Hari Pahlawan, Perjalanan Reformasi dan Kemiskinan Rakyat
Mengembalikan Jati Diri Bangsa.. hahaha.. kok Mengembalikan Jati Diri Bangsa.. yayaya.. jika kita melihat dan mereview kembali perjalanan negeri ini.. maka Mengembalikan Jati Diri Bangsa adalah langkah awal dari perjalanan untuk membangun kembali Indonesia tercinta.. jika kita cermati dengan baik bagai mana Peringatan Hari Pahlawan, Perjalanan Reformasi dan Kemiskinan Rakyat.. yayaya.. Hari Pahlawan, Perjalanan Reformasi dan Kemiskinan Rakyat.. Hari Pahlawan diperingati setiap tahun.. Reformasi sudah berjalan lebih dari sepuluh tahun tetapi kemiskinan rakyat asih tetap miskin.. sungguh ironis sekali untuk bangsa sebesar Bangsa Indonesia ini dengan Sumber Daya Alam yang melimpah ruah..
Tanggal 10 November adalah peringatan Hari Pahlawan sudah menjadi satu kalender rutin nasional yang diperingati setiap tahunnya.. hari besar nasional yang penetapannya merujuk pada peristiwa heroik perlawanan gigih rakyat Surabaya atas tentara sekutu pada 10 November 1945.. Peingatan peristiwa 64 tahun silam itu mengingatkan kita pada bangkitnya heroisme, patriotisme dan nasionalisme rakyat kita guna membela proklamasi Kemerdekaan Indonesia lengkap dengan segala macam taruhannya.. bahkan nyawa dan darah sekalipun..
Peristiwa 10 November adalah bukti kecintaan rakyat pada negara proklamasi. Rakyat rela berkorban segalanya demi kemerdekaan Indonesia.. Bermodalkan senjata seadanya, rakyat Surabaya menyongsong dengan gagah berani mesin perang modern milik tentara sekutu yang sebelumnya berhasil meluluhlantakkan tentara Jepang, Italia dan Jerman. Keberanian rakyat Surabaya membuat gemetar nyali tentara sekutu. Kegagalan sekutu di Surabaya memberi sinyal kuat pada rakyat dan para pemimpin Indonesia bahwa sikap pantang mundur adalah modal utama dalam mempertahankan kemerdekaan. Bung Tomo, salah satu tokoh kunci peristiwa 10 November, adalah agitator ulung yang berhasil membakar semangat rakyat lewat pidato radionya yang inspiratif dan provokatif. Wajar jika kemudian Bung Karno dan para generasi '45 mengabadikan peristiwa 10 November itu sebagai I The Hero's Daysnya bangsa Indonesia.
Kendati berbeda, 'kepahlawanan' memiliki batas tipis dengan 'kekonyolan', karena di sana ada semangat dan kenekatan. Yang membedakan adalah kecermatan perhitungan dan kemuliaan nilai yang diperjuangkan. Bisa dikatakan, kepahlawanan adalah proses pencarian jati diri sebuah komunitas. Ia adalah pembentukan identitas sosial (social identity) menuju identitas bangsa (nations identity). Peristiwa Surabaya adalah kombinasi antara semangat untuk merdeka, rasa cinta tanah air, serta manunggalnya pemimpin dan rakyat. Itulah khittah dasar nasionalisme Indonesia, yang spiritnya bersemayam dalam frasa persa-tuan, solidaritas, kejujuran dan kerelaan berkorban yang tertanam kuat di lubuk hati pemimpin dan rakyatnya. Lalu, apa makna kemerdekaan dalam konteks kekinian kita? Sebagai bangsa kita tentu perlu membuat semacam neraca untuk mengalkulasi sejauh mana kemajuan yang telah kita capai setelah beroperasi selama 62 tahun sebagai negara merdeka. Pasca-proklamasi, aset utama Indonesia adalah 70-an juta rakyat dengan semangat nasionalisme dan patriotisme tinggi, dus kedaulatan wilayah (darat, laut dan udara) dengan seluruh kandungan kekayaan di dalamnya. Aset lain yang tak kalah penting adalah bahasa Indonesia, UUD '45, Pancasila dan berbagai pusaka warisan bangsa.
