Indahnya Kebersamaan
Hahahaha….. Jaman Ueedaaaaaaan… Kebenaraaan selalu menjadi rebutaaaaan… semua golongan dengan membawa konsepnya masing masing mengultimatumkan bahwa golongannya yang benaaaaaar… Perpecahan, Perselisihan, Pertempuran semakin sering dan mudah terjadi…. Yayaya…. Hanya untuk menyatakan dan menunjukan sekali lagi sebagai golongan yang paling Benar… bahkan dalam satu golongaaaaanpun bertikai dan berselisih saling menghujaaaat dan parahnya bisa saling menyerang hanya untuk memperebutkan kebenaran….. Yayayaya… KEBENARAN…. Hmm…. Benarkah ini adalah KEBENARAN atau hanyalah PEMBENARAN yayaya… PEMBENARAN….. karena KEBENARAN tiadalah mungkin untuk diperebutkan dan diperselisihkan… serta selalu menyebabkan perpecahan antar umat manusia yang beragama… Indahnya Kebersamaan..
Hmm… sebuah renungan… yayaya… renungan…
Kesadaran diri sejati meliputi sang diri lemah
Sungguh ternyata tak ada yang berbeda beda
Kesejatian yang tak pernah disadari manusia
Sungguh semua bias dari cahaya kang pinuji
Warna.. perbedaan.. apapun itu adalah hanya satu kepalsuan belaka
setiap warna membela warnanya dan merendahkan warna yang lainnya
sungguhlah saudaraku semua itu bukanlah kebenaran sejati
Itu hanyalah pembenaran sekali lagi pembenaran.. hehehe...
Kebenaran Sejati hanyalah satu
jika masih dua tiga atau empat
Sekali lagi itu bukan Kesejatian
Itu hanyalah Kepalsuan yang menutup mata kita semua
Ternyata semua warna semua rupa semua bentuk dan semuanya
Hanyalah sekedar bias dari warna yang satu rupa yang satu
Tiada yang lain tiada bukan hanya SATU Yang ADA
bias itu terlihat ketika kesadaran diri sejati meliputi
Oh.. alangkah indah.. damai dan sempurnanya
Jika setiap warna dan rupa yang berbeda ini bersatu
Bersatu dalam Kedamaian Cinta dan Kasih Sayang
Dalam kesadaran akan Kebenaran Sejati meliputi
Maka akan terlihatlah nuansa warna warni yang indah
rupa rupa bentuk yang saling mengisi kekosongan
membentuk menjadi satu bangunan yang kokoh dan kuat
dari bahan yang berbeda dan berupa rupa serta bermacam
Bangunan kesejatian
Menara kesadaran diri
Pintu kebenaran sejati
Berlantaikan Kasih Sayang
Damai dan indahlah bumi pertiwi ini
Sejahteralah seluruh rakyatnya
Ini hanya ada dalam dunia lamunan
Lamunan si botol kosong yang tak pernah berhenti melamun
RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk
... MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA ...
SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG
‘TUK SEMUA SAHABAT SAHABATKU TERSAYANG
” I LOVE YOU PUUUUULLLLLLLLLLL “






May 3rd, 2009 - 10:51
Dear Bro KangBoed
Wuahhh…, nice post brother…, cool…
[Reply]
May 3rd, 2009 - 11:23
Brother-ku,
Aku kirim email pribadi ke laskarid13…
Mohon dibaca dan tanggapannya yah Bro
Peace & Love
[Reply]
May 3rd, 2009 - 11:39
occccceeeee… brooo… dah di balaaas tuh… harap maklum yaaa OON sur OON tapi secara prinsiiip oke broooot….herku sayaaaaang… hahaha…….
Salam Sayang
[Reply]
May 3rd, 2009 - 13:12
KangBoed
bagiku, yang indah perbedaannya
kebersamaan sih itu bisa direkayasa kan?
tapi, sumpah aku ngga ngomongin politik lo
salam kenal
[Reply]
May 4th, 2009 - 07:05
selama nasi uduk masih terasa enak, maka tidak ada yang utuh dalam hidup ini kecuali satu, yakni perbedaan
menyatu dalam perbedaan adalah ciri, dimana jiwa telah menjadi utuh …….
apa bener gitu KangBoed-ku
Salam Sayang
Salam Kangen
Salam Taklim
Salam Sejati ….. juga
sampai mati ……………….. hehehe
[Reply]
May 4th, 2009 - 08:29
Perbedaan….. ya…..perbedaan….
benar..!!! tidak di pungkiri adanya perbedaan itu….
perbedaan itu terlihat hanya dari pandangan Manusia semata, di karena perasaan tidak puas akan sesuatu lalu melahirkan perbedaan di sana sini….dan di karenakan timbulnya perbedaan itu karena perasaan tidak puas yang ada pada dirinya… maka terjadilah perdebatan, perselisihan, pertengkaran, merasa paling benar dan tidak tanggung2 berujung pada perkelahian dan pertumpahan darah….
