan kekuasa annya,kekayaannya,dan merasa paling hebat.
ya…itulah ujian Allah bagi kita,sa-begja2ne wong sing lali-isih luwih becik marang sing eling lan waspada.
salam karaharjan
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 02:16
papa
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 02:18
limo
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 02:19
nem
May 9th, 2009 - 13:03
Hhh… KangBoed benar belaka…
Nothing we ‘have’ is truly ours…
Tabik!
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 02:22
tu
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 02:23
lu
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 02:25
nga
May 9th, 2009 - 13:24
Terima kasih KangBoed, hampir seluruh tulisan dan kemabukanmu mengingatkanku betapa KESADARAN adalah yg terpenting dan teramat sangat penting tuk bisa menjalani hidup yg sementara ini.
Walaupun sampai detik ini kami belum tersadar, tetaplah KangBoed, Tuan Guru PJ tercinta,dan saudara2ku semuanya tak bosan2 tuk memanggil2ku ke ruang KESADARAN itu ….
Salam Sayang kembali buat Tuan Rumah dan semuanya tamu2nya.
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 02:27
loh
[Reply]
May 9th, 2009 - 15:13
Semoga kita mau menyadari sesadar2nya bahwa Allah lah yang memiliki diri ini, dan menyadari sesadar2nya bahwa diri ini milik Allah, untuk Allah dan Karena Allah..
KESADARAN itu amatlah penting!
Tanpa kesadaran maka bagaimana mungkin taubat seseorang bisa diterima?
Tanpa kesadaran maka bagaimana mungkin Amal Ibadah bisa sampai kepada Allah?
Tanpa kesadaran maka manusia itu akan terombang ambing oleh kebingungan dan kegelisahan di jiwanya……
pakailah senantiasa Baju Kesadaran itu
Jangan di ganti dengan baju yang lain
Karena hanya kesadaran itulah jalan yang lurus
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 02:27
1
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 06:03
sa
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 06:04
du
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 06:10
ti
May 9th, 2009 - 17:54
Para jalma sajroning jaman pakewuh,
Sudranira andadi,
Rahurune saya ndarung,
Keh tyas mirong murang margi,
Kasekten wus nora katon.
Manusia-manusia yang hidup di zaman serba semrawut, perbuatan-perbuatan tercela tiada terkendali,
makin menjadi-jadi, banyak isi hati yang melawan jalan kebenaran, keagungan jiwa sudah tidak tampak lagi.
Hanya yang eling dan waspadha yg beruntung dan selamat. Menabung kebaikan dalam hidup yg singkat.
Kebaikan kepada sesama makhluk ciptaan Tuhan.
salam Sejati Adimas…nu kasep anu bageur.
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 06:11
pat
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 06:13
ma
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 06:13
nam
May 9th, 2009 - 19:10
Kesombongan itu sulit di ukur…
Apa yang dipahami sebagai kesombongan bagi orang awam justru itu sebagai kerendahan hati bagi orang sufi, begitu juga sebaliknya…
Apa yang KangBoed tulis di atas menurut saya adalah PENCERAHAN yang merupakan buah dari KESADARAN DIRI untuk melenyapkan EGO..
Salam Damai
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 06:18
juh
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 06:27
pan
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 06:28
mbilan
May 9th, 2009 - 21:35
@ illuminationis
hmm.. mani satuju pisan euy.. hehehe.. datang gak bawa apa apa.. pulangpun demikian.. apa yang terjadi.. sang diri jasad ini hanyalah medan perang.. yayaya.. medan perang antara positif dan negatif..
Salam Sayang
@ yang kung
hmm.. sungguh satu kehormatan buat saya yang kung mau mampir digubuk reyot yang kosong ini.. kiranya nasehat nasehat dan petunjuk yang kung.. bisa membuat kami lebih mawas diri dan berhati hati dalam perjalanan di sini.. dan membantu mencerahkan serta menggugah saudara saudara kita… kiranya yang kung bisa sering sering mampir dan terus berbagi pengalaman hidup dengan kami di sini dan terutama buat saya.. ma kasih.. yangkung..
