Hidup Matinya Hati
Hidup matinya Hati.. hmm..Sungguhlah teramat banyak benda hidup yang bersahabat dengan benda mati… akhirnya matilah ia tanpa sempat beroleh hidup…
Apalah arti sebuah perkataan perkataan suci... kalimat kalimat yang indah dan menawan... teori teori dan filsafat… jika semuanya itu keluar dari sesuatu yang mati… maka sungguh sungguh tiadalah hasilnya... tiadalah guna serta tiadalah manfaatnya….
Apapun yang keluar dari yang mati.. hanyalah ulat dan kutu serta lalat saja yang memakannya… sungguh tiadalah gunanya.. tiadalah manfaatnya.. hanyalah bau busuk bagai bangkai...
Namun sebaliknya jika perkataan perkataan suci... kalimat kalimat yang indah dan menawan... teori teori dan filsafat… itu telah meresap dalam dada.. berbuahkan keikhlasan dan ketulusan...
maka akan membangkitkan burung burung jiwa dalam sangkar jasadnya untuk bernyanyi merintih dengan mesra dan pilu mendayu dayu..
Seiring terbangun dan tergugahnya sang burung burung jiwa… yang lama tertidur… terlena… terbuai dalam alunan mimpi nan menggoda… nikmat nan samar...
Seketika menjelmalah manusia manusia yang hidup… dalam hidup… semakin hiduuup… bertambah hiduuup... karena hiduuuuuupnya yang telah dipimpin oleh ruh yang kekal abadi…
Apa yang dikatakan dan dikeluarkannya… itulah makna dan hakikat hidup.. yang besar manfaat dan gunanya… sebagai bekal bagi sesama manusia... dalam menapaki jalan kembali kepadaNYA...
RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk
MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG
‘TUK SEMUA SAHABAT SAHABATKU TERSAYANG
” I LOVE YOU PUUUUULLLLLLLLLLL “
HATI adalah CERMIN , Dinding Kepalsuan , Dentang Lonceng Waktu , CAHAYA SYUKUR MARIFATULLAH , Manusia Keledai , Hakikat Hidup






May 30th, 2009 - 04:34
Biasaaaa, jatah korlap… untuk start paling depan.
Komennya belakangan ya Kang, ngantuk neeeh dah subuuuh.
Salam Sayang..
[Reply]
May 30th, 2009 - 04:48
Heheheh… mati itu pun perlu, supaya bisa bangkit lagi lalu mulai hidup yang baru. Mati untuk transformasi. Mati pun ada seninya, untuk mengerti seninya mati, perlu belajar dulu seninya hidup.
Mmmm… buntut-buntutnya, musti belajar hidup dulu
Berani mati itu relatif gampang.
Berani hidup itu perlu keberanian luar biasa.
Salam sayang.
[Reply]
May 30th, 2009 - 05:04
Didunia ini ternyata ada orang yang hidup dan sadar, tapi ada yang hidup tapi tidur, ada yang sekarat dan ternyata juga ada yang mati………
Orang yang hidup dan sadar akan tahu dirinya. akan tahu kalau diajak “bicara”. akan tahu dan bisa beribadah..
Orang yang tidur tidak bisa apa-apa hanya tidur aja, sampai ia terbangun, tapi sulit juga “membangunkan” orang yang tidur, ia terlena dan asyik dalam mimpinya dialam mimpi nan indah…sampai sampai tidak mau kalau “dibangunkan”.
Lebih parah lagi orang yang sekarat apalagi yang mati. tidak bisa apa-apa tidak mendengar sedikitpun “seruan” dari luar. namanya aja matiiii………..
hehehe…..
Ternyata yang mati, yang tidur dan yang hidup itu bukan orangnya, hah……..
terus siapa???????????
Ternyata orangnya masih hidup, tuh baru ngobrol, baru makan,minum, dan ada juga yang baru baca tulisan ini..hehehe……
HATINYA!!
Hatinya yang mati,yang tidur dan yang hidup.
hehehe……..
ternyata banyak mayat hidup bergentayangan……..
maaf.maaf dan maaf
salam hidup
untuk hati yang hidup
[Reply]
May 30th, 2009 - 07:40
sebelumnya saya mhn maaf sebesar2nya kang boed, kl sy lupa mengelink web kang boed, sy kira sdh saya add, trima kasih koreksinya, benar2 sesuai dg artikel kang boed, bahwa kita harus hidup dalam apapun terutama dalam silaturahmi yg merupakan sy anggap teguran kang boed kpd saya untuk menghidupkan tali silaturahmi lewat weblog, mdh2an kita selalu dihidupkan hati kita untuk menumbuhkan keikhlasan seistilah ALLAH SWT dan KEKASIHNYA. Mhn jgn bosan2 untuk bersilaturahmi kepada kami.
[Reply]
May 30th, 2009 - 07:57
Orang yg hatinya hidup atau terbuka adalah mereka yg apa bila di ingatkan tentang kebenaran, maka mau mendengarkan dan mau merenungkannya serta bangun dari kelalaiannya selama ini.
[Reply]
May 30th, 2009 - 08:46
Apalah arti sebuah perkataan perkataan suci… kalimat kalimat yang indah dan menawan… teori teori dan filsafat… jika semuanya itu keluar dari sesuatu yang mati… maka sungguh sungguh tiadalah hasilnya… tiadalah guna serta tiadalah manfaatnya….
=====================================================
astaga? bagaimana bisa?
[Reply]
May 30th, 2009 - 09:54
Mudah-mudahan burung2 jiwa dapat menaburkan bibit2 kebenaran dan penerangan agar burung2 jiwa yang belum bangkit dapat ikut terbanngun dan menyebarkan bibit2 kebenaran dan penerangan kepada yang lain dan seterusnya…
[Reply]
May 30th, 2009 - 12:57
teori atau falsafah dari hati yang mati itu berbahaya…
[Reply]
May 30th, 2009 - 13:27
Dear brother..