Jika demikian adanya…, maka jalan yang membawa Rahmat dan Keselamatan agar tidak terjadi perselisihan, pertengkaran, merasa paling benar dll…dll….dll…., maka kenalilah yang mengadakan perbedaan itu kemudian di mengerti bahwa sekali2 SangHyang Kuasa Jagad Alam (Allah Swt) tidak menciptakan akan sesuatu dengan sia2, Semuanya ada makna dan Hikmah yang terkandung di dalamnya bagi mereka2 yang mau merenungkannya… dan memikirkannya…
Biarlah…..Mawar tumbuh berduri…., akan tetapi Warna Merahnya sangat merekah sekali dan baunya sangat wangi sekali.
Biarlah….. Buah Durian itu berduri yang sangat tajam sekali….., akan tetapi Rasa yang ada di dalamnya sungguh menggoda selera untuk menikmatinya… dan bau harumnya pun sudah tercium dari beberapa meter.
Biarlah….. Manusia itu tempatnya salah dan Lupa, karena memang itu adalah Fitrahnya….. tetapi ketahui dan renungkanlah bahwa di dalamnya terdapat Sirr Tuhan sebagai Pusat Rahmat bag isekalian Alam. Maka tebarkan lah Sirr itu kepada sekalian Alam dan bersilaturahmilah….dan jangan lah berpecah belah…
Sesungguhnya Manusia itu tercipta dari sepasang laki2 dan perempuan lalu menjadi berbangsa2 dan bersuku2 agar kalian saling kenal mengenal satu dengan yang lain.
Salam berkah dari Tuhan yang Maha Esa untuk para Hamba2-Nya yang terkasih dan tersayang
Dan salam Sejati ntuk saudara2ku semuanya di Blog ini
Juga untuk kangboed… yang *tangannya menarik*
Baru tahu nih…. ternyata Blognya sudah pada rame sekali ya…semoga saya tidak terlambat masuk ke kelas ini..
(*duduk paling pojok sebelah kanan di belakang dekat jendela terbuka*)
[Reply]
May 4th, 2009 - 10:08
@ Yai Malfi Ali..
Hmm… satu kehormatan besar kedatangan Yaiku Malfi Ali yang guanteeeeng dan baek hati… Yai nyang satu ini sungguh semangaaaatnya ruaaaar biaaasaa.. sungguh kami yang muda muda seharusnya menjadi malu… hihihi.. Terima kasih atas kunjungannya di tunggu nasi uduknya hehehe… yayaya… spiritualitas adalah membuat yang kaku menjadi luwes dan semakin lentur saja.. sehingga menyatu menjadi satu bagian dalam perbedaaan.. ditunggu pencerahan pencerahannya Yai…
Salam Sayang
Salam Kangen
Salam Taklim
Salam Sejati sampai mati…
@ mBaaaaaahku PJ
Hahaahahaahahaa… Sungguh dalam makna yang mBahku sampaikan.. makanya tidak salah bahwa pendiri negeri ini dan para mBaaah mbaah kita dahulu menjadikan *Bhineka Tunggal Ika* sungguh para mBaaah mbaah.. itu adalah orang orang yang tercerahkan.. sehingga dapat menangkap dan menyimbolkan nilai nilai kesejatian dan Sangkan Paran kita anak cucunya ini.. yaaa mBaaaah PJ ku sayaaaang.. weleh weleeeh malaaah bobo dipojokaaaan *glesoot bobo di paha mBaahku* hmm.. dingin berangin,,… huuuwaaakakak.. hihihi..
Salam Sayang
Salam Kangen
Salam Taklim
Salam Sejati sampai mati…
[Reply]
May 4th, 2009 - 11:21
bagai ombak & bibir pantai
semua makin menegaskan akan kehadiran
hadirmu & hadirku
dalam beda spektrum warna
yang membuat hidup demikian indahnya
…
namun hijau daun adalah sinar mentari
juga sinar mentari adalah hijaunya daun
bagaikan hijau daun & sinar mentari
demikianlah sejatinya segala rupa & warna
…
salam sayang salam kangen
moga karma kita mempertemukan dalam perjumpaan
[Reply]
May 4th, 2009 - 19:08
betul sukalil… hehehe.. kalau keanekaragaman dijadikan satu jadi indah warna, rasa, dan akan menemui yang satu jua…,
warna warna membias dijagad raya…
berpendaran saling menonjolkan keindahan…
pudar menggapai sang surya…,
menjadi tak berwarna….