Ketika Soekarno-Hatta mendeclare kemerdekaan Indonesia, negeri ini dengan potensi kandungan kekayaan alamnya bisa saja dijadikan asset guarantie bagi negeri-negeri kaya. Tapi Bung Karno dan para pemimpin Indonesia lain tak berminat menjadikan kekayaan bangsa sebagai jaminan. Bung Karno ingin mendayagunakan resources yang ada dalam membangun Indonesia. Selama 21 tahun berkuasa, aset Indonesia di bawah kepemimpinan Bung Karno belum banyak berkurang.
Tapi kini, terutama setelah krisis ekonomi 1997, bangsa ini lunglai di segala bidang. Utang luar negeri menggunung, produktivitas nasional rendah, kualitas sumber daya manusia memburuk, mayoritas rakyat hidup di bawah garis kemiskinan, birokrasi bobrok, korupsi merajalela dan kekayaan alam yang terus tereksploitir. Kekuasaan kini berjalan tak lagi atas pandu amanat rakyat, tetapi an sich beroperasi atas dasar selera dan kepentingan penguasa. Yu Minah, misalnya, pedagang nasi pecel, yang kerap mengeluh soal kesulitan hidup yang terus melilitnya: 'Sudah 26 tahun saya jualan nasi pecel, tetapi ya begini terus. Ndak berubah. Makin hari, tambah susah!' tutur janda paruh baya asal Klaten yang setiap hari berkeliling menjajakan nasi pecelnya di bilangan Warung Buncit, Jakarta Selatan (Kompas, 26/9/05).
Reformasi sudah berlangsung sepuluh tahun lebih, tapi nasib rakyat bawah seperti Yu Minah tetap miskin, kalau bukan makin sengsara. Yu Minah tidak sendiri. Masih ada ribuan, bahkan jutaan potret Yu Minah lain yang pasrah menerima kemiskinan sebagai semacam 'takdir' kalau bukan 'kutukan'. Kemerdekaan sejatinya tidak melahirkan situasi sosial yang 'jumud' dan penuh ketimpangan. Di era ideologi neoliberal, bangsa ini perlu merefleksikan kembali berbagai kebijakan yang nyata telah ke luar dari tujuan dan cita-cita kemerdekaan. Di zaman serba 'pasar' yang komersial dan kompetitif ini, nilai kepahlawanan harus mengalami redefinisi. Kita membutuhkan pemimpin, tentara, birokrat, politisi, intelektual dan enterprener yang tidak hanya jujur dan bersih, tapi juga cakap dalam merumuskan dan mengelola kebijakan yang aspiratif dan berkhidmat pada kepentingan rakyat.
Ekonomi propasar tak berarti menyerahkan seluruh urusan ekonomi negara pada mekanisme pasar. Dalam konteks pasar, negara adalah regulator yang wajib mensinerjikan pasar sebagai energi penggerak tumbuhnya ekonomi rakyat (petani, nelayan, buruh, dan para pelaku usaha kecil). Konstitusi kita mewajibkan negara mengelola kekayaan bangsa dengan visi, konsep, modal, instrumen dan SDM secara mandiri, yang ditujukan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pembukaan UUD 1945 eksplisit mengamanatkan bahwa republik ini didirikan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dalam konteks ekonomi, Bung Karno menegaskan: (1) tidak boleh ada kemiskinan di bumi Indonesia; (2) ekonomi nasional tidak boleh dikuasai asing; dan (3) kesejahteraan harus merata dan dinikmati oleh seluruh rakyat.
Kita jangan cuma fasih memistifikasi Hari Pahlawan sebagai ritus tahunan. Faktual, nilai kepahlawanan kini telah mengalami reduksi; menjadi kosakata artifisial. Kita mengagungkan demokrasi sambil mengabaikan hak-hak politik, ekonomi, sosial, dan budaya rakyat. Reformasi terbukti tak serta merta bisa menghadirkan kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat; jika bersamaan dengan itu prinsip-prinsip dasar demokrasi kebebasan, persamaan, kesetaraan dan toleransi disingkirkan. Di ordo neoimperial ini, kita membutuhkan pemimpin yang siap membela, melayani dan mewujudkan asa rakyat serta sanggup memulihkan kepercayaan rakyat dan harga diri bangsa. Adalah sebuah ironi jika para pemimpin kita cuma pandai beretorika dan tebar pesona. Rakyat tak sudi bangsa ini dijadikan operator kepentingan asing, menjadi budak modal global, menjadi bangsa kuli dan kuli di antara bangsa-bangsa.
