KangBoed mengembalikan jati diri bangsa | Iman | Cinta | Kasih Sayang | Persahabatan

20Jul/09230

Jati Diri Manusia

Hmm.. KEMBALI sebuah komentar yang ruaaaaarrrrrr biasaaa dari saudara sejatiku mas Pengembara Jiwa.. karena terus terang sayang sekali kalau hanya disimpan.. karena kedalaman makna dan hakikatnya sangatlah baik untuk kita kaji bersama.. terutama dengan meletusnya Bom di JW Marriot dan Ritz Carlton Mega Kuningan.. maka saya memberanikan diri menayangkan tulisan yang sarat dengan petuah yang maknanya sangatlah dalam tersebut menjadi postingan dengan judul JATI DIRI MANUSIA semoga mas Pengembara Jiwa berkenan yaaaaa.. jangan maraaaaah yaaaa.. hehehe.. mari kita semua berdoa semoga para korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat sebaik baiknya disisi ALLAH dan bagi yang menderita sakit fisik maupun mental cepat dipulihkan oleh Gusti ALLAH.. inilah komentarnya.. maaf dikasih judul yaaa :

Jati Diri Manusia

Konsep Al-Qur’an adalah mengutamakan Akhlak yang terpuji untuk kebaikan seluruh Makhluk, menjadi Rahmat bagi sekalian Alam merupakan Pilar-Pilar Kebahagiaan dan kedamaian. Namun….jika Manusia sudah tiada menyadari akan Hakikat dirinya, buta akan Nilai-nilai Dasar Fitrahnya maka tentunya apa yang menjadi tujuan Hidup yaitu Kebahagiaan dan Kedamaian tak akan terwujud.

Apapun yang ada di luar dari diri adalah cermin dari apa yang ada pada diri. Ketika Bangsa dan Negara mengalami KRISIS MULTI DIMENSI karena Tonggak Dasar dari pada TAUHID sudah ternodai dengan segala Aneka Ragam yang serba gemerlapan menjadi keutamaan dan kebutuhan pada diri lalu melangkah tanpa Arah yang sudah di tetapkan dalam Norma Kebenaran, mengikuti Nafsu, ke-EGO-an diri semata tentunya bias dari pada itu akan terjadi sikut menyikut satu dengan yang lain, gontok-gontokkan meraja lela, saling menjatuhkan bahkan tidak jarang yang saling bunuh membunuh hanya di karenakan persaingan dalam mendapatkan Kedudukan, Tahta, Kekayaan dan Kecantikkan. Lalu dimanakah…Kemuliaan Manusia yang telah dinyatakan Allah lebih Mulia dari pada Makhluk2 yang lain…????. Ternyata kemuliaan yang di Anugrahkan Allah kepada Manusia itu telah di-GADAI-kan untuk kepuasan Hawa Nafsu/ke-EGO-an semata dalam memenuhi rasa ketidak puasan akan sesuatu yang ada pada dirinya. Semuanya serba kurang….kurang….dan kurang, Jika Seandainya Dunia dan seluruh isinya bisa di genggamnya maka tentunya manusia-manusia yang buta Hatinya akan berlomba-lomba untuk meraihnya.

Marilah…bersama-sama melangkah dalam Kesadaran Diri yang berlandaskan Azaz Lillaahi Ta’ala dan mengerti bahwa Hidup bukan hanya sekedar untuk mengisi perut dan menurutkan Hawa Nafsu tetapi yang terlebih utama adalah Berbagi dalam Cinta Kasih, menebarkan Rahmat kepada sekeliling menjadi pengayom bagi orang2 yang membutuhkan, menjadi Kawan bagi yang kekurangan, menjadi Kebahagiaan untuk orang lain bukan menjadi orang yang mengharapkan kebahagiaan orang lain.