Maka dari itu, sebelum kita berucap, menyarankan sesuatu, kita periksa diri kita dulu, apakah kita sudah melakukan hal yang kita sarankan tersebut ?
Karena itulah pentingnya latihan moralitas, atau SILA.
Sehingga, dalam Buddhisme, seseorang yang sudah berlatih SILA tertentu, akan “mampu” menyarankan orang lain untuk berpraktek sila seperti yang dilakukannya. Karena, kalau dia belum mempraktekkan SILA itu, tapi telah menyarankan, sama dengan omong-kosong belaka.
Seseorang menyarankan JANGAN MENCURI, tapi ternyata ia sendiri masih mengambil barang yang tidak diberikan.
Seseorang menyarankan JANGAN MEMBUNUH MAKHLUK HIDUP APAPUN, tapi ternyata dirinya masih membunuh makhluk hidup apapun juga ( manusia, hewan [nyamuk lah, dll] )
Seseorang menyarankan JANGAN BERTINDAK SEKS YANG TIDAK BENAR, tapi dirinya ternyata suka tergiur kemolekan istri orang, meniduri anak gadis orang tanpa izin , dll.
Dan lain-lain, dan lain-lain.
Banyak contoh kasus agamawan-agamawan ( bisa kita lihat di televisi ) hancur karena hal ini. Ia membangun image orang “bersih”, tapi suatu ketika ia melakukan perbuatna yang tidak menjaga harkat martabatnya, sehingga terjatuhlah dia.
Peace & Love brother.. .
[Reply]
May 30th, 2009 - 15:09
Nabi Isa as berkata :
Jika Akalmu Hidup, maka Hatimu akan Mati
Jika Hatimu yang hidup, maka Akalmu akan Mati…
Wassalam
[Reply]
May 30th, 2009 - 15:54
Jadi ingat iklan rokok, “bikin hidup lebih hidup”
Yaah semoga nanti saat kita kembali benar-benar dalam keadaan siap…
Mari kita hidupkan qalbu kita agar seluruh getarannya bisa menghidupkan yang lain
salam damai
[Reply]
May 30th, 2009 - 17:13
@ mBah Pengembara Jiwa
hehehehe.. benaaaar.. saudaraku sayang.. jika akal menjadi raja dalam diri maka tak lama hatipun akan mati.. sebaliknya jika hati menjadi raja.. maka akal akan menurut perintah hati.. *hmm kaya semedhi ya mbah*.. hehehe..
Salam Sayang
Salam Kangen
Salam Taklim
Salam Rindu untukmu..
@ illuminationis
hehehe.. potretin saya dunk.. *narsis ON*..
Salam Sayang
Salam Hormat
@ Sufi muda
hehehe.. itusih rokoknya mBah PJ.. hehehe.. Stard Mild.. rokoknya para Arif billah katanya.. *mangut manggut*.. yayaya.. saudaraku Sudi Muda sayang.. mari kita mulai melihat kedalam bergandengan tangan bersama dalam membentuk perdamaian dalam cinta dan kasih sayang.. silih asah.. silih asih.. silih asuh..
Salam Sayang
Salam Kangen
Salam Taklim
Salam Rindu untukmu..
[Reply]
May 30th, 2009 - 17:35
Apakah hidup itu dan apakah mati itu?
Apakah bisa dikatakan kalau pengertian HIDUP itu adalah bergerak? Dan jika MATI itu lawan daripada HIDUP, berarti MATI adalah tidak bergerak? Benarkah seperti itu, karena di dalam MATI pun terdapat proses pergerakan walaupun “mikroskopik”
[Reply]
May 30th, 2009 - 17:50
hehehe.. ampun paralun.. pertanyaan yang berat maas segar yang baik.. bener bener celetukan segar.. saking segarnya bikin klepek kelepek.. *manggut manggut*.. pura pura mengerti.. *Narsis ON*.. mas segar.. hehehe.. betul yaaaa.. mobil juga bergerak yaa.. *OOT.. gak nyambung*.. hehehe.. *mudah2an ini nyambung*.. HIDUP adalah identik dengan nafas.. nafas adalah saksi dan bukti adanya HIDUP.. hehehe.. bener gak yaaa.. lebih jelasnya dalam tulisan pertama.. Nikmat ALLAH yang pertama dan terutama.. hihihi.. *sok teu*.. padahal nyang nanya ahlinya.. tolong sekalian mas diperjelas.. sambil saya bikinin kopi dan gorengannya dulu…
Salam Sayang
Salam Kangen
Salam Taklim
Salam Rindu untukmu..
http://kangboed.com/2009/05/02/nikmat-allah-yang-pertama-dan-terutama/
[Reply]
May 30th, 2009 - 18:32
ikut merenung kang …
ada manusia hidup tapi telah mati…
ada manusia mati tapi tetap hidup…
Salam untuk hidup dan kehidupan saat hidup dan saat mati …
[Reply]
May 30th, 2009 - 18:51
Hmmm… dapet pemahaman baru di sini.