Penulis dosen Ilmu Politik FISIP-UBK
RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk
MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
Nasihat Mbah Gendeng untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa , Gempa 6,7 SR Guncang NTB , Mengembalikan Jati Diri Bangsa , Ibu Kota Negara Hilang Lenyap Terendam Air , Syair Kerinduan Cinta Mbah Santri Gundul , Terjatuh Terpuruk dalam Lembah Kenistaan , Manusia janganlah Kau Sombongkan Diri , Tumbuhkan Jiwa Patriotisme Bung Tomo di Hari Pahlawan , Patriotisme Pidato Bung Tomo membakar Jiwa Nasionalisme , mengembalikan jati diri bangsa , mengembalikan jati diri bangsa






November 10th, 2009 - 09:26
pertamax…. ah
[Reply]
embun777 Reply:
November 10th, 2009 at 10:51
Ikut di bangku kehormatan.. paling depan hee.hee..
[Reply]
Abula Reply:
November 10th, 2009 at 14:55
ikut mejeng di papan atas
[Reply]
alamendah Reply:
November 10th, 2009 at 22:09
(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
alamendah Reply:
November 10th, 2009 at 22:12
(maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 16th, 2009 at 08:00
“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki… tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.” (Ali Imran [3]: 169-170).
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 16th, 2009 at 08:02
Pada 10 November bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Pahlawan. Pada tanggal tersebut, telah terjadi pertempuran yang sengit antara pejuang Indonesia dan tentara sekutu pada 1945 di Surabaya. Rakyat Indonesia bahu-membahu dengan keberanian dan pengorbanannya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sebanyak 16 ribu putra terbaik bangsa gugur dalam pertempuran itu.
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 16th, 2009 at 08:03
tanpa pengorbanan para pahlawan, impian untuk hidup bersama sebagai bangsa merdeka tidak akan menjadi kenyataan. Sepinya refleksi atas nilai-nilai kepahlwanan tahun-tahun belakangan ini harus dievaluasi dan kita harus berani melakukan otokritik sehingga jiwa kepahlawanan tidak pernah pudar atau mati.
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 16th, 2009 at 08:04
Sayang, seiring dengan 64 tahun usia negeri ini, seiring dengan mulai terkikisnya nasionalisme dan patriotisme, nilai-nilai kepahlawanan mulai terkikis, kalau tak boleh dikatakan bangkrut.
Padahal, seharusnya, spirit tersebut dapat dijadikan pengikat emosi kebangsaan dan kebersamaan kita di tengah maraknya upaya membuat sekat-sekat di antara sesama anak bangsa.
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 16th, 2009 at 08:05
Yang memprihatinkan lagi, kini mulai banyak orang merasa peringatan momentum kepahlawanan telah menjadi seremoni yang menjebak kita semua dalam rasa nostalgia yang palsu di negeri 1001 seremoni ini.
Upacara peringatan hari-hari bersejarah hanya menjadi rutinitas tahunan. Malam tirakatan di taman makam pahlawan jarang membawa kita pada pencerahan sejati. Sebab, begitu semua kegiatan dan seremoni usai, tidak pernah ada langkah berikutnya yang bermakna.
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 16th, 2009 at 08:06
Langkah berikutnya justru sering mengulang langkah sama yang salah seperti seekor keledai dungu yang jatuh dalam lubang sama. Lihat saja sepanjang umur negeri ini, kebangsaan sering dimanipulasi untuk menjaga dan melanggengkan kekuasaan.
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 16th, 2009 at 08:06
Hal yang patut disimak dari peristiwa ini adalah adanya keberanian dan pengorbanan yang dipersembahkan mereka. Keimanan yang kuat serta keteguhannya dalam memegang nilai-nilai Islam membuat mereka dengan sukarela mengorbankan jiwa mereka untuk meraih apa yang diyakininya. Al Quran memuji ketegaran dalam perang, dan sebaliknya membenci para pengecut dan orang-orang yang takut pada risiko kematian.
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 16th, 2009 at 08:07
Dikaitkan dengan permasalahan bangsa seperti disebutkan tadi, masih sangat dibutuhkan pahlawan. Untuk itu, jiwa kepahlawanan dalam diri kita perlu direvitalisasi atau dihidupkan lagi untuk melawan korupsi, praktik pembalakan liar, kemiskinan, kebodohan, dan permasalahan bangsa lainnya.