salam sihkatresnan..
rahayu…,
punten kangboed… besok minggu tanggal, 10 Mai kangboed ada acara ga yaa…? tq
[Reply]
May 5th, 2009 - 00:43
@ mas Tommy chuayank
hahaha… apalagi yang mau dikatakan… kalau sudah tahu dan mengerti… yayaya… mengerti dalam kamu ada aku dan dalamku ada kamu… semua terbit dari sinaaar yang sama… membias terbagi menjadi berbagai macam warna.. hanya untuk membuat sandiwara ini ramai dan indah di lihaaaaat…. yayaya… semoga putaran sang waktu suatu saaat bisa mempertemukan kita semua… walauu sejatinya kita sudah bertemu dalaaaam kedalaman RASA… yang jauh lebih terikat dan bermaknaa…
Salam Sayang Selalu..
@ Mas Hadi Wirojati..
Di antos pisaaaan atuuuh kasumpinganana di gubuk reyot kawula… mugi mugi abdi diparingan rejeki tiasa ngunduh elmu kahirupan… yayaya… semogaaa… hari sabtu juga boleh maaas… santaaaai.. hahaha..
Salam Sayaaaang…
[Reply]
May 5th, 2009 - 16:20
wah … selamat memiliki rumah baru …..
siiiip seperti pelangi yang indah yang membawakanku seorang bidadari dari kayangan …. tapi tenang aja kang … aku gak akan nyolong selendangnya kok.
salam,
[Reply]
May 26th, 2009 - 10:57
KangBoed..
Ngomong2 soal kebenaran,katanya kebenaran itu ada beberapa versi.
1. Kebenaran menurut diri sendiri (aku,awake dhewe)
2. Kebenaran menurut golongan
3. Kebenaran menurut penguasa
4. Kebenaran Hakiki (kebenaran dihadapan Sang Pencipta)
Nomor satu tidak terlalu berbahaya, nomor 2 dan 3 berbahaya bisa merugikan orang banyak. Lha yang nomor 4, cara mencarinya dan mengklaim bahwa itu sebuah kebenaran dari Tuhan caranya gimana ya, he he
*ruwet*
[Reply]
May 26th, 2009 - 11:26
hihihi.. daaaaah kangeeen neeeh.. wis sehaaaat yaaa mas Nagbehi chayaaaaank.. syukuuuur daaaah.. hahaha.. jarang mampir yaaaa maaaaaaaas.. tengokin dunk rumah saudaramu nyang atu ini.. eee.. sekalinya mampiiir pertanyaannya beraaaaat bangeeet..
hehehe.. kalau diperdebatkan oleh fikir.. apakah itu hakiki.. apakah fikir dan logika akan mampu menampung kebenaran hakiki.. fikir dan logika.. adalah dualitas untung dan rugi.. dan sebagainya.. apakah kebenaran hakiki itu masih tercakup dalam dualitas tadi.. tentu tidak ya maaas Ngabehi yang baik.. kebenaran hakiki itu hanya satu.. sukar dijelaskan dengan kata kata.. seperti sebuah teori dan filsafat saja.. tetapi bisa dirasakan oleh jiwa jiwa yang mengalaminya.. kebenaran hakiki bukan untuk diperdebatkan.. tetapi mari kita temukan dalam kesejatian rasa.. memancar dari kedalaman hati nurani yang paling dalam.. menyadari semua adalah satu.. berasal dari yang satu.. yayaya.. hati hati yang hidup memancar dalam Jiwa Jiwa yang Tenang.. mudah mudahan mas kita bisa berbagi mencari dan bergandengan tangan dalam menemukan makna kehidupan.. kebenaran hakiki dalam cinta dan kasih sayang abadi..
Salam sayang
Salam Kangen
Salan Rindu
[Reply]
May 27th, 2009 - 14:01
ha ha ha, cocok kang boed.Mari saling berlomba untuk menggapai kebenaran hakiki tersebut.
akan tampak sorot2 mata yang teduh
akan terdengar tutur kata yang lembut
Akan terlihat perbuatan2 yang mulia
itulah pancaran akhlakul qarimah
yang berasal dari jiwa jiwa yang tenang.
wassalam
[Reply]
June 22nd, 2009 - 10:05
iya, kebenaran itu sering menjadi rebutan, tapi di di judulnya kaukaknya bener, kebersamaan dalam perbedaan memang akan terasa indah
===============================================
Subhanallaaaaah.. semoga sudah saatnya kita membangun kebersamaan berdasarkan kebangkitan hati nurani.. kebangkitan esensi manusia sebagai makhluk ciptaan yang paling mulia… sebagai wakil Tuhan dimuka bumi untuk menebarkan kasih sayang kepada seluruh ciptaanNYA..
Salam Sayang
[Reply]
June 22nd, 2009 - 10:57
jiahaha…
berhasil juga posting lama ditaruh di muka
resep dari guskar, nih…
btw, kangboed, alangkah lebih bijaksana jika si botol kosong juga diisi dengan berbagai macam ilmu tentang perbedaan, bukan hanya lamunan yang tetap mengosongkan ruangnya. karena dalam kasunyatannya si botol kosong sangat mudah digerus oleh botol-botol lain yang berisi padat khususnya tentang ilmu2 keangkaramurkaan.
salam
[Reply]
June 22nd, 2009 - 11:11
award Gan.
click kene
==============================================
weleh weleeeeh.. sampai terharu begono.. begitu banyak saudara saudara yang mengasihi… *malu muka merah*.. meluncur segera ke TKP manggil becaaaaak.. tunggu daku sahabaaaaat..
Salam Sayang
[Reply]
June 22nd, 2009 - 11:16
sebenernya gak ada yang berbeda didunia ini,,mata kita aj yang membuat seakan-akan berbeda,,namun sebenernya kita semua sama..
dan kebenaran yang sebenarnya itu ad ditangan tuhan,,makannya jngan merasa paling bener,,hehe”
[Reply]
June 22nd, 2009 - 11:33
Perbedaan adalah hikmah yang bisa kita petik … Kebersamaan adalah ukhuwah yang bisa kita jalin
[Reply]
June 22nd, 2009 - 12:06
apa kabar sobat, berkunjung di siang bolong
[Reply]
June 22nd, 2009 - 13:05
Perbedaan akan indah,
jika tak terisi resah,
dan yang terlibat memahami inti masalah…
Perbedaan adalah cermin pecah,
saat tak paham unggul menjajah,
lalu lahirkan vonis: “ah, kamu salah!”
Kebenaran hakiki,
milik Allah al-Baariy.
Ku tak harus bingung diri:
junjung sabda RosuluLloh dengan tinggi,
rekam taslim pitutur para pewaris nabi…
[Reply]
June 22nd, 2009 - 14:03
Saya numpang baca aja ya.
[Reply]
June 22nd, 2009 - 14:12
Memang bner2 indah . . asal gk kumpul kebo ya kang..assalamu alaikum
[Reply]
June 25th, 2009 - 13:39
……………….
Taman yang Indah…
bukan hanya ada satu warna kembang..
……………….
indahnya..
adalah yang tersedia ber macam2 kembang..
ada..yg putih , merah..
ada..yg wangi , bauuk…!!
..inilah..
..indahnya kebersamaan..
..indahnya perbedaan..
bla…blaa..blaaaaa…
SALAM SAYANG.
[Reply]
June 25th, 2009 - 14:16
yang berbeda adalah egonya padahal semua adalah sama….
===============================================
benar saudaraku omiyan yang baik… sudah saatnya kita melangkah dalam cinta dan kasih sayang… berdasarkan suara hati nurani yang paling dalam.. eee.. ngomong ngomong sering mampir yaaa.. *muka ngarep*..
Salam Sayang
[Reply]
June 25th, 2009 - 14:44
Hebat…Kang Boed..
padahal kalau warna (kebenaran) itu di jadikan satu,
pastilah akan indah..(warnanya eh kebenaran itu..)
[Reply]
June 25th, 2009 - 14:44
Weleh kangBoed, ulah sok ngabotol limun, mending oge nyusu sodah… ulah sok getol ngalamun Kang, perbedaan itu memang indah…
Salam,
[Reply]
June 25th, 2009 - 16:26
padahal kalau saja kerendahan hati
yg dikedepankan.
maka, kesadaran akan datang.
Yang Maha Benar adalah DIA.
kita, manusia adalah tempat nya salah dan gudangnya khilaf.
salam.
[Reply]
June 25th, 2009 - 16:39
Saya bermimpi.. sesudah pilpres..
Diumumkan.. yang terpilih.. si A dan si B..
C,D,E,F memberikan uluran tangan.. mengucapkan selamat plus.. tawaran untuk bergabung membaktikan dirinya bagi Indonesia..
Hmmm indahnya…
ada perbedaan
ada juga kebersamaan
ada saling juang
ada ssling tolong dan memberi…
[Reply]
June 25th, 2009 - 17:23
Kebersamaan awal kesuksesan… Setuju kang… pelangi aja indah karena beda
KangBoed ‘zombie’, kang Saka ‘Virus’, saya ‘Sikasep’
, kita beda & susah bersama kang… gimana nih?