1. Mati itu perlu, supaya bisa hidup lagi
2. Belajar seni hidup supaya mengerti seninya mati
3. Ada yang hidup dan hatinya hidup
4. Ada yang hidup tapi hatinya sekarat atau mati
Rasanya masih belum lengkap kalau belum ada yang ini:
5. Ada yang hidup tapi ngga tahu kalau hidup (edan)
6. Ada yang hidup tapi pura-pura mati (kepompong)
7. Ada yang kadang hidup kadang mati (korslet)
8. Ada yang kelihatan mati padahal hidup (kurang sajen)
Yang jelas ngga ada yang ini:
9. Ada yang mati tapi pura-pura hidup
10. Ada yang mati tapi ngga tahu kalau mati
*entar dulu ah, ngidupin lampu depan dulu, balik ke alam nyata*
[Reply]
May 30th, 2009 - 19:07
@ Kopral Cepot
Hehehe… saudaraku akang Cepot yang baik silahkan kaaaang… saya bawain tikar dulu yaaa.. maklum rumahnya masih kotor.. belum ada isinya.. sekalian nanti tak bawain kopi sama gorengannya yaaa… kita melamun bersama sama…
Salam Sayang..
Salam Rindu untukmu..
@ mas Lambang
Waaaaaaah… *manggut manggut*… pura pura mengerti.. *geleng geleng*… hmm.. kok jadi pusing kliyengan begini… kenapa yaaaa… waaaaaaaah.. mbaaaaaaaah kenapa mbaaaaaaaaaah kesurupan begono… wah jangan jangan… jangan jangan… habis ngabisin sajen di ujung gaaaang sana… hehehe..
Yayaya.. ilmu baru yaaa mBaaaah.. *muka ngarep ON*.. ajarin ya mBaaaah Lambang kayanya ini mirip pelajaran sebelumnya meditasi ala kura kura ninja yaaa… hehehe… mauuuuuuuuuuuuu…
Salam Sayang..
Salam Rindu untukmu..
[Reply]
May 30th, 2009 - 19:51
Sejak kecil, sekitar usia SMP. Pertanyaan tentang Hidup itu begitu menyeruak ke dalam pikiran saya. Saya mencari teks-teks yang berkenaan dengan tentang Hidup tersebut, tetapi tak memuaskan. Hingga akhirnya saat SMA, saya mendapatkan jawaban yang cukup mencengangkan bagi saya pribadi. Bahwa Hidup itu adalah secara sederhana berarti gerak, bukan karena berfikir terus dianggap hidup, cogito ergo sum. Dalam hal Mati, saya belum mendapatkan jawaban, akhirnya pada saat kuliah, saya mendapatkan jawaban tentang Mati. Mati adalah bentuk lain daripada Hidup atau tepatnya, sebuah bagian daripada hidup itu sendiri. Karena nggak mungkin Hidup diadakan oleh yang Mati.
Namun lama kelamaan, akhirnya saya nggak puas juga dengan jawaban tadi. Sampai akhirnya mendapatkan konklusi yang beragam tentang hidup itu sendiri, seperti di bawah ini :
1. Hidup adalah gerak
2. Hidup menjadi ada, ketika kita mempertanyakannya.
3. Hidup adalah kumpulan pikiran orang/sesuatu yang
dilesakkan kepada diri kita.
4. Hidup bukan untuk dipertanyakan, namun diisi
dengan perilaku yang Alamiah, Ilmiah dan
diback-up dengan nur Ilahiah.
5. Hidup adalah gabungan keserba-duaan (ini hanya
untuk makhluk saja).
Yang terakhir adalah
6. Hidup adalah hidup. Tak ada makna yang lain.
Kesimpulan terakhir ini seperti pemahaman seorang penyair tentang pisau. Pisau adalah pisau. Pisau bukanlah alat untuk memotong.
Nuwun sewu, curhatnya kepanjangan!
[Reply]
May 30th, 2009 - 21:50
Ya mungkin uraian saya tadi, karena dipengaruhi oleh masa lalu saya.
Sejak SD (wah ma’af, dari tadi pamer sekolah terus), saya diselubungi dengan pertanyaan-pertanyaan yang aneh dan salah satunya, ya Hidup itu. Juga ditambah lagi, persinggungan saya dengan bacaan-bacaan filsafat (tentu bukan bacaan wajar bagi anak kecil) dan pertemuan-pertemuan saya dengan para sesepuh.
Soal nafas, saya jadi ingat ajaran Haswaweda. Ajaran yang menuturkan bahwa nafas adalah salah satu alat bukti tentang adanya hidup. Siapapun yang dapat mengendalikan nafas, maka ia dapat mengendalikan hidup.
[Reply]
May 30th, 2009 - 21:59
mmm…eee…
Maaf, sedulurku kangBoed arep komentar kok malah bingung ya… Aku ragu apakah aku pasti mengerti apa yang tulis/ucapkan…
Sekali lagi maaf, komentnya saya tunda…
Salam seduluran…
[Reply]
May 30th, 2009 - 22:22
@ Celetukan Segar
hehehe.. salute.. two thumbs upps.. sungguh mas Segar yang baik.. tolong diterangkan dengan sejelas jelasnya.. mengenai hidup sendiri.. *muka ngarep mode ON*.. saya menunggu pencerahannya ya mas..
Hidup berasal dari Hidup.. semua yang ada disini adalah ilmu.. semua adalah nikmat ALLAAH yang harus kita syukuri.. yayaya.. ilmu.. sehingga ketika kita haus minum.. lapar makan.. gatal menggaruk.. siapa yang menggerakan ??.. itulah hidup.. hidup ini yang menggerakan.. dibalik segala sesuatu yang nampak maupun yang tidak nampak itulah HIDUUUP.. terus.. berarti bagaimana.. yang ada hanya ILMU dan dibalik ILMU yaitu HIDUP.. ooo.. terus kita ada di mana ??.. yang selalu mengaku ngaku ??.. yang selalu merasa rasa ??.. *tak bergerak sebiji zarahpun tanpa ijin ALLAH*.. waaah kok jadi panjang.. sorry mas OOT.. berarti tiada aku ini sebenarnya.. terus yang ada.. ya tadi ILMU dan HIDUP oo.. jadi nambah.. ijin ALLAH.. yayaya.. Qudrat dan Iradat.. waaah.. kok bingung aaaah… jadi gak nyambung.. maaf ya maas..
Salam Sayang..
Salam Rindu untukmu..
@ Sikap Samin
waaaaaah.. kok malah pergiiii… mas samiin.. tungguuu.. kopi sama gorengannya belum di habisin.. waaaah.. masa teganya pergi begitu saja.. ooo.. balik lagi yaaa.. yayaya.. dikau memang saudaraku yang baik..
Salam Sayang..
Salam Rindu untukmu..
[Reply]
May 30th, 2009 - 23:21
Daripada kepanjangan menjelaskannya, saya rangkum saja dalam konteks bahasa jadul, yaitu Hidup adalah gabungan trilogi CIPTA, RASA & KARSA dan dimanifestasikan dengan TATA LAKU yang selaras dan terbias dari ketiga triumvirat tadi.
[Reply]
May 30th, 2009 - 23:30
Uraian tadi adalah pengertian Hidup yang Otonom. Hidup yang Non Otonom, diluar jangkauan kita, untouchable dan invisible.
Tentu hati yang hidup, masuk dalam ranah Hidup yang Otonom. Yang harus disirami dengan senandung Dzikrullah, sehingga tak merana dan layu.
[Reply]
May 30th, 2009 - 23:48
hehehe.. yayaya.. pokoke wis aku manut bae.. hehehe.. kok makin kelihatan ya OONnya daku ini.. jadi ngelantur kepanjangan.. hehehe.. ma..*ng*..aaap.. tahunya jebule kesitu situ lagi.. cipta rasa dan karsa.. berdiri tegaknya alif.. iya iya.. ma kasih atas pencerahannya mas celetukan segar.. mari kita sirami hati hati kita dengan senandung zikrullah.. dalam tangis penyerahan diri.. semoga ALLAH menghidupkan hati hambanya yang setia dalam senandung zikrullah.
Salam Sayang..
Salam Rindu untukmu..
[Reply]
May 30th, 2009 - 23:57
komen apa yah….hmmmm no komen ajah yaaa…
[Reply]
May 31st, 2009 - 08:52
maaf…maaf…sedulur sejatiku kangBoed…
mudah2an nyambung…
Kalau judulnya ‘Mati yang Hidup’ mungkin sejalan dg ajaran ‘Mati sakjeroning Urip’… artinya Makarya TanAngkara Kanggo Sakpada-pada Titah…
Sekali lagi maaf, mudah2an nyambung…
Salam sedulur sejatiku kangBoed…
Salam seduluran ‘NKRI’
[Reply]
May 31st, 2009 - 09:36
Sugeng dalu KangBoed.
Hati yg hidup adalah hati yg dapat mengusahakan hidup yg penuh kesalehan dan memohon karya Roh Kudus agar dpt mengangkat martabat kita sebagai pendosa.Bila martabat kita diangkat,kitapun terdorong untuk berani mengangkat martabat orang lain.
semoga semangat kasih dimiliki setiap orang.
##sugeng karaharjan.
[Reply]
May 31st, 2009 - 13:38
setuju banget mas, salam hangat dari cirebon , persis seperti teori genesitas bahwa sesuatu yang hidup berasal dari yang hidup pula. oks…tetap semangat
[Reply]
May 31st, 2009 - 16:57
Damai ya Gus….
[Reply]
May 31st, 2009 - 17:42
bagaimana dengan hati yang sakit?
[Reply]
May 31st, 2009 - 23:51
@ Indonesia menulis
Saudaraku Indonesia menulis… mas aGUS nya sudah pulang dari tadi… *manggut manggut*… semoga kedamaian meliputi saudaraku Indonesia menulis…
Salam Sayang
@ latree
Yayaya… saudaraku mBak Latree… *manggut manggut*… hehehe… hati yang sakit atau sakit hati mbaaaak… *geleng geleng*… ooo.. hati yang sakit… waaaah… sekarang ini inilah penyakit terparah disini… dari hati yang sakit sampai yang mati… obatnya hanya satu… bertobat sungguh sungguh…
@ lor muria
Terima kasih saudara sejatiku lor muria yang kukasihi… engkau berkenan hadir dan berbagi di gubuk reyot… kosong tiada apa apanya… silahkan masuk… saya bawain tikar dulu yaaa.. sekalian nanti tak bawain kopi sama gorengannya yaaa… kita melamun bersama sama…
Salam Sayang..
Salam Kangen
Salam Rindu untukmu..
[Reply]
June 1st, 2009 - 03:39
::disini ada cerita tentang hidup sesudah matinya :
AQ 2:164
AQ 6:122
AQ 35:9
AQ 36:33
AQ 43:11
AQ 50:11
namun seperti apakah ia terbaca..??
sebagian mungkin terbacakan tentang sesuatu yang hidup
sebagian lainnya mungkin akan terbacakan tentang kejadian alam…
demikianlah keluasannya, yang tak habis tertulis meski samudera menjadi tintanya…
yang terbacakan padanya tentang dirinya maka akan tersenyumlah ia
sebab ia sangat mengenal, sebagaimana ia mengenali anak-anaknya..
yang belum mengenal, mungkinakan masih ada waktu saat dipanggil…dipanggil untuk mematikan duniamu..
janganlah kau takut, itu bukan untuk memasuki kubur, bahkan kau bukan lagi kuburan…
namun memang amat banyak takut, padahal takut adalah bagian dari ragu-ragu..