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 16th, 2009 at 08:18
Kehidupan bagi mereka adalah perjuangan. Mereka tidak memikirkan apakah nantinya mereka akan ikut menikmati hasil perjuangan atau tidak. Mereka melakukannya untuk memperoleh bekal akhirat. Mereka melakukannya untuk dipersembahkan dan dinikmati oleh generasi berikutnya.
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 16th, 2009 at 08:19
Saat bangsa ini membutuhkan putra terbaik, yang rela berkorban demi kepentingan bangsa dengan dilandasi keyakinan akan kehidupan hari nanti.
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 16th, 2009 at 08:20
Jiwa kepahlawanan yang mampu mengisi seluruh relung kehidupan. Semoga jiwa-jiwa kepahlawanan yang kita miliki mampu membawa bangsa Indonesia keluar dari kemelut permasalahan yang menimpanya. Wallahualam bish-shawab.
November 10th, 2009 - 09:26
semoga kita bisa menjadi pahlawan-pahlawan masa depan
[Reply]
embun777 Reply:
November 10th, 2009 at 10:52
yaa..yaaa..
bukan masa nanti..
tp mulai dari sekarang..!!
[Reply]
Abula Reply:
November 10th, 2009 at 14:56
ya
[Reply]
November 10th, 2009 - 10:16
Kedua.. Apa ketiga ya
Sistemnya salah, pejabatnya korup, pantas aja hidup makin susah
[Reply]
embun777 Reply:
November 10th, 2009 at 10:53
hee..hee…
kacian deh gw…
[Reply]
Abula Reply:
November 10th, 2009 at 14:57
sabar mas..
[Reply]
November 10th, 2009 - 10:32
Keemprat degh…
Kok sepi ya
[Reply]
embun777 Reply:
November 10th, 2009 at 10:53
tak temani mas..
tenang ajah..
[Reply]
Abula Reply:
November 10th, 2009 at 14:58
saya ikut menemani juga ya…
[Reply]
November 10th, 2009 - 10:35
Udah klimaks nih, lemez deh. Gantian atuh wkwkwk…
[Reply]
Abula Reply:
November 10th, 2009 at 14:59
cooling down mas…
[Reply]
November 10th, 2009 - 10:50
Hari Pahlawan diperingati setiap tahun.. Reformasi sudah berjalan lebih dari sepuluh tahun tetapi kemiskinan rakyat masih mendominasi negeri ini.. sungguh ironis sekali untuk bangsa sebesar Bangsa Indonesia ini dengan Sumber Daya Alam yang melimpah ruah..
Jepang saja (Hirozima – Nagasaki habis hancur lebur.. di BOM.. ) mampu bangkit dg cepat walaupun tdk mempunyai sumber alam yg subur seperti di Indonesia.. , kumaha kang..??
[Reply]
Abula Reply:
November 10th, 2009 at 15:01
asa araraneh nya….
[Reply]
November 10th, 2009 - 11:40
Selamat hari pahlawan.
[Reply]
Abula Reply:
November 10th, 2009 at 15:01
selamat
[Reply]
November 10th, 2009 - 11:43
Selamat ya bagi yang merayakan hari Pahlawan.

ngomong apa aku ya?
[Reply]
Abula Reply:
November 10th, 2009 at 15:03
[Reply]
November 10th, 2009 - 11:46
Kangboed, komenku masuk SPAM.
[Reply]
Abula Reply:
November 10th, 2009 at 15:04
satpam na galak
[Reply]
November 10th, 2009 - 12:24
PERTAMAX LAGI
Kangboed selamat hari pahlawan,
salam damai & piss…
[Reply]
Abula Reply:
November 10th, 2009 at 15:21
salam damai, dan piss,
[Reply]
November 10th, 2009 - 12:25
PERTAMAX LAGI
Kangboed selamat hari pahlawan,
salam damai & piss……
[Reply]
Abula Reply:
November 10th, 2009 at 15:22
salam damai, piss,,,,..lagi
[Reply]
November 10th, 2009 - 12:26
selamat hari pahlawan,
salam damai & piss…,
MERDEKA!
[Reply]
Abula Reply:
November 10th, 2009 at 15:22
salam damai, piss, dan merrdekaaaa!!
[Reply]
November 10th, 2009 - 12:26
selamat hari pahlawan,
salam damai & piss…,
MERDEKA!!
[Reply]
Abula Reply:
November 10th, 2009 at 15:19
salam damai, piss,, dan merdekaaaaa!!..
[Reply]
November 10th, 2009 - 12:27
selamat hari pahlawan,
salam damai & piss…,
MERDEKA!!!