[Reply]
June 25th, 2009 - 17:24
saya sangat menyesal kang?…karena selama ini saya selalu tidak menyontreng setiap ada Pilpres. Gimana dong kang, ada temen saya bercerita tentang, hanya dia seorang yang tidak dapat kartu pemilih dari KPU setempat. Nah, salah atau benarkah saya dan temen saya?…^_^…V
[Reply]
June 25th, 2009 - 18:03
Perbedaan…,
Bukankah beda itu sebuah fitrah?
Ada si kaya dan si miskin, Ada pria dan wanita
Bukankah beda itu untuk saling melengkapi
Matahari benderang di siang hari, sang rembulan tersenyum digelap malam tuk menerangi
Lalu…, apanya yang salah?
Persamaan…,
Bukankah sama itu tak harus serupa?
Bukankah Si kaya dan si miskin juga sama, karena sama2 ciptaan Alloh Ta’ala?
Bukankah pria dan wanita tiada beda, karena sama2 makhluk Alloh yang dilahirkan tuk saling mengisi?
Bukankah sama itu tak harus bersama?
Matahari dan bulan juga tak pernah bergandengan tangan
Karena memang diciptakan untuk saling bergantian
Lalu apanya yang harus diperdebatkan?
Kebenaran…
Kebenaran sejati hanya Alloh lah yang memilki
Pembenaran diri hanyalah tipu daya manusia yang tiada mau mengerti
Lalu kenapa kita harus berpusing diri?
Selama kita cukup tau dan berusaha memahami
Tentang siapa dan bagaimana seharusnya kita ini
Lanjut bang boss…
lam kangen
selalu
[Reply]
June 25th, 2009 - 19:25
Kebenaran sejati itu kebenaran yg diperjuangkan demi orang banyak bukan kebenaran demi diri sendiri.Orang yg benar takkan menyalahkan yg lain.Orang yg benar mengerti bagaimana memperbaiki kesalahan diri bukan mencari menang sendiri.Oh ya untuk keberagaman cukup satu kalimat. Pelangi indah karena terdiri dari banyak warna.
Salam rindu kangboed
[Reply]
June 25th, 2009 - 19:30
Kebenaran sejati itu kebenaran yg diperjuangkan demi orang banyak bukan kebenaran demi diri sendiri.Orang yg benar takkan menyalahkan yg lain.Orang yg benar mengerti bagaimana memperbaiki kesalahan diri bukan mencari menang sendiri.Oh ya untuk keberagaman cukup satu kalimat.Keberagaman menunjukKan betapa MAHA SANG PENCIPTA.Kayak makanan gak seduaap kalo gak nano-nano
duh… jadi laper
Salam rindu kangboed
[Reply]
June 25th, 2009 - 19:31
Kebenaran sejati itu kebenaran yg diperjuangkan demi orang banyak bukan kebenaran demi diri sendiri.Orang yg benar takkan menyalahkan yg lain.Orang yg benar mengerti bagaimana memperbaiki kesalahan diri bukan mencari menang sendiri.Oh ya untuk keberagaman cukup satu kalimat.Keberagaman menunjukKan betapa MAHA SANG PENCIPTA.Kayak makanan gak seduaap kalo rasanya gak nano-nano
duh… jadi laper
Salam rindu kangboed
[Reply]
June 25th, 2009 - 19:38
Duh kangboed sorry nih human eror je… mohon maaf yow
dasar tolol yg namanya gagak seta
ampun baginda raja… hamba akan hukum diri sendiri…:-(
[Reply]
June 25th, 2009 - 20:31
Akan aku berikan raga dan jiwa seutuhnya untuk menempuh jalan penyerahan diri total.Biar aku berhamba kepada yang KUASA.Biar diri hina sehina debu yg tiada arti.Namun tlahku abdikan langkah dijalannya kutujukan mata dicahayanya kutujukan hati di pintu kasih tak terhingga.Biarkan aku jadi hambaMU seutuhnya
salam sayang
salam hormat
[Reply]
June 25th, 2009 - 21:14
Yah…kita hidup karena kasih berlimpah dariNYA tanpa kehendakNYA apalah daya kita? karena DIA ada dalam kita. Sudah selayaknya dalam hidup ini kita selalu mencoba menjadi manusia yg layak menjadi hambaNYA biarkan kita utuh kembali padaNYA
salam hangat
salam kasih
[Reply]
August 25th, 2009 - 03:46
Romadhan menggetarkan Jiwa2 yang Haus akan Cinta Kasih Allah, sementara Kasih Sayang Allah tiada terbatas. Semoga Menjadi Berkah untuk Semua Saudara2ku yang saya Hormati dan Kasihi.
MOHON MA’AF LAHIR & BATHIN DARI KALIAN SEMUANYA…..semoga terbuka untukku sekeluarga.
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllll
[Reply]
December 10th, 2009 - 08:14
Indahnya kebersamaan.
Mungkin dua kata itu kuanggap paling tepat untuk mengungkapkan arti pentingnya kebersamaan dalam sebuah keluarga.
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 10th, 2009 at 08:17
Ah, indahnya kebersamaan itu….tapi kalau keseringan berkumpul, bosen juga kali yah
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 22nd, 2009 at 08:37
Manusia dianggap baik bukan karena ketampanannya, kekayaannya, jabatan/kedudukannya, kepintarannya, keterpandangnya atau keterhormatannya di mata masyarakat. Begitu pula manusia dianggap buruk bukan karena kejelekan rupa dan kemiskinan serta kedudukannya di masyarakat.
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 22nd, 2009 at 08:37
Namun, nilai manusia itu, baik atau buruk, di mata Allah bergantung pada ketakwaannya. Seorang miskin yang bertakwa lebih mulia bila dibandingkan dengan seorang ulama yang membohongi umatnya, yang menyimpangkan pemahaman umat terhadap kemurnian ide Islam, meskipun ilmunya lebih banyak. Mahasuci Allah yang menilai manusia bukan karena sesuatu yang tampak.
December 10th, 2009 - 08:15
Entah itu antara suami istri, bapak Ibu, ortu dengan anak, kakak dan ade, bahkan kita dengan pembantu di rumah pun. Terkadang kita “lupa” menyadari pada saat kita berdekatan dengan mereka, kita tidak memikirkan bahwa arti hadirnya mereka sangat penting.
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 10th, 2009 at 08:16
Tapi.. saat kita berada di tempat yang berbeda, jauh dari mereka dan lagi sendiri betapa kita akan merasakan kesepian, kangen dan membutuhkan mereka. Apalagi kalau kita lagi jatuh sakit, di perantauan lagi. Aduuuhhh… pasti kebayang deh bagaimana rasanya menderita hidup “sebatang kara”.
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 10th, 2009 at 08:16
Saat itu aku berpikir bagaimana aku harus bisa survive sendirian, sakit di perantauan tanpa mereka, memikirkan kebutuhan sendiri, melayani diri sendiri dan ingin segera menyelesaikan tugas di Bali supaya cepat pulang, cepet kumpul keluarga, berada di antara mereka, bercanda canda dan hmmm…..minta tolong diambilkan ini atau itu ( he he he.. tetep…).
Aachhh….Indahnya kebersamaan…
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 05:52
Kemerdekaan hakiki adalah bila kita tidak diperbudak keinginan dipuji, dihargai, dihormati, dibalas budi oleh orang lain.
Kemerdekaan adalah milik orang yang ikhlas yang menghamba hanya kepada Allah.
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 05:53
Untuk Blogger kita Update terus blog kita untuk memberikan informasi, pengetahuan kepada yang lain, mari kita tetap berbagi di Indahnya kemerdekaan ini….
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 05:54
Segala puji bagi Allah Yang Maha Agung, yang selalu ingin membahagiakan hamba-hambaNya, agar menjadi pribadi yang bebas dari perbudakan hawa nafsu, perbudakan cinta dunia, atau perbudakan apapun yang akan merampas kemualiaan dan kebahagiaannya. Satu-satunya jalan menjadi tuan yang berhak memerintah dan mengatur diri sendiri adalah dengan menjadi hamba Allah semata.
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 05:56
Shalawat dan salam semoga tercurah bagi baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang hidupnya benar-benar bebas dari perbudakan apapun, selain hanya mengabdi kepada Allah Yang Maha Kuasa.
December 10th, 2009 - 08:15
Kebersamaan memang bukanlah suatu yang mudah untuk dilaksanakan. Kebersamaan memang mudah untuk diucapkan namun biasanya sangat sulit untuk dilakukan.
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 05:58
Saudara-saudaraku yang budiman, alangkah pilu dan pedih melihat bangsa yang terjajah dan terampas kemerdekaannya. Diatur dan diperintah semata-mata untuk mengikuti selera yang menjajah. Tiada ketentraman, tiada cita-cita, tiada kebahagiaan, dan tiada masa depan.