Tentunya….jika hal itu terwujud di muka Bumi ini, di Bumi Pertiwi ini, di Negara yang kita Cintai ini yaitu INDONESIA RAYA dari Sabang sampai Merauke maka tak akan diragukan lagi….Kebahagiaan dan Kedamaian berangsur-angsur akan di dapatkan. Seiring dengan Waktu, jika Manusia yang didalamnya menyadari akan Jati Dirinya dan kemudian menyelam kedalam Dirinya senantiasa Introspeksi diri, merenung dalam Musyahadah, Menyaksikan akan dirinya beserta Alam adalah sebagai Bukti dan Saksi adanya Allah yang Arrohmaan Arrohiim dan selalu mendengarkan Hati Nuraninya yang tiada tercampur oleh Nafsu/EGO, Maka merekalah sebagai Penyelamat Bangsa, merekalah sebagai Tonggak Negara, merekalah sebagai Pejuang-Pejuang Tuhan untuk membela Ibu Pertiwi dan merekalah Khalifah di muka Bumi ini untuk menebarkan Rahmat dan Cinta Kasih. Temukanlah Jati Diri itu mulai saat ini, jangan sia-siakan Waktu karena waktu terus berputar dan berputar tak perduli Status diri kita. Waktu akan segera menelan orang2 yang yang tiada menyadari akan Jati Dirinya. Karenanya….
“Demi Masa/Waktu di setiap harinya dalam 24 jam Sehari Semalam dari buka mata sampai tutup mata kembali, sesungguhnya Manusia itu dalam Kerugian karena tiada Kesadaran akan Jati Dirinya(Nilai-nilai Dasar Fitrah)”. Dan Mereka yang mengerti serta menyadari akan Jati Dirinya(Nilai-nilai Dasar Fitrah) adalah mereka yang ber Iman dan ber Amal Sholeh(ber-Akhlakul Karimah/Baik Budi Pekertinya). Mereka itu senantiasa saling berbagi dalam nasihat menasihati(Sharing) dalam Kebenaran dan juga saling berbagi dalam nasihat menasihati(Sharing) dalam kesabaran.

Salam Berkah Allah untuk saudara2ku semuanya
Salam Cinta Kasih pula untuk Kangboed
salam Sejati
Wassalam

diteruskan oleh komentar saudara sejatiku LOR MURIA

Subhanallah… Tuntastastastas……taktersisa.. mau koment apalagi yaa…
Salam Sejati dalam kesejatian
Salam cinta untuk saudara2ku semua

Dan komentar dari mas Santrie Gundul

Lihatlah…Wahai para manusia….
Yang kita punya dan kita genggam dengan KUAT.. hanyalah beban-beban hidup NAFSANI yang berupa KETAMAKAN dan KERAKUSAN duniawi yang kita RENGKUH…kita GAPAI…kita PEREBUTKAN…hanyalah demi PANGKAT, JABATAN, PREDIKAT dan KEKUASAAN serta hanya demi segenggam KEPENTINGAN Pribadi, Kelompok atau Golongan.

Dan tak sadarkah bahwa sesungguhnya kita-kita telah rela MENANGGALKAN “ KESUJATIAN DIRI “ kita sebagai FITRAH bawaan yang telah dianugerahkan TUHAN. Akankah…semua itu kita pertahankan dan kita bawa sampai AKHIR HAYAT nanti…???
DOA-DOA yang kita panjatkan saban hari MELAYANG DI LANGIT TAK PERNAH SAMPAI KE SINGGASANA DI HADIRAT-NYA, saat ini para pendahulu-pendahulu kita yang tlah MANUNGGAL dengan Sang Maha Tunggal menangis tanpa mengetahui apa yang DITANGISINYA….Sedihkah…Gundah Gulanakah mereka-mereka itu…??

Gusti Ingkang Moho Suci, kulo nyuwun pangapuro dumateng

Gusti Ingkang Moho Suci.