Salam Sayang
Salam Hormat
@ mbak/mas Yoan..
sepertinya memang mudah… tetapi sungguh sulit untuk menjalaninya… karena begitulah sang diri ini yang kadang selalu lengah.. dan selalu terjerat oleh nikmat yang samaaaaar… terima kasih mau berbagi disini..
Salam Sayang
@ inawai
hehehe.. mas Inawai yang baik selalu merendah.. apa yang bisa dikatakan lagi maaas.. semua sudah mulai terbuka.. silahkan melangkah, jangan diam di tempat.. hanya itu saja karena mau guru mursyid seperti apapun… hanya bisa berbagi.. kembali kepada sang diri ini untuk melangkah dan berlari.. pacu secepatnya.. sampai di tujuan.. jangan berhenti di kesadaran.. tetapi lanjutkan maas.. teruskan.. dan minta pencerahan dan amalan lakunya kepada mBaaaah PJ tercinta..
Salam Sayang
@ mujahidahwanita
hmm.. apalagi yang harus dikatakan untuk mbak Yu nee.. hehehe.. mari kita bersama sama melangkah dalam kesadaran.. yayaya.. minimal mari kita temukan kesadaran diri ini.. dalam Jiwa Jiwa yang Tenang.. sebagai modal segala modal untuk melangkah ke depan.. ditunggu pencerahannya terus mbaaak..*Muka Melas Mode ON*.. hahaha.. salam buat ci mBaaah..
Salam Sayang
Salam Taklim
@ Kang Mas Sabda Langit
hehehe… Kang Masku ini tuaaambaaah ganteng aja nih… hihihi.. yayaya.. sungguh sangaaaat sedikit sekali manusia yang mengerti dan mau megerti perjalanan sang waktu.. mereka tidak mau tahu.. sebenarnya sungguh sungguh patut dikasihani mereka semua itu… tapi apalah daya.. biarlah putaran sang waktu kembali yang akan membuktikaaaan… dan marilah bagi kita kita yang berkumpul di sini seperti nasehat kang mas Sabda Langit biarlah kita tetap Eling dan Waspada.. Eling dalam kesadaran dan selalu Waspada dalam menjalani hidup dan menggali makna di balik semua perjalanan masing masing.. ma kasih maaas.. sering sering datang yaaa..*Muka ngarep Mode ON*.. hehehe…
Salam Sayang
Salam Taklim
@ SufiMuda
Salam persahabatan mas Sufi Muda.. makasih mas sudah mau berbagi.. hehehe.. mudah mudahan mas berkenan terus memberikan pencerahan buat saudara saudara di sini terutama buat saya yang bodoh..*Muka Melas Habis *ON**..
ADA dan TIADA
TIADA dan ADA
aku ADA maka AKU tiada
aku tiada maka AKU ada…
hmm…..
apalah arti sebuah nama..
semua hanya dinding..
ketika dia mau telanjang bulat..
dan semakin telanjang..
dia sungguh telah mendapat anugerah besar..
hanya yang mengerti dan yang telah melepas segalanya..
itulah jiwa jiwa yang hidup..
hidup dalam HIDUP..
Salam Sayang
Salam Taklim
Salam Sejati Saudara Sudaraku
Salam Sejati buat Saudara Saudaraku..