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 06:00
Kita saksikan pula negeri kita yang pernah dijajah Belanda selama kurang lebih 350 tahun, lalu dilanjutkan oleh penjajahan Jepang. Hasilnya, walaupun kini kita sudah merdeka tapi tetap terpuruk dalam ujian yang seakan tiada akhirnya…
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 06:02
Karena kendatipun kemerdekaan telah diraih oelh bangsa kita, ternyata sebagian besar pemimpin dan rakyatnya – serta boleh jadi termasuk diri kita – masih dijajah oleh bentuk penjajahan yang lain, yang membuat hidup kita tidak bahagia, tidak merdeka, dan tidak mulia.
December 10th, 2009 - 08:19
Tidak ada yang lebih membahagiakan kami kecuali bila sempat bertemu dan bersilaturrahim dengan siapapun dan dimanapun, termasuk melalui blog yang selalu menawarkan kesejukan rohani ini.
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 10th, 2009 at 08:19
Karena dengan jalinan silaturrahim tersebut kita dapat saling membagi, saling memberi dan menerima kebaikan dan manfaat yang ada di antara kita, khususnya untuk kemajuan lingkungan dan kampung halaman kita masing.
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 10th, 2009 at 08:20
Satu pelajaran yang bisa ku petik dan harus ku syukuri dari hal ini adalah aku masih bisa bertemu dengan keluarga sedangkan temanku yang lain? di Surgakah? Wallahua’lam…
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 10th, 2009 at 08:21
“Alhamdulillah.wa syukurillah
bersyukur padaMu ya ALLAH
Kau jadikan kami saudara
indah dalam kebersamaan”
[ Alhamdulillah - Opick ]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 06:03
Semoga kita menyadari betapa pentingnya membebaskan diri dari belenggu yang akan merusak martabat kita sebagai manusia mulia, karena terjajh oleh sesuatu dan lalai kepada Allah.
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 06:04
Hidup yang merdeka adalah:
Tidak Disiksa oleh Banyaknya Keinginan
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 06:06
Memiliki keinginan adalah sesuatu yang sangat manusiawi, bahkan manusia bisa maju dan berprestasi karena keinginan. Tetapi, jikalau hidup diperbudak keinginan sampai terampas kebahagiaan, ibadah, waktu, pikiran, tenaga, bahkan biaya hanya untuk meladeni keinginan kita, dan keinginan tersebut nyata-nyata tidak membawa manfaat bagi kemuliaan dunia dan akhirat, berarti kita sudah dijajah oleh keinginan.
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 06:07
Lihatlah orang yang disiksa oleh keinginan memiliki rumah megah, mobil baru, penampilan yang selalu trendi, hari-harinya benar-benar hari-hari yang terjajah. Tidak layak kita menggadaikan ini untuk meladeni setiap keinginan.
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 06:08
Kita harus selalu berpikir jernih. Keinginan yang harus kita penuhi adalah keinginan yang disukai oleh Allah, yakni keinginan yang bisa menjadi amal shaleh dan bekal untuk kepulangan kita ke akhirat. Dengan demikian, perjuangan kita pun akan menjadi ibadah. Dapat atau tidak yang kita inginkan, insya Allah tetap menjadi amal kebaikan dan bisa menjadi bekal pulang yang bernilai….
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 06:10
Allah berfirman: “… kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Seseungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepadaNya.” (Ali Imran: [3]: 159).
Sempurnakan ikhtiar, dan bertawakkallah karena tawakkal itulah hakikat keinginan. Yang terbaik menurut kita belum tentu baik menurut Allah. Begitupun sebaliknya, buruk menurut kita belum tentu buruk menurut Allah.
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 06:11
Allah juga berfirman: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah [2]: 216).
Dengan kata lain, silakan memiliki keinginan tapi pastikan keinginan itu menjadi pengantar ke jalan yang lurus dan ikhtiar di jalanNya, serta serahkanlah kepada Allah apa yang terbaik menurut Allah semata. Insya Allah dengan ini kita akan bebas dari penderitaan disiksa oleh keinginan.
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 06:13
Bebas dari Perbudakan Nafsu
Nafsu adalah bagian dari karunia Allah yang melengkapi kehidupan kita menjadi bahagia, bahkan mulia. Namun, nafsu harus terkendali. Kita lihat orang-orang yang diperbudak oleh nafsu syahwat, hari-harinya hanya memikirkan kemaksiatan.
December 10th, 2009 - 08:22
Rasa damai, rukun dan saling tolong menolong merupakan dambaan semua manusia di muka bumi ini. Bila rasa kerukunan terus terjaga maka perang tidak akan pernah terjadi di dunia ini. Kerukunan harus tetap terjalin walaupun terdapat perbedaan, baik dari warna kulit, kewarganegaraan, agama dan sebagainya.
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 06:14
Sepatutnya kita merenungkan firman Allah berikut: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaanNya dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan dunia ini, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (Al-Kahfi [18]: 28).