” Sakbegjo-begjone wong kang LALI, isih begjo wong kang ELING ”

Salam Cayank buat Kang Boed
Rahayu

RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG

‘TUK SEMUA SAHABAT SAHABATKU TERSAYANG

” I LOVE YOU PUUUUULLLLLLLLLLL “

Hidup Matinya Hati , ALLAH adalah Raja dalam diri , Dinding Kepalsuan HATI adalah CERMINMARIFATULLAH , PEMURNIAN CINTA , Mengembalikan Jati Diri Bangsa , Fitrah DIRI Manusia , Hati Nurani Saudara Sejatiku , Akal dan Hati , Bentuk Makna Lahir Batin

Comments (230) Trackbacks (136)
  1. saya kok mesti ketinggalan yaa.. gak papa deh, duduk di belakang, hiks..
    salam semangat ^^v

    Hehehe.. enda ada yang tertinggal semua bersama dalam CINTA dan KASIH SAYANG
    Salam Semangat juga

    [Reply]

  2. sungguh mengharukan…namun kisah diblog saya lebih menghararukan kang Boed…afwan ya ! :D

    Waaaaakaaakaakakakak
    Salam Sayang

    [Reply]

  3. artikel yang sangat inspiratif…semoga membawa kebaikan untuk kita semua..

    Subhanallaaaaah.. mudah mudahan membawa kita semua menemukan CINTANYA
    Salam Sayang

    [Reply]

  4. berkunjung menyapa sahabat nih apa kabar salam hangat selalu

    Salam CInta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku

    [Reply]

  5. manusia memang suka bingung…

    Jangan bingung.. maju terus temukan diri sebenar diri.. fitrah diri dalam ketenangan jiwa
    Salam Sayang

    [Reply]

  6. jika boleh, “menuhankan”,
    kepercayaannya kepada Tuhan, yang menganggap kepercayaannya itu sebagai
    satu-satunya yang benar dan menyalahkan kepercayaan orang lain. Orang
    seperti itu memandang bahwa Tuhan yang dipercayainya itu adalah Tuhan
    yang sebenarnya, yang berbeda dengan Tuhan yang dipercayai oleh orang
    lain yang dianggapnya salah. Ibn al-’Arabi menyebut Tuhan yang
    dipercayai manusia

    “Tuhan kepercayaan” (ilah al-mu’taqad), “Tuhan yang dipercayai”
    (al-ilah
    al-mu’taqad), “Tuhan dalam kepercayaan” (al-ilah fi al-i’tiqad), “Tuhan
    kepercayaan” (al-haqq al-i’tiqadi), “Tuhan yang dalam kepercayaan”
    (al-haqq al-ladzi fi al-mu’taqad), dan “Tuhan yang diciptakan dalam
    kepercayaan” (al-haqq al-makhluq fi al-i’tiqad).

    Kata i’tiqad data mu’taqad, yang dalam tulisan ini diterjemahkan dengan
    “kepercayaan”, berasal dari akar ‘-q-d, yang berarti merajut, membuhul,
    mengikat; mengikatkan dengan sebuah buhul; memasang, mengumpulkan,
    menggabungkan, mengunci; mengecilkan, menyempitkan, mengerutkan;
    mengarahkan, memusatkan; melengkungkan, melekukkan; bertemu, berkumpul;
    mengadakan pertemuan, mengadakan rapat, mengumpulkan; membuat
    perjanjian, mengikat kontrak. Kata i’tiqad sendiri, secara literal
    (harfiah) atau figuratif (majazi), berarti menjadi terikat atau
    tersusun
    dengan kuat. Maka i’tiqad, “kepercayaan”, adalah suatu “ikatan” yang
    diikat dengan kuat dalam kalbu atau pikiran, sebuah keyakinan bahwa
    sesuatu adalah benar. Bagi Ibn al-’Arabi, “kepercayaan” adalah sebuah
    (peng)ikatan (binding) dan (pem)batasan (delimitation) Wujud Yang Tak
    Terbatas, Wujud Absolut (al-wujud al-muthlaq), yang dilakukan oleh dan
    berlangsung dalam subyek manusiawi.