[Reply]
Abula Reply:
November 10th, 2009 at 15:18
salam damai, piss, dan merdekaaaa!!!.
[Reply]
November 10th, 2009 - 12:27
selamat hari pahlawan,
salam damai & piss…,
MERDEKA!!!!..
[Reply]
Abula Reply:
November 10th, 2009 at 15:17
salam damai, piss, dan merdekaaaa!!
[Reply]
November 10th, 2009 - 12:28
selamat hari pahlawan,
salam damai & piss…,
MERDEKA!!!!!.
[Reply]
Abula Reply:
November 10th, 2009 at 15:20
salam damai, piss, dan merdekaaaa!!!!!!!
[Reply]
November 10th, 2009 - 12:29
selamat hari pahlawan,
salam damai & piss…,
MERDEKA!….
[Reply]
Abula Reply:
November 10th, 2009 at 15:24
salam damai, piss, dan meerrrrrrdekaaaa!!
[Reply]
November 10th, 2009 - 12:30
selamat hari pahlawan,
salam damai & piss…,
MERDEKA!6..
[Reply]
November 10th, 2009 - 12:31
DAMAI SLALU UNTUK SEMUA,
PISS & SALAM SUKSES,
SELAMAT HARI PAHLAWAN!
[Reply]
November 10th, 2009 - 12:32
selamat hari pahlawan,
salam damai & piss…,
MERDEKA!.,
[Reply]
Abula Reply:
November 10th, 2009 at 15:16
damai, pisss, dan merdekaaaa!
[Reply]
November 10th, 2009 - 12:32
selamat hari pahlawan,
salam damai & piss…,
MERDEKA!…
[Reply]
November 10th, 2009 - 12:34
selamat hari pahlawan,
salam damai & piss…,
MERDEKA!,,,!
[Reply]
November 10th, 2009 - 12:35
selamat hari pahlawan,
salam damai & piss…,
MERDEKA!
PIS
[Reply]
November 10th, 2009 - 12:36
selamat hari pahlawan,
salam damai & piss…,
MERDEKA!!!!…
[Reply]
November 10th, 2009 - 12:38
selamat hari pahlawan,
salam damai & piss…,
MERDEKA!..’
[Reply]
Abula Reply:
November 10th, 2009 at 15:15
pissssss
[Reply]
November 10th, 2009 - 12:39
PISS
selamat hari pahlawan,
salam damai & piss…,
MERDEKA!
[Reply]
November 10th, 2009 - 12:40
ASSALAMU’ALAIKUM,
selamat hari pahlawan,
salam damai & piss…,
MERDEKA!
[Reply]
November 10th, 2009 - 12:42
SALAM!
selamat hari pahlawan,
salam damai & piss…,
MERDEKA!!
[Reply]
November 10th, 2009 - 12:44
selamat hari pahlawan,
salam damai & piss…,
MERDEKA!!
WASSALAM!
[Reply]
Abula Reply:
November 10th, 2009 at 15:10
Merdekaaaaa!!!
[Reply]
November 10th, 2009 - 12:45
SALAM DAMAI,
selamat hari pahlawan,
salam damai & piss…,
MERDEKA!
[Reply]
November 10th, 2009 - 12:46
selamat hari pahlawan,
salam damai & piss…,
MERDEKA!
PIS2
[Reply]
November 10th, 2009 - 12:56
ayo semangad-semangad (gym)
[Reply]
Abula Reply:
November 10th, 2009 at 15:14
tetap semangatttt
[Reply]
November 10th, 2009 - 12:57
itungannya saya tetap ketigaaaxxx ya kang…
hehehehe…
[Reply]
November 10th, 2009 - 12:57
halaaaahhh…
malah kecolongan jadi keempaaatxtxtxt…
[Reply]
Abula Reply:
November 10th, 2009 at 15:14
haha, karunya teuing…
[Reply]
November 10th, 2009 - 12:59
tulisan yang sungguh menginspirasi…
entah apakah yg membaca punya ruang nurani untuk menyimpan renungan diatas…
[Reply]
Abula Reply:
November 10th, 2009 at 15:13
dan semoga dapat diaplikasi
[Reply]
November 10th, 2009 - 13:01
ketika masih banyak antek2 yang bercokol memimpin negeri ini…
jangan pernah berharap Indonesia akan bangkit dari keterpurukan…
[Reply]
Abula Reply:
November 10th, 2009 at 15:12
tah mun tos kitu, piraku nya urang teh cicing wae…
[Reply]
November 10th, 2009 - 13:03
met hari palhalwan juga deh.