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 06:30
puluh
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 06:32
satu
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 06:33
duwa
May 9th, 2009 - 22:18
Demi malam ketika rasa sepi memagut resah bintang pada bulan
Biarkan lelaki ini terus memanggil manggil di kejauhan langit
Menatap kosong penuh peluh dengan hembus nafas tersesak
Dan menggigil dingin tersapu angin bersahutan dalam rinai hujan
Baru beberapa saat rasanya senja berarak tak kian berpamitan
Fajar tak juga membawa embun pada belaian pagi
Dan baru saja kemaren dekapan terasa hangat
Menyentuh pucuk – pucuk asmara
Merengkuhku dalam genggaman cinta-MU
Semakin hari pun sendu mengikis waktu di perasingan langkah
Merantai tangan dengan duri keindahan mawar yang tak terjamah
Lalu memenjarakan jiwa dalam gelora kerinduan yang bersenandung
Aku lelah mencumbui kerinduan ini, Tuhan
Seringnya aku lewatkan lelap mengurai benang harap
Agar engkau lekas kembali saat aku terjaga
Namun ….
Aku hanya punya bekal mimpi semalam dari-MU
Untuk aku slalu simpan di perjalanan siang hingga petangku
Ingin aku gulir waktu
Agar segera aku mengusap wajah-MU; membelai-MU
Membiarkanmu bersandar di relung Qalbuku
Mengurai resah dan gelisah oleh kusamnya waktu
Berbagi kasih dan cinta yang membelah jiwa
Merasai desah nafas dan detak jantung
Lalu aku bisikan perlahan di sisi-MU
Keindahan teratai yang tumbuh di tengah danau jiwa kita
Juga bahagia hari esok yang ingin kita lewati
Tentang cita-cita dan impian
Tentang besarnya cintaku untuk-MU
Ah kekasih, betapa aku tak bisa jauh dari-MU…
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 06:34
tiga
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 06:37
empat
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 06:39
lima
May 9th, 2009 - 22:29
Subhanallah…
Jadi malu neeeh
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 06:41
enam
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 06:42
tujuh
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 06:43
lapan
May 9th, 2009 - 23:39
@ mBah Santri Gundul
hmm.. huuuwaaaaaaakaaakaakak.. Hati Hati dengan jaringan interneeeet anda.. Hati hati!!!.. serangan virus virus.. melanda dan melibas jiwa jiwa yang hiduuuup.. untuk lebih hiduuup dalam Hiduuup.. Virrrruuuusss CINTA..
Sungguh Indah Rasa itu berkata
Sungguh Mesra sapaan itu menerpa
Sungguh Nikmat belaian itu menyentuh
Sungguh damaaai jiwa ini….
Hanya yang merasakan yang terpuaskan
Hanya yang merindukan yang disapanya
Hanya yang mendekat dalam kepasrahan yang direngkuhnya
Hanya yang telanjang diberinya busana
Hidup dalam pelukan Sang Kekasih
Hidup yang indah dan luar biasa
Hanya untuk para pencari yang telah menemukan
arti hidup di dalam HIDUUUP..
Salam Sayang
Salam Hormat
Salam Taklim
@ Haniifa
Santaaaaaai yooo kita santaaai.. mari kita saling berbagi.. saling mengisi.. saling mengingatkan.. dan saling mencerahkan.. untuk bekal kita nanti.. di saat lonceng sang waktu tiba..
Salam Sayang
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 06:45
sembilan
[Reply]
May 10th, 2009 - 12:56
Tulisan yang menghentakkan kesadaran dan menghancurkan kesombongan, trima ksh kang. Walau baru prtama kali masuk k sini tp trasa sdh akrab. Bolehkah q masuk d kemudian hari?(www.ziadinor.wordpress.com)
[Reply]
May 10th, 2009 - 18:13
@Kang Boed
Santai yo kita santai… janten emut ka laguna @Kang Oma !!
[Reply]
May 10th, 2009 - 23:15
@ Ziadi Nor
hehehe.. pokoke di sini bebaaas mas mau tiap hari.. *Ngarep Mode ON*.. yang penting kita bina persaudaraan dengan saling mengisi dan saling berbagi.. hehehe.. semoga persaudaraaan ini terus terjaga… hihihi.. asli ngomong serius agak susaaah.. belibeeet… hehehe..
Salam Sayang..