takkah hendak terfahami bahwa aq bukanlah memuat hukum-hukum, meski bukan berarti tidak sama sekali adanya muatan hukum-hukum, ianya adalah petunjuk, yang menunjuki tantang suatu pencarian…yang menjadi dasar pencapaian tujuan…
[Reply]
June 1st, 2009 - 11:02
Burung burung jiwa…terbang bebas mencari sangkar di dahan…tersungkur di langit yg luas…jatuh menembus bumi gersang dan tandus…ikhlas demi persembahan terakhir…melewati pintu mati…berharap bertemu dgn yg sejati..sudah cukupkah ini…??? Salam kenal dari Hary4n4…salam hangat dan damai selalu…
[Reply]
June 1st, 2009 - 11:11
hidup ini apa sih, kang…
cuma sekedar pertunjukan buat Sutradara yang suka sekali pada lelucon…
dan gak ada satu pun pemeran pengganti yang bisa mengambil alih segala sakit dan adegan berbahaya…
Dia pasti sedang Tertawa Terbahak-bahak menontoni pertunjukan komedi paling lucu dengan pelawak-pelawak ahli slapstick bernama manusia…
[Reply]
June 1st, 2009 - 11:49
@ Hari4n4
Hehehe.. saudaraku Hari4n4 nyang baeeek.. jadi ingat lagu jadul… *maklum orang jadul*… haaaaaaai… burung dalaaam sangkaar.. wah… lupa lagi tuh… padahal burung itu bisa terbang jauuuuuuuuuuh sekali… eee… karena dalam sangkar dan lupa dikasih makan satu masaaaaa… wah… burungnya dah klepek klepek hamper mateee.. kasihan dah tuh burung… hihihi
Salam Sayang
@ Yoan
Hehehe… benaaar adanya saudaraku mbak yoan yang baik… hiduuup hanyalah sekedar senda gurau belaka… kita ini hanya berperan dalam panggung sandiwara jagad raya ini… sayangnya para pemainnya sering terjebak dan menyangka disinilah hidupnya… sungguh kasihaaaaan..
Salam Sayang
[Reply]
June 1st, 2009 - 14:21
hmmm … hati yang mati? ibarat besi karatan, hanya laku dijual di tukang rongsok. agar lebih bermakna, perlu didaur ulang. hati yang sudah mati, tak akan pernah bisa memberikan pencerahan. pencerahan bisa dilakukan jika sudah didaur ulang melalui tempaan hidup di jalur yang lurus. *halah*
[Reply]
June 1st, 2009 - 16:45
kayak tulisanku hati yang berbbulu bos bos
[Reply]
June 1st, 2009 - 22:32
hati yang indah
selalu tercerah
dan senyumpun sumringah
seiring langkah yang mudah
menuju Jalan-Nya
[Reply]
June 1st, 2009 - 22:42
*Gito Rollies mode ON*
cinta yang tulus di dalam hatiku
telah bersemi karenaMu
hati yang suram kini tiada lagi
tlah bersinar karenaMu
ohh…
biarkan hujan membasahi bumi
atau bulan yang tiada berseri
namun jangan kau biarkan cintaku
yang tulus suci hanya padaMu
semua yang ada padaMu ohh…
membuat diriku tiada berdaya
hanyalah bagimu untukMu Tuhanku
seluruh hidupku
semua yang ada padaMu ohh…
membuat diriku tiada berdaya
hanyalah bagimu untukMu Tuhanku
seluruh hidup dan cintaku
Ayo Kang, ikutan joget, jangan lupa sepatu lars sama topi koboinya…
[Reply]
June 2nd, 2009 - 01:49
@ Achoey
Hmm.. benar adanya saudaraku Achoey hanya hati hati yang hidup.. hati yang merasakan… itulah modal segala modal.. untuk berjalan kearahNYA dalam tangis penyerahan diri total dan sujud syukur…
Salam Sayang
Salam Rindu untukmu
@ mas Lambang
Waaaaaaah… *manggut manggut*… pura pura mengerti.. *geleng geleng*… hmm.. kok jadi pusing kliyengan begini… kenapa yaaaa… waaaaaaaah.. mbaaaaaaaah kenapa mbaaaaaaaaaah kesurupan begono… wah jangan jangan… jangan jangan… habis ngabisin sajen di ujung gaaaang sana… oooo.. ternyata… yayaya… ternyata… mabuk karo Gustine… hehehe..
Salam Sayang..
Salam Rindu untukmu..
[Reply]
June 2nd, 2009 - 09:18
Iman tanpa perbuatan sejatinya mati
tindakan & gerak hidup kita
adalah pengaminan atas iman kita
salam sayang selalu sedulur sinarawedi
[Reply]
June 2nd, 2009 - 10:19
@tomy
Tepat yang seperti yang saya inginkan!
Salam Brrrrr sayang-sayangan sampek elek, tuwek & matek
[Reply]
June 2nd, 2009 - 10:34
Boleh aja begituan asal pakai deodoran, parfum, bedak, lulur dan sudah mandi.
Salam Brrrrr rindu-rinduan.
[Reply]
June 4th, 2009 - 11:21
Hati yang hidup adalah hati yang berusaha dengan keras untuk berbuat jujur, seperti yang ada di http://celetukansegar.blogspot.com/2009/05/stigma-kejujuran.html
[Reply]
June 7th, 2009 - 09:44
wwaahh., jadi bingung nii mau coment apa..
lam kenal aja deehh..
hehehe
[Reply]
June 9th, 2009 - 10:00
tapi, kang, pernah aku dengar, jangan dilihat siapa yang menyampaikan tetapi renungkanlah apa yang disampaikan. pokoke disuruh merenung terus sampai tuwek deh…
[Reply]
June 11th, 2009 - 15:58
renungan yg indah kang, sejatinya manusia harus selalu berusaha menghidupkan hatinya, du…h jadi rindu padaNYA, semoga rindu ini jangan pernah sirna, amin,salam.