    Kepercayaan seorang hamba kepada Tuhannya ditentukan dan diwarnai oleh
    kapasitas pengetahuan sang hamba. Kapasitas pengetahuan itu tergantung
    kepada “kesiapan partikular” (al-isti’dad al-juz’i) masing-masing
    individu hamba sebagai bentuk penampakan “kesiapan universal”
    (al-isti’dad al-kulli) atau “kesiapan azali” (al-isti’dad al-azali)
    yang
    telah ada sejak azali dalam “entitas-entitas permanen” (al-a’yan
    al-tsabitah), yang merupakan bentuk penampakan diri (tajalli) al-Haqq
    (yaitu Tuhan). Tuhan menampakkan diri-Nya kepada hamba-Nya sesuai
    dengan
    kesiapan sang hamba untuk mencapai pengetahuan tentang Tuhan yang
    akhirnya “diikat” atau “dibatasi” oleh dan dalam kepercayaannya sesuai
    dengan pengetahuan yang dicapainya. Dengan demikian, Tuhan yang
    diketahui oleh sang hamba adalah identik dengan Tuhan dalam
    kepercayaannya. Dapat pula dikatakan bahwa Tuhan yang diketahuinya
    adalah identik dengan kepercayaannya.
    Tuhan memberikan kesiapan (al-isti’dad), sesuai dengan firman-Nya, “Dia
    memberi segala sesuatu ciptaannya” [Q. s.Thaha/20:50]. Maka Dia
    mengangkat hijab antara Dia dan hamba-Nya. Sang hamba melihat-Nya dalam
    bentuk kepercayaannya; jadi Tuhan adalah identik dengan kepercayaannya
    sendiri. Baik kalbu maupun mata tidak pernah melihat sesuatu kecuali
    bentuk kepercayaannya tentang Tuhan. Tuhan yang ada dalam kepercayaan
    itu adalah Tuhan yang bentuk-Nya diliputi oleh kalbu; itulah Tuhan yang
    menampakkan diri-Nya kepada kalbu sehingga Dia dikenal. Maka mata tidak
    melihat selain Tuhan kepercayaan.163 “Tuhan kepercayaan” adalah gambar
    atau bentuk Tuhan, atau pemikiran, konsep, ide, atau gagasan tentang
    Tuhan yang diciptakan oleh akal manusia atau taklidnya. Tuhan seperti
    itu bukanlah Tuhan sebagaimana Dia sebenarnya, Tuhan pada diri-Nya,
    Zat-Nya, tetapi adalah Tuhan yang diciptakan oleh manusia sesuai dengan
    kemampuan, pengetahuan, penangkapan, dan persepsinya. Tuhan seperti itu
    adalah Tuhan yang “ditempatkan” oleh manusia dalam pemikiran, konsep,
    ide, atau gagasannya dan “diikat”-nya dalam dan dengan kepercayaannya.
    “Bentuk”, “gambar”, atau “wajah” Tuhan seperti itu ditentukan atau
    diwarnai oleh pengetahuan, penangkapan, dan persepsi manusia yang
    mempunyai kepercayaan kepada-Nya. Apa yang diketahui diwarnai oleh apa
    yang mengetahui. Dengan mengutip perkataan al-Junayd, Ibn al-’Arabi
    berkata: “Warna air adalah warna bejana yang ditempatinya” (Lawn al ma’
    lawn ina’ihi). Itulah sebabnya mengapa Tuhan melalui sebuah hadits
    qudsi
    berkata: “Aku adalah dalam sangkaan hamba-Ku tentang Aku” (Ana ‘inda
    zhann ‘abdi bi).164 Tuhan disangka, bukan diketahui. Dengan kata lain,
    Tuhan hanya dalam sangkaan manusia, bukan dalam pengetahuannya. Tuhan
    tidak diketahui dan tidak dapat diketahui. Menarik untuk memperhatikan
    lanjutan firman Tuhan dalam hadits qudsi yang dikutip ini, yaitu: “Maka