@ haniifa
Teeerlaaalluu.. hahaha.. euleuh euleeeuh urang sunda geuningaaan teeeh.. kumaha daramang.. hahaha.. dangdutan nyok.. *weleh weleeh*.. dasar aki aki nurustunjung.. hmm.. yayaya.. memang penggemar bang Haji.. Sule Irama.. huuuwaaakaaakkak..hehehe..
Salam Sayang..
[Reply]
May 11th, 2009 - 01:54
@Kang Boed
Manawi @kang, urang sunda mah seueur baraya…. urang aring mah seueur barojo-na.
kagok legok disebut aki-aki nurustunjung kekkekkek…
[Reply]
May 11th, 2009 - 10:02
Duh..rajin amat nih kangboed jadi komentator.
Udah gitu, ga pernah ketangkap polisi bernama akisnet.
Kalau saya udah sering ketangkep sama polisi, makanya skrg ganti email dan avatar.
[Reply]
May 11th, 2009 - 10:51
@ haniifa
hehehe… maksadna.. abdi teh aki aki nurustunjung.. hahaha… kumaha da bawaan orok.. hihihi.. waaah raosnya jadi urang aring.. tapi geuningan bojo hiji wae tos teu kaparaban.. hehehe.. kumaha lamun seueurnya.. widiiiw.. jigana bisa bucat siraaaah.. hahaha..
Salam Sayang
@ Fitri
Saudaraku mas Fitri yang baik.. hehehe.. memang dah bakatnya jadi komentatoooor.. hahaha.. ampe sekarang kayanya ada yang kurang kalau gak keliling keliling.. hehehe.. *Narsis Mode ON*.. dik Fitri.. nanti kalau mau jadi komentator yang baik dan benar.. saya kasih kursusnya gratiiiiis dah.. cukup sediain kopi sama makanan yang buanyaak.. huuuuueeeeek.. ekekek.. hihihi..
Salam Sayang
Salam Cinta dan Damai saudara saudaraku..
[Reply]
May 11th, 2009 - 14:22
@Kang Boed
Tuhhh… saur @Neng Fitri ge, keudah rajin gentos deui bojo ehh… salah…, nambah deui maksadna
Tapi ulah nu mawa-mawa orok, komo nu keur orokan mah…. hua.ha.ha. kagok pejet, bojo hiji anggeur teu kaparaban… seueur ge sami mawon, mening seueur sugan urang nu di paraban, jadi asa hayamnya …eh hayang
@Neng Fitri
Arti diatas garis besarnya @Kang Boed sudah bosan dengan wajah sendiri dan beliau setuju dengan pendapat @Neng Fitri…
Salam kenal @Neng, Haniifa.
[Reply]
May 11th, 2009 - 17:28
Kok aku dipanggil mas fitri? Aku kan perempuan.
[Reply]
May 11th, 2009 - 18:32
@Mba Fitri
Mungkin maksudnya @Kang Boed arti kata “mas” adalah MAsih Sayang Fitri kali… sesuai dengan judul postingan “Ego Palselu”
Bukan begitu, Akang ?!
[Reply]
May 11th, 2009 - 18:56
@ Mas Haniifa dan Mas Fitri
huuuuwaaaaaaaakaakaakak.. sekarang dah jamannya yaaa.. hiiiii lelaki pada nyamar jadi peuyeum..puan.. hehehe.. lucuuuuuuuuu abieees daaah… hihihi.. beneeeeeer sesuai postingan judulnya peuyeum..puan palselu… hehehe.. *Ngakak guling2*.. catiiit peyuuut.. hihihi.. silahkan mas Haniifa jangan ragu ragu kalau mau punya isteri sebanyak banyaaaknya.. hahaha.. biar saya satu aja daaah *sok alim*.. hehehe.. ampuuun daaaah bilih di sebat aki aki nurustunjung.. ku incu.. hihihi..
Salam Sayang..