[Reply]
June 18th, 2009 - 03:13
bangkit dan kembali dalam jiwa yang di ridhoinya
[Reply]
June 22nd, 2009 - 09:11
salam kangboed…
ma..*ng*aaaap.. baru njedul.., betul kangboed.. hidup yang meliputi..,
salam sayang dan kangen dah radi lami teu katingal, punten.
[Reply]
August 25th, 2009 - 03:53
Romadhan menggetarkan Jiwa2 yang Haus akan Cinta Kasih Allah, sementara Kasih Sayang Allah tiada terbatas. Semoga Menjadi Berkah untuk Semua Saudara2ku yang saya Hormati dan Kasihi.
MOHON MA’AF LAHIR & BATHIN DARI KALIAN SEMUANYA…..semoga terbuka untukku sekeluarga.
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllll
[Reply]
October 7th, 2009 - 06:38
Saya ngubek2 postingan jadul nih Kang.
[Reply]
October 7th, 2009 - 06:40
Pencerahan yang singkat, padat, jelas dan mantap.
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 07:49
Salah satu yang memperindah dan menghiasi hidup kita adalah cinta. Tapi kita lihat ada orang yang dikutuk orang tuanya, bahkan terjerusmus ke lembah nista dalam perbuatan-perbuatan yang hina justru karena cinta – tentu cinta buta yang membuat tidak bisa melihat kebenaran.
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 07:51
Waspadalah saudaraku, jatuh cinta ibarat memasuki sebuah pusaran air, kalau tidak hati-hati semakin cinta semakin membelenggu, semakin hanyut, berkurang rasa malu, dan membara nafsu yang akhirnya menyengsarakan dunia akhirat, kecuali cinta di jalan Allah.
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 07:54
Oleh karena itu, jauhilah percintaan yang tidak disukai dan tidak di jalan Allah. Milikilah cinta yang asli karena Allah, yang caranya betul-betul menegakkan apapun yang diaturkan oleh agama. Percayalah, rambu-rambu yang diberikan oleh Allah akan membuat diri kita tidak diperdaya oleh cinta yang tampaknya indah padahal menjerumuskan. Na’udzubillahi min dzalik. Berlindunglah kepada Allah supaya kita tidak diperbudak oelh asmara buta.
“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.” (An-Nazi’at [79]: 40-41).
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 08:00
Saudaraku, setiap kali berbohong maka bohong itu akan menjadi penjara bagi kita. Kita akan selalu was-was dan takut diketahui kebohongan (kedustaan) kita yang mengharuskan kita berbuat bohong lanjutannya. Dan bohong itu tentu akan menjadi penjara baru. Demikianlah kurang lebih bagi orang-orang yang berdusta, berbohong atau tidak jujur dalam hal apapun.
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 08:05
Tidak akan pernah merdeka orang-orang yang tidak menjaga dirinya dari kedustaan dan ketidakjujuran. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada akhlak yang paling dibenci Rasulullah, lebih dari bohong. Apabila beliau melihat seseorang bohong dari segi apa saja, maka orang itu tidak keluar dari perasaan hati Rasulullah, sehingga beliau tahu bahwa orang itu telah bertaubat.””(HR. Ahmad).
December 12th, 2009 - 11:24
Ya Rasul, kerinduanku padamu adalah kerinduan yang tak sanggup digenggam
miliaran kata-kata dan jutaan bahasa. Kerinduanku padamu adalah kerinduan abadi yang sempurna.
[Reply]
May 30th, 2009 - 11:03
@ Lambang
hehehe.. yayaya.. ma kasih pak korlap terchuayaaank.. hahaha.. sorry saya ketiduraaaaan maaas.. hahaha.. pokoknya ma kasih banyak yaaa…
Salam Sayang
Salam Rindu untukmu..
@ illuminationis
hehehe.. yayaya.. selalu bolak balik.. hidup.. mati.. hidup.. mati dalam hidup.. hidup dalam mati.. mati sebelum mati agar hidup lebih hidup.. hidup dalam hidup.. pokoke embuuuuh laaah..
ngomong ngomong boleh dunk kasih bocorannya buat kite kite nyang awaaam.. bagaimana caranya mati.. seninya mati.. *muka ngarep ON*..
Salam Sayang
*lirik atasnya cengar cengir*
[Reply]
May 30th, 2009 - 11:56
Ya, bagaimana bisa??
Bisa-tidak bermanfaat- kalau disandarkan pada nilai amalan Ila-Allah, maksudnya apalah artinya amalan kita yang kita kerjakan kalau hati kita mati, hati kita tidak ikut hadir dalam mengerjakan amalan tersebut. sehingga haya kulitnya saja yang tahu, jadi seperti robot.
contoh kongritnya seperti sabda Rosul yang menyitir kalau ada dua orang shalat, dilihat dari luar kelihatan sama, tetapi sejatinya berbeda seperti langit dan bumi.Yang satu shalat dengan jiwa dan raganya, duaduanya sadar dan hadir.
Orang yang satu shalat dengan raganya hanya untuk memenuhi syarat rukun shalat, tapi hatinya tidur bahkan mati.
Kedua
Bisa bermanfaat kalau dipandang sebagai “mutiara”
Mutiara tetap berharga bagi orang yang memegangnya.
Mutiara dimanapun tempatnya tetap mutiara, mau dileher wanita, ditoko emas, atau dicomberan sekalipun tetaplah mutiara.
Mutiara ILAHI tetaplah mutiara yang berharga, mau keluar dari orang bodoh / pintar, orang gila / waras, orang fakir, orang abangan, orang putihan, mau dari ustad, kyai bahkan orang kafirpun tataplah mutiara.
Hehehehee…..
itu kata orang kali….