[Reply]
Abula Reply:
November 10th, 2009 at 15:09
hari pahlawab, saudaraku…, bukan palhalwan
[Reply]
Abula Reply:
November 10th, 2009 at 15:11
eh .. salah juga… hari pahlawan…
[Reply]
November 10th, 2009 - 15:20
apakah ini hari pahlawan?
[Reply]
November 10th, 2009 - 15:23
selamat hari pahlawan
[Reply]
November 10th, 2009 - 15:41
mantap artikelnya…
sampai pusing bacanya….
[Reply]
November 10th, 2009 - 17:48
Berbeda suku, berbeda golongan dan agama
Bhinneka Tunggal Ika kami yang pertama
Bahu membahu, bimbing saling membimbing
Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing
————————————
yos mengucapkan selamat hari pahlawan..
[Reply]
November 10th, 2009 - 18:09
Indonesia sejak jaman dahulu selalu memunculkan pahlawan, mari kita munculkan lagi pahlawan masa kini hingga bisa mengembalikan jati diri bangsa
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 16th, 2009 at 08:17
jika kita sungguh menghargai pahlawan dan kembali berani menghidupkan jiwa kepahlawanan dalam diri masing-masing, segala praktik tak terpuji harus segera diakhiri.
Dengan demikian, bangsa ini bisa bangkit sebagai bangsa yang punya martabat, bukan jadi bangsa pecundang yang terus menjadi bulan-bulanan bangsa lain.
[Reply]
November 10th, 2009 - 19:03
ada ndak pahlawan blogger hehe
[Reply]
November 10th, 2009 - 19:03
mari kita selamatkan bangsa ini dari kemerosotan moral dan akhlak
[Reply]
November 10th, 2009 - 19:05
semoga semangat para pahlawan bisa mengilhami para generasi muda untuk memberantas segala ketidakadilan dan kezaliman
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 16th, 2009 at 08:16
Peperangan juga mampu membedakan antara pejuang yang beriman dan yang tidak beriman. Pejuang yang beriman, berjuang dengan gagah berani menyongsong kematian dengan satu keyakinan untuk menuai kehidupan nanti. Sementara pejuang yang tidak beriman, berjuang dengan penuh ketakutan, takut akan kehilangan kehidupan di dunia dengan segala isinya.
[Reply]
November 10th, 2009 - 19:07
selamat hari pahlawan salam taksim dan hormat selalu
[Reply]
November 10th, 2009 - 19:08
nice posting mantapppp (pahlawannya nggak ada yang salahkan kang)
[Reply]
November 10th, 2009 - 20:08
Semoga kita tidak cuma fasih memistifikasi Hari Pahlawan sebagai acara atau upacara tahunan tapi kita harus memaknai dan mengimplementasikan dalam kehidupan masyarakat kita sehari-hari.
Salam sukses n ay lap yu pulll
[Reply]
November 10th, 2009 - 20:10
kunjugna malam alias ronda kali aja ada janda buka dada hehehe….
Salam sukses n ay lap yu pulll
[Reply]
November 10th, 2009 - 20:37
Waduh,.,,lama gak maen kesini…ada yang berubah neh…
hehe…..
[Reply]
HumorBendol Reply:
November 10th, 2009 at 20:38
Mantaps kang…….
[Reply]
HumorBendol Reply:
November 10th, 2009 at 20:39
Mo jalan-2 dulu ya kang…
Makasih
Salam
I L U Full
[Reply]
November 10th, 2009 - 21:30
Semoga semakin banyak muncul pahlawan2 baru..
[Reply]
November 10th, 2009 - 23:54
Selamat hari pahlawan… bener juga tuh kayaknya sekarang ini lebih banyak yang pandai retorika bersilat lidah dari pada kerja nyata membela bangsa
[Reply]
November 11th, 2009 - 06:58
apa yg salah dgn negeri ini ?
yg nggak pernah lepas dr kemiskinan, malah makin parah ?
sistemnya ? pejabat korup ?
coba saja cari jawabannya pd rumput yg bergoyang……………
salam.
[Reply]
February 5th, 2010 - 19:02
Do you want to get resume company, which fit the area of study you expect?. You can rely on our resume writers, as you trust yourself. Thanks because this is the useful knowledge
[Reply]