KangBoed mengembalikan jati diri bangsa | Iman | Cinta | Kasih Sayang | Persahabatan

1Nov/0928

Facebookers Pendukung KPK Siapkan Demo Tanggal 8 November 2009

facebook
Facebookers Pendukung KPK Demo Tanggal 8 November 2009
Minggu, 1 November 2009

JAKARTA, KOMPAS.com — Bermula dari situs pertemanan di Facebook yang mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), beberapa orang berinisiatif untuk merealisasikan dalam sebuah gerakan damai. Facebookers yang tergabung dalam grup "Gerakan Sejuta Facebookers Mendukung KPK Bibit-Chandra" yang dibuat oleh Usman Yasin sepakat turun jalan pada tanggal 8 November 2009.

"Kita sepakat ada Gerakan Aksi Damai Facebookers 8 November 2009. Supaya bukan hanya massa virtual, tapi gerakan konkret. Gerakan moral berupa aksi damai," kata Aryo Soembogo, salah satu Facebooker yang berinisiatif mengoordinasi para Facebooker pendukung KPK yang sampai saat ini beranggotakan lebih dari 180.000, Minggu (1/11).cicak bin kadal

Menurut Aryo, yang diamini oleh tujuh inisiator lain dari berbagai kalangan, pintu masuk gerakan ini adalah menyelamatkan KPK. Sebab, mereka menduga penahanan dua Wakil Ketua KPK (nonaktif), Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah, merupakan tanda kriminalisasi KPK. Maka dari itu, lembaga terdepan dalam pemberantasan korupsi ini perlu didukung.

"Mereka (Bibit-Chandra) korban kriminalisasi karena Ari Maludi sebagai saksi kunci sudah mencabut BAP, tidak ada bukti aliran dan ada transkrip rekaman," papar Aryo.

Karena gerakan 8 November 2009 ini perlu koordinasi matang untuk mengumpulkan dan menggerakkan Facebookers pendukung KPK maka diperlukan pertemuan kembali. "Kami juga menuntut pada pembebasan Bibit-Chandra," pungkasnya.

---888---

Facebookers Pendukung Siapkan KPK Demo Tanggal 8 November 2009.. hehehe.. yang mau gabung silahkan.. yang mau dukung login saja ke Facebook.. bagi yang belum gabung silahkan.. Facebookers gabung segera dukung Bibit dan Chandra di Facebook..

RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatkuku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllll

Google PageRank Turun dari Langit Berhadiah Video Rekaman UFO di Bandung , Program Pelangsingan Tante Alexa Telanjang Sexi , Pengumuman Penerimaan Lowongan Kerja CPNS Depkom dan Depagper , Facebook membuka Situs Perdamaian Dunia , Pengumuman Download Gratis Soal Soal Latihan Test CPNS/CPNSD dan E-book Pendidikan , Facebook Siap Luncurkan Kuburan Online , Final Battle Perebutan Top Komeng Oktober

Comments (28) Trackbacks (12)
  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!

    [Reply]

    alamendah Reply:

    (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!

    [Reply]

    alamendah Reply:

    (maaf) izin mengamankan KETIGA dulu. Boleh kan?!

    [Reply]

    alamendah Reply:

    (maaf) izin mengamankan KEEMPAT dulu. Boleh kan?!

    Batavusqu Reply:

    aman kang

    Batavusqu Reply:

    jangan khawatir kang

    Fitri Reply:

    Izin diterima dengan aman

    [Reply]

  2. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    1

    [Reply]

    alamendah Reply:

    (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
    1

    [Reply]

    alamendah Reply:

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    IKUTAN GABUNG…????!!!

    [Reply]

    Batavusqu Reply:

    gabung kemana kang

    Fitri Reply:

    Izin lagi ya?

    [Reply]

  3. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    AYOOOOOO

    [Reply]

    alamendah Reply:

    (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
    BUAYA

    [Reply]

    alamendah Reply:

    (maaf) izin mengamankan KETIGA dulu. Boleh kan?!
    BUAYANYA GALAK, YA?