Salam mutiara
untuk yang punya mutiara
dan yang berharap dapat mutiara
Selamat berjuang
[Reply]
May 30th, 2009 - 14:00
@ Mujahidah Wanita
Yayaya… saudaraku mBaaak Yu nee yang baik… benar semua itu adanya mbaaak… hanya hati hati yang hidup dan terbangun dari tidur yang berkepanjangan.. mau berjalan menghampiri DIA.. dalam tangis penyerahan diri dan sujud syukur…
Salam Sayang
Salam Taklim
@ Adi Isa
Hehehe… sampeyan gayanya memang begonooooo…
Salam Sayang
@ lor muria
Benaaaaar saudara sejatiku… sudah saatnya kita semua tidak terperangkap selalu memperhatikan bungkus saja karena kadang.. dan banyak sekali kita selalu terjebak dan berhenti disitu…
Banyak kita mengira secara lahiriah.. orang kita anggap rendah.. seperti tulisan CAHAYA SYUKUR Seorang Kakek Tua padahal banyak di sekeliling kita yang sudah bermakrifat dan bersembunyi…
Yayaya… maaas… mari kita silih asah.. silih asih… silih asuh.. demi mencari terus mutiara mutiara kehidupan yang tersebar di alam semesta raya ini… dan bergandengan tangan dalam kebersamaan.. menanamkan rasa cinta damai dan kasih sayaaaaang
Salam Sayang
Salam Kangen
Salam Taklim
Salam Rindu untukmu..
[Reply]
May 30th, 2009 - 12:51
@ lor muria
Huuuuuuwaaaakaakakak.. saudara sejatiku lor muria yang kusayangi dan kucintai.. *narsis ya*… hehehe… waaaaaaaah mau bilang apalagi semua perumpamaan dan seloka diatas sudah di babar habis… di buka tandees… hehehe… satu perkataan yang keluar dari hati yang hidup… TASTEnya… weleh weleeeeeh… arrasypun ikut bergetar… hehehe..
Salam Sayang
Salam Kangen
Salam Taklim
Salam Rindu untukmu..
@ Quantum ILLAHI
Hehehehe… santaaaaaai maas… pokoke siiiip.. yayaya… semoga kita bisa menjalin persahabatan yang baik… yayaya…
Salam Sayang
[Reply]
May 30th, 2009 - 14:40
@ Yari NK
Yayaya… saudaraku Bang Yari yang ganteeeeng… betul adanya… sudah saatnya bagi kita semua mendengarkan tangisan tangisan burung di dalam sangkar kehidupan.. sudah saatnya burung itu kita pelihara dan beri makanan yang sehat… agar burung itu tetap hidup tidak sakit apalagi mati… semoga burung burung itu segera dapat berkicau riuh meramaikan alam semesta raya dengan alunan lagu yang indah dan menawan…
Salam Sayang
Salam Kangen
@ Black_id
Beneeer maaas black_id… semua malah akan menjadi sesuatu yang kontradiksi… penuh kebohongan dan kepalsuan…
Salam Sayang Selalu
@ Ratana Kumara
Hehehe.. benar adanya broooooot…herku chayaaaaaaaank… sebenarnya langkah utama dan pertama dalam beragama… adalah untuk memperbaiki diri… menata diri pribadi… menemukan jati diri sendiri… membentuk hubungan pribadi yang erat dan mesra dengan Sang Maha Pencipta… dan akhirnya berbagi sesame manusia dalam cinta damai penuh kasih saying.. dalam persaudaraan.. yang memegang teguh nilai nilai kejujuran… terhadap diri, sesame dan Tuhan…
Salam Sayang
Salam Rindu untukmu..
[Reply]
May 30th, 2009 - 15:55
nah ini cocokkk… waktu hatiku hidup, akal (kognisi) mati, byarr pettt… hah? ga bisa motret sama sekali… huaaaa
[Reply]
May 30th, 2009 - 20:49
waaaah.. mas celetukan segaaar.. benar benar penjelasan yang baik.. mungkin saya menambahkan sedikit ya maaas.. maasf kalau OOT.. dulu sebelum disini kita hidup.. sekarang kita hidup.. dan nantipun kita hidup.. dalam hidup sewajarnya ada nafas.. dan hanya dialam dunia yaitu alam dengan dualitasnya.. cara nafas kita yang berbeda.. *kalau nanya nafas dulu sama nanti saya juga gak tahu*.. hehehe.. di alam dunia ini nafas itu turun dan naik.. seperti berdiri tegaknya alif..
oh yayaya.. kalau tidak salah.. satu tarikan nafas.. udara yang masuk.. membuat sirkulasi terbesar dalam jasad kita bergerak.. jantung memompa darah.. mengantarkan oksigen dan sari makanan keseluruh tubuh.. dari situ timbullah energi timbullah tenaga.. maka dimulailah manusia itu bergerak.. hidup hanya satu tarikan nafas.. yayaya.. satu tarikan nafas.. dalam nafas ada hidup.. sebagai bukti dan saksi begitu dekatnya ALLAH melebihi urat nadi kita.. waaah.. jadi curhat juga ya maaas maaf OOT.. hehehe..
Salam Sayang..
Salam Rindu untukmu..
[Reply]
May 31st, 2009 - 14:32
@ m4stono
Hehehe.. makasih telah mampir saudaraku m4stono.. semoga anda sekeluarga sehat selalu.. dalam berkat dan lindunganNYA..
Salam Sayang
@ Sikap Samin
Hehehe.. saudara sejatiku mas Samin yang terkasih.. maaf.. ma..*ng*…aaap.. salah lihat judulnya yaaaa.. walau nantinya akhirnya kesitu juga..
Salam Sayang..
Salam Rindu untukmu..