[Reply]
May 11th, 2009 - 19:14
Wahhh…
Celaka dua belas, sayah jadi ketahuan suka peuyeum…puan
ti bandung[Reply]
May 12th, 2009 - 14:42
@ haniifa, fitri..
ooo kamu ketahuan.. hahaha…
selamat buat kang Haniifa.. dapat salam dari mas / mbak fitri tuuuuh… hehehe… katanya sih mbaaak.. tapi feeling saya sama sama dan sejenis.. hehehe…
yang penting satu buat saudara saudaraku.. mari kita raih Jiwa Jiwa yang Tenang.. sebagai pembuka pintu ketuhanan.. mari kita bersama melangkah..
Salam Sayang
Salam Taklim
[Reply]
May 12th, 2009 - 15:36
Coba lihat blog aku di URL.
Gak bisa disebut, karna aku udah ditangkap dua puluhan kali sama mbah akisnet.
O,ya no hp saya 0815 45 09 38 32.
Jika mas kangboed berkenan menelpon atau sms saya.
[Reply]
May 14th, 2009 - 00:14
Orang yang sadar akan kebodohan merupakan orang yang sedang melangkah menuju kecerdasan.
Orang yang sadar akan kepalsuan egonya merupakan orang yang sedang terbang menuju kemanunggalan..
Salam Kasih,
[Reply]
May 14th, 2009 - 00:35
@Mba Fitri
Tangkeup… ajah @Kang Boed nyah, dasar akis-akismet
[Reply]
May 14th, 2009 - 01:54
::egonya tak palsu, hanya nyangkulnya perlu dalem, sebagaimana bumi yang tanahnya berlapis, demikian juga rasa, lapis demi lapis melagukan irama yg berbeda semakin ke dalam semakin halus dan lembut nadanya…sampai-sampai nadanya tak terdengar namun nyanyiannya lebih panjang…
jika dikenalkan tegaknya tubuh bukan lantaran tulang dan daging itu
jika dikenalkan darahpun tak berarti pada saat itu..
jika tersedarkan, kalau gerak tangan yang meluncur, sebab ada kalimat yang sudah disediakan sebelum gerak tangan…, dan lantunan kata hanya terbentuk sebab semua organ pembentuk lafazh bergerak tanpa kendali diri…
apalah kemampuan diri, yang hanya mengalap berkah ini…, namun demikian tubuh inipun perlu untuk pengejawantaham…
[Reply]
May 14th, 2009 - 10:28
@ Mas Fitrie
Huuuuuwaaaaakaaakaakak.. hehehe.. dah konsultasi sana sama mBaaah Pengembara Jiwa..
@ Nusantaraku
Hahaha.. Saudara se..Nusantaraku nyang baik.. pemaparan yang singkat tapi padaaat.. hehehe.. benaaar itu adanya bagi yang mengerti dan mengambil hikmah..
kebodohan = melahirkan ketiada berdayaan
kepalsuan = pencarian yang Sejati
hehehe.. mungkin lebih singkatnya begitu yaaaaaa..
Salam Sayang
@ kang haniifa
hahaha… silahkan kang jangan malu malu.. tangkap mas Fitrienya.. jangan suka lempar batu sembunyi tangan.. malu malu tapi mauuuu.. mudah mudahan sesuai dengan gambar di sono.. hehehe..
ooo.. kang nama sampeyan dah masuk yaaa.. di band konspirasi dan linknya dah di taut di welcome drink.. kumpulan para sahabatku nyang seneeeng ngeband duang duut… hehehe..
Salam Sayang
@ mBaaah Zaaal
Waduuuuuuuuh.. rasanya dah kangeeen bangeeet sama simBah bolo bolo.. kemana aja mBaah.. sering sering kesini dunk tengokin kite *Muka Melas*.. *hik hik hik*..
hehehe.. terserah dah mana nyang palsu.. yang jelas banyak sekali yang terjebak.. sehingga lupa akan kepalsuan itu harus dikupas dan dikupas terus.. dalam pemurnian pemurnian.. sampai akhirnya TIADA.. yayaya. tiada.. diri ini.. lenyap sudah dalam sejatinya laa hwala walla quwata.. biarlah kita berjalan dan melangkah menebarkan kebersamaan, perdamaian, cinta dan kasih sayang sebagai bukti.. aksi nyata sikap Manembah Sejati.. mencintai sesama manusia karena mencintai yang di balik manusia itu.. hmm ruaaar biasaaa..
Salam Sayang
Salam Kangen
Salam Taklim
[Reply]
May 14th, 2009 - 20:15
Bakalan seru neeh… gelar tikar ahhh.
Salam taklim kembali, @Mas Zal
@Kang Boed, hayo keluarin jurus filsafat-nyah,… ?! (ulah dugi ka sapatnya)
[Reply]
May 14th, 2009 - 20:52
@ haniifa
Kang Haniifa nu bageur.. hihihi.. mBaaah Zal entu bolo bolo kembaranku.. cuma keluarnya beda beberapa menit kang haniifa.. dan mBaah Zaal ini yang mengajari saya filsafat kehidupan.. beliau ini saudara sekaligus guru saya kang Haniifa.. jadi apa yang harus dikeluarin lagi kang.. bisa bisa benjuut.. hehehe..
hmm.. sekalian tolong pijetin yaa Maas Zal.. kecapean tuh.. saya siapin bajigur sama gorengannya dulu yaa.. tuh rokoan dulu.. pake aja roko saya yaa..
Salam Sayang
@ Mbaaah Zaaaal..
Sungguh kita manusia ini tahunya ngeyel dan buandeeelnya setengah mati.. sehingga sering sekali tidak meyadari akan tarikan tarikan itu.. sampai akhirnya di kupas habis dalam ketiada dayaan.. tapi.. yaitu die.. sungguh ngeyel dan bandeeel.. kadang masih berpura pura sok ikutin.. hehehe.. dah gicu bablas meneh.. tapi sebagian kecil saja.. yang bangkit dari kematiannya.. dan hidup dalam HIDUUUP..
Salam Sayang
Salam Taklim
Salam Hormat
Salam Sejati.. bolo bolo kembaranku..
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 02:29
2
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 02:30
3
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 02:31
4
Alwi Reply:
October 30th, 2009 at 02:33
tiga …. wakakakak
Alwi Reply:
October 30th, 2009 at 02:32
dua heeeee
[Reply]
June 18th, 2009 - 03:06
semua yang dititipkannya adalah secerca cobaan untuk hambanya yang cenderung hina. semua akan kembali, semua akan sirna, semua akan pudar, semua akan sia-sia jikalau kita yang dititipkannya, tidak memegang teguh akan aturan yang telah di tetapkannya…
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 02:32
5
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 02:35
6
[Reply]
Wandi thok Reply:
October 30th, 2009 at 02:38
7
August 21st, 2009 - 12:29
Assalamualaikum saja
Salam
[Reply]
August 25th, 2009 - 03:50
Romadhan menggetarkan Jiwa2 yang Haus akan Cinta Kasih Allah, sementara Kasih Sayang Allah tiada terbatas. Semoga Menjadi Berkah untuk Semua Saudara2ku yang saya Hormati dan Kasihi.
MOHON MA’AF LAHIR & BATHIN DARI KALIAN SEMUANYA…..semoga terbuka untukku sekeluarga.
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllll
[Reply]
March 10th, 2010 - 08:47
Benar sekali kita tak punya apa2 ……….hanya sebuah nama yg kita miliki ,itupun hanya KTP untuk kita….karena pd sakarat maut….semuah akan di ambil nya satu per satu….sudah taukah jalan untuk kembali..ucapan dan perbuatan tak berlaku dalam sakarat maut…………………………………….oke.
[Reply]