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 06:17
Bahkan kita lihat ada orang yang melumuri dirinya dengan perbuatan yang sangat rendah karena diperbudak oleh syahwat. Dia berzina dan memperkosa, sehingga menghancurkan nilai-nilai yang ada pada dirinya dan juga menghancurkan orang lain, semata-mata karena diperbudak oleh syahwat. Padahal kalau klita lurus di jalan Allah maka kita akan mendapatkan ganjaran dari setiap aktivitas yang kita lakukan.
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 06:27
Begitu pula orang yang diperbudak nafsu amarah, pikirannya penuh kekejian, dendam membara, tutur kata penuh angkara murka, tindakan menjadi tidak terkendali dan hina. Dan sudah pasti dia tidak pernah disukai oleh orang lain, sehingga hari-harinya penuh ketegangan. Na’udzubillahi min dzalik.
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 07:48
Salah satu yang memperindah dan menghiasi hidup kita adalah cinta. Tapi kita lihat ada orang yang dikutuk orang tuanya, bahkan terjerusmus ke lembah nista dalam perbuatan-perbuatan yang hina justru karena cinta – tentu cinta buta yang membuat tidak bisa melihat kebenaran.//
December 10th, 2009 - 08:23
Oh.. alangkah indah.. damai dan sempurnanya
Jika setiap warna dan rupa yang berbeda ini bersatu
Bersatu dalam Kedamaian Cinta dan Kasih Sayang
Dalam kesadaran akan Kebenaran Sejati meliputi
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 06:27
Untuk itu, waspadalah bagi siapapun yang tidak bersungguh-sungguh melatih diri untuk mengendalikan amarah, maka akan habis kehidupannya karena dijajah oleh nafsu amarah.
Betapa pengasihnya Allah yang telah memberi peringatan kepada kita dalam firmanNya, “Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (Yusuf [12]:53).
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 07:49
Salah satu yang memperindah dan menghiasi hidup kita adalah cinta. Tapi kita lihat ada orang yang dikutuk orang tuanya, bahkan terjerusmus ke lembah nista dalam perbuatan-perbuatan yang hina justru karena cinta – tentu cinta buta yang membuat tidak bisa melihat kebenaran.
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 07:51
Waspadalah saudaraku, jatuh cinta ibarat memasuki sebuah pusaran air, kalau tidak hati-hati semakin cinta semakin membelenggu, semakin hanyut, berkurang rasa malu, dan membara nafsu yang akhirnya menyengsarakan dunia akhirat, kecuali cinta di jalan Allah.
December 25th, 2009 - 06:33
Wahai sahabatku yang baik, hidup tidak pernah bahagia dan mulia bagi orang-orang yang dijajah oleh kemarahan. Kita harus berjuang sungguh-sungguh untuk melatih diri untuk tidak mudah tersinggung, melatih diri untuk mudah memaafkan dan memaklumi keadaan orang lain, bahkan kalau bisa melatih diri kita untuk membalas dengan kebaikan kepada orang-orang yang khilaf berbuat keburukan kepada kita. Kalau kita terkendali dari nafsu amarah dan syahwat, insya Allah hidup ini lebih ringan dan bermartabat…..
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 07:54
Oleh karena itu, jauhilah percintaan yang tidak disukai dan tidak di jalan Allah. Milikilah cinta yang asli karena Allah, yang caranya betul-betul menegakkan apapun yang diaturkan oleh agama. Percayalah, rambu-rambu yang diberikan oleh Allah akan membuat diri kita tidak diperdaya oleh cinta yang tampaknya indah padahal menjerumuskan. Na’udzubillahi min dzalik. Berlindunglah kepada Allah supaya kita tidak diperbudak oelh asmara buta.
“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.” (An-Nazi’at [79]: 40-41).
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 08:00
Saudaraku, setiap kali berbohong maka bohong itu akan menjadi penjara bagi kita. Kita akan selalu was-was dan takut diketahui kebohongan (kedustaan) kita yang mengharuskan kita berbuat bohong lanjutannya. Dan bohong itu tentu akan menjadi penjara baru. Demikianlah kurang lebih bagi orang-orang yang berdusta, berbohong atau tidak jujur dalam hal apapun.
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 25th, 2009 at 08:05
Tidak akan pernah merdeka orang-orang yang tidak menjaga dirinya dari kedustaan dan ketidakjujuran. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada akhlak yang paling dibenci Rasulullah, lebih dari bohong. Apabila beliau melihat seseorang bohong dari segi apa saja, maka orang itu tidak keluar dari perasaan hati Rasulullah, sehingga beliau tahu bahwa orang itu telah bertaubat.””(HR. Ahmad).