[Reply]
May 31st, 2009 - 14:33
@ Yang Kung
Benaaaar adanya semua itu sedulur tuaku Yang kung yang saya hormati.. kelahiran yang pertama sudah kita alami.. dan secara lahiriah kita ini hidup.. tentunya kita harus mengalami kelahiran yang kedua kali.. kelahiran yang baru.. kelahiran ruh kita.. ruh kudus.. menjadi raja memimpin sang diri hina… mungkin begitu yaaaa adanya… sebuah makna pencerahan hidup dalam cinta damai dan kasih sayang yang meliputi.. karena insane mewujud karena CINTA…
Salam Sayang..
Salam Rindu untukmu..
@ Andioka
Hehehe.. salam kembali kepadamu sahabat Andioka yang baik.. salam dari emBandung.. waaaah jadi ingat Cirebon.. kota kelahiran ibuku… makanannya enak enak tuh.. hehehe.. mari kita raih hiduuuuup.. hidup dalam cinta dan kasih sayang…
Salam Sayang
[Reply]
May 31st, 2009 - 22:39
Ya, diobatin aja.
bawa aja kedokter.
gitu aja ko repott…
hehehe….
disini juga banyak dokternya
tinggal pilih sesuai selera
[Reply]
June 1st, 2009 - 10:37
hehehe.. benar benar khas dari bolo bolo ku sang Ustadz ZAL terkasih dan tersayang.. bahasa yang berat bikin kepala kliyengan untuk mengetahui maksudnya.. *manggut Manggut*.. pura pura mengerti.. *geleng geleng*.. susah yaaaa.. hihihi.. tapi setuju.. Siapa yang mengenal akan dirinya tentu dia akan tersenyum dan tertawa melihat manusia manusia yang tertipu nikmat yang samar.. selalu ragu untuk mengambil keputusan.. sampai akhirnya terlambat sudah..
Salam Sayang
Salam Rindu untukmu..
[Reply]
June 1st, 2009 - 14:43
hehehe.. sahabatku pak Sawali yang baik.. guruku yang bijaksana.. benar adanya.. sekarang terlalu banyak..
Sakit hati ==== hati yang sakit *mpir mati kayanya*
Sakit jiwa ==== jiwa yang sakit
makanya buat para sahabatku mari kita hidupkan hati kita dengan tangiiiis penyerahan diri dan sujud syukur..
Salam Sayang
Salam Rindu untukmu
[Reply]
June 1st, 2009 - 19:15
@ Soewoeng
Huuuuwaaakaakakak.. beneer mas soewoeng… meluncur sekarang juga ke TKP… hmm.. *manggut manggut*.. bener ga yaaaaa.. *geleng geleng*.. kayanya… boong dah.. tahu endiri.. namanya soewoeng kerjanya ngerjain orang.. dengan alas an soewoeng getu loooh..
Salam Sayang
Salam Rindu untukmu..
[Reply]
June 2nd, 2009 - 10:23
iyaaa.. beneeer Mas Tommy chayaaaank. apalah artinya iman tanpa perbuatan.. kadang kita salah kaprah mengartikan iman itu sendiri.. percaya dan YAKIN tentunya seudah berbeda.. iman tumbuh dari pertobatan total.. diikuti kelahiran baru.. bangkitnya burung burung jiwa.. hidup yang di pimpin roh.. dan tiada harus dikatakan lagi apa yang akan diperbuat manusia manusia yang hidupnya dipimpin oleh RUH..
Salam Sayang..
Salam Kangen
Salam Rindu untukmu..
[Reply]
June 2nd, 2009 - 10:28
hehehe.. wujud nyata dari IMAN adalah CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG.. mari biarlah kita disini mulai saling berangkulan.. berpeluk pelukan.. cium ciuman.. *hueeeekszzz*.. dalam Cinta dan kasih sayang di antara kita.. sehingga terjalin semangat sedulur.. silih asih.. silih asah.. silih asuh..
Salam Sayang.. brrrr..
Salam Rindu untukmu..
[Reply]
June 2nd, 2009 - 10:55
hmm.. kliyengan.. pucing.. *matek*.. *mabuk ketek*.. mas Segar dah mandii beluuum.. kok peluk peluk.. mandi dulu sonooooooo…
Salam Sayang..
Salam Rindu untukmu..
[Reply]
June 4th, 2009 - 11:31
betul mas Segar nyang guanteeeeeng.. ada pepatah hati hurani itu tidak pernah berbohong.. hati itu tidak akan mencelakakan manusia..
Salam Sayang untukmu
[Reply]
June 9th, 2009 - 10:30
@ yudhamovic
Santaaaaaaai.. nyok kita santaaai agar enda bingung yaa.. salam persahabatan mas Yudha.. sekiranya berkenan untuk mampir kesini.. *muka ngarep ON*..
Salam Sayang
@ ~noe~
sebelum kita melangkah keluar diri sangatlah baik jika kita melangkah kedalam diri terlebih dahulu.. menata diri.. menemukan diri sebenar diri.. habluminnanas yang baik tentulah didasari habluminnallah yang baik.. sesuatu yang keluar dari hati yang bersih tentu hanya Cinta dan Kasih Sayang
Salam Sayang
[Reply]
June 11th, 2009 - 17:34
sungguh bahagia rasanya.. saudaraku bunda don’t worry.. hidupkan malam dengan jiwa jiwa yang gelisah ditelan kerinduan.. dalam tangis penyerahan diri dan sujud syukuuuur.. nikmati sapaan halusNYA..
Salam Sayang
[Reply]
June 22nd, 2009 - 09:46
hehehe.. yayaya.. hidup yang meliputi.. mari bersama kita raih..
Salam Sayang
Salam rindu untukmu..
[Reply]