    [Reply]

    alamendah Reply:

    (maaf) izin mengamankan KEEMPAT dulu. Boleh kan?!
    YA.. NO…

    Batavusqu Reply:

    buaya ga galak kang asal cicak jangan berdecak

    Fitri Reply:

    Jangan galak-galak ya.?

    [Reply]

    Fitri Reply:

    ayooo…mas alamendah posisi keduanya saya rebut nih.

    [Reply]

  4. FB

    [Reply]

    Fitri Reply:

    that’s cool man

    [Reply]

  5. Cicak Kok Mau Melawan Buaya

    ISU tak sedap menerjang Kepala Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Polisi Susno Duadji. Telepon genggamnya disadap oleh penegak hukum lain. Penyadapan itu diduga terkait dengan penanganan kasus Bank Century.

    Susno menyatakan dirinya tak marah atas penyadapan itu. ”Saya hanya menyesalkan,” ujarnya. Siapa penyadapnya, ia tak mau buka mulut. Lulusan Akademi Kepolisian 1977 ini menyebut penyadapan itu sebagai tindakan bodoh. Sehingga, ujarnya, ia justru sengaja mempermainkan para penyadap dengan cara berbicara sesuka hati.

    Sebelumnya, polisi memeriksa Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah lantaran disebut-sebut melakukan penyadapan tak sesuai prosedur dan ketentuan. Pemeriksaan Chandra dituding sebagai upaya polisi untuk melumpuhkan komisi yang galak terhadap koruptor itu. Apa yang terjadi sebenarnya? Pekan lalu, wartawan Tempo Anne L. Handayani, Ramidi, dan Wahyu Dhyatmika menemui Susno Duadji di ruang kerjanya untuk sebuah wawancara. Berikut petikan wawancara tersebut.

    Polisi dituduh hendak menggoyang KPK karena memeriksa pimpinan KPK dengan tuduhan penyalahgunaan wewenang penyadapan. Komentar Anda?

    Kalangan pers harus mencermati, apakah karena dia (Chandra Hamzah) pimpinan KPK lalu ada masalah seperti ini tidak disidik. Katanya, asas hukum kita, semua sama di muka hukum. Jelek sekali polisi kalau ada orang melanggar undang-undang lalu dibiarkan. Kami sudah berupaya netral dan menjadi polisi profesional.

    Apa memang ditemukan penyalahgunaan wewenang untuk penyadapan itu?

    Saya tidak mengatakan penyalahgunaan atau apa. Silakan masyarakat menilai. Menurut aturan, yang boleh disadap itu orang yang dalam penyidikan korupsi. Kalau Rhani Juliani, apa itu korupsi? Dia bukan pengusaha, bukan pegawai negeri, bukan juga rekanan dari perusahaan. Kalau korupsi, korupsi apa, harus jelas.

    Tapi sikap Anda ini dinilai menggembosi KPK?

    Kalau kami mau menggembosi itu gampang. Tarik semua personel polisi, jaksa. Nanti sore juga bisa gembos. Lalu Komisi III nggak usah beri anggaran. Kami berteriak-teriak ini supaya baik republik ini.

    Kami mendapat informasi, saat diperiksa Antasari membeberkan keburukan pimpinan KPK yang lain.

    Saya tidak tahu, tanya ke Antasari. Lha, sekarang kalau pimpinannya yang mengatakan lembaga itu bobrok, berarti parah, dong. Dia kan yang paling tahu. Dia kan pimpinannya.

    Ada kesan polisi dan KPK justru berkompetisi, bukan bersinergi. Benar?

    Tidak, yang melahirkan KPK itu polisi dan jaksa. Saya anggota tim perancang undang-undang (KPK). Kami sangat mendukung. Tapi karena opini yang dibentuk salah, seolah-olah jadi pesaing. Padahal 125 personel yang melakukan penangkapan dan penyelidikan (di KPK) itu kan personel polisi. Penuntutnya juga dari kejaksaan. Kalau nggak gitu, ya matek (mati) mereka. Jadi, tak benar jika dikatakan ada persaingan

    Anda, kabarnya, juga akan ditangkap tim KPK karena terkait kasus Bank Century?

    Ah, ya enggak, itu kan dibesar-besarkan. Mau disergap, timbul pertanyaan siapa yang mau menyergap. Mereka kan anak buah saya. Kalau bukan mereka, siapa yang mau nangkap? Makanya, Kabareskrim itu dipilih orang baik, agar tidak ditangkap.

    Kalau penyidik KPK yang menangkap?
    Mana berani dia nangkap?

    Karena adanya berita itu, Anda katanya marah sekali sehingga kemudian memanggil semua polisi yang bertugas di KPK?

    Tidak, saya tidak marah. Mereka kan anak buah saya. Mereka pasti memberi tahu saya. Saya cuma kasih tahu kepada mereka, gunakan kewenangan itu dengan baik.

    Apa benar Anda minta imbalan untuk penerbitan surat kepada Bank Century agar mencairkan uang Boedi Sampoerno?

    Imbalan apa? Apanya yang dikeluarkan? Semua akan dibayar, kok. Bank itu tidak mati, semua aset diakui dan ada. Terus apa lagi yang mesti diurus? Yang perlu diurus, uang yang dilarikan Robert Tantular itu.

    Jadi, apa konteksnya saat itu Anda mengirim surat ke Bank Century?

    Konteksnya, saya minta jangan dicairkan dulu rekening yang besar-besar. Kami teliti dulu. Paling besar kan punya Boedi Sampoerna, nilainya triliunan rupiah. Kami periksa dulu, kenapa Boedi Sampoerna awalnya nggak mau melaporkan.

    Menurut Anda, kenapa ada pihak yang berprasangka negatif kepada Anda?

    Kalau orang berprasangka, saya tidak boleh marah, karena kedudukan ini (Kabareskrim) memang strategis. Tetapi saya menyesal, kok masih ada orang yang goblok. Gimana tidak goblok, sesuatu yang tidak mungkin bisa ia kerjakan kok dicari-cari. Jika dibandingkan, ibaratnya, di sini buaya di situ cicak. Cicak kok melawan buaya. Apakah buaya marah? Enggak, cuma menyesal. Cicaknya masih bodoh saja. Kita itu yang memintarkan, tapi kok sekian tahun nggak pinter-pinter. Dikasih kekuasaan kok malah mencari sesuatu yang nggak akan dapat apa-apa.
    http://majalah.tempointeraktif.com/i…130792.id.html

    [Reply]

    Batavusqu Reply:

    dialog yang berguna

    [Reply]

  6. entahlah mau jadi apa negeri ini,
    pada saat hati masih saja diisi dan di suburi dgn niat yg tdk baik.
    kalau saja lebih banyak yg mau dan bisa mendengarkan
    hati nurani, insyaAllah akan baik jadinya hukum di negeri ini.
    namun, masih adakah yg mau dan bisa mendengarkan hati nuraninya sendiri ?
    pertanyaan yg hanya bisa dijawab oleh rumput yg bergoyang.
    Salam.

    [Reply]

    Fitri Reply:

    begitulah Bunda.

    Saya tak tahu harus bagaimana.

    [Reply]

  7. Akhir kata kuucapkan

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang

    PEACE

    I Love You so Much

    You are man romantis

    I am girl Indonesia, you from Malaysia.

    You know?

    I am terobsesi.

    Mudah-mudahan tak seperti Manohara ya?

    [Reply]

  8. lagu lawas indonesia gak mari2 ncen, ampe jembek denger berita model2 gt trs, kapan maju indonesia iki, wakakkaka.(ngatur jawi ngalam)

    [Reply]

  9. eh polisi inget akan hukum karma. kamu udah terlalu kotor seperti sampah. karmamu akan menimpa anak dan cucumu juga, jadi sadarlah mulai saat ini. phuiiiiiii.
    dari yang pernah kamu tindas

    [Reply]


Leave a comment