    hendaklah ia [sang hamba] bersangka baik tentang Aku” (Fal-yazhunn bi
    khayran).
    Tuhan menyuruh agar kita bersangka baik tentang Dia dalam setiap
    keadaan
    dan melarang kita bersangka buruk tentang Dia.165 Kita harus menjadikan
    sangkaan kita sebagai pengetahuan bahwa Tuhan adalah Maha Pengasih,
    Maha
    Penyayang, Maha Penolong, dan Maha Pengampun. Kita tidak boleh
    bersangka
    bahwa Tuhan adalah “pengawas yang selalu mencari kesalahan”, “petugas
    keamanan yang kasar dan galak”, atau “tuan besar yang bengis”. Sangkaan
    baik tentang Tuhan mendorong kita untuk mendekati dan mencintai-Nya
    agar
    kita mendapat rahmat-Nya. Nabi s.a.w. berkata: “Rahmat Tuhan mendahului
    (mengalahkan) murka-Nya”. Sangkaan buruk tentang Tuhan membuat kita
    jauh
    dari-Nya, menyalahkan-Nya, dan akhirnya berputus asa. Tuhan tidak
    menyenangi orang-orang yang berputus asa.
    Maka berhati-hatilah agar anda tidak mengikatkan diri kepada ikatan
    (’aqd) [yaitu kepercayaan, doktrin, dogma, atau ajaran] tertentu dan
    mengingkari ikatan lain yang mana pun, karena dengan demikian itu anda
    akan kehilangan kebaikan yang banyak; sebenarnya anda akan kehilangan
    pengetahuan yang benar tentang apa itu yang sebenarnya. Karena itu,
    hendaklah anda menerima sepenuhnya semua bentuk
    kepercayaan-kepercayaan,
    karena Allah Ta’ala terlalu luas dan terlalu besar untuk dibatasi dalam
    satu ikatan tanpa ikatan lain, Dia berkata: “Kemana pun kamu berpaling,
    di situ ada wajah Allah”, [Q 2:115] tanpa menyebutkan arah tertentu
    mana
    Pengetahuan yang benar tentang Tuhan, menurut Sufi dari Andalusia ini,
    adalah pengetahuan yang tidak terikat oleh bentuk kepercayaan atau
    agama
    tertentu. Inilah pengetahuan yang dimiliki oleh “para gnostik” (al-
    ‘arifun). Karena itu, “para gnostik”, yaitu para Sufi, tidak pernah
    menolak Tuhan dalam kepercayaan, sekte, aliran, atau agama apa pun. Ini
    berarti bahwa Tuhan, bagi mereka, dalam semua kepercayaan, sekte,
    aliran, atau agama, adalah satu dan sama. Kata Ibn al-’Arabi,
    “Barangsiapa yang membebaskan-Nya [yaitu Tuhan] dari pembatasan tidak
    akan mengingkari-Nya dan mengakui-Nya dalam setiap bentuk tempat Dia
    mengubah diri-Nya.”
    Cinta vertikal antara sang hamba dan Tuhannya tidak akan terwujud jika
    tidak disertai dengan cinta horisontal antara sang hamba dan sesamanya.
    Seperti disebutkan di atas, Nabi berkata: “Kasihilah siapa yang di
    bumi,
    niscaya engkau akan dikasihi oleh siapa yang di langit”. Pada
    kesempatan
    lain beliau berkata: “Tidaklah beriman salah seorang di antara kamu
    hingga dia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri”.
    Yesus membenarkan perkataan seorang ahli Taurat: “Cintailah tetanggamu
    seperti mencintai dirimu sendiri.” (Lukas 10: 27).

    Teologi apofatik, atau mistisisme apofatik, adalah suatu cara berpikir
    atau aktivitas mental yang digunakan oleh banyak mistikus atau Sufi
    untuk menempuh perjalanan menuju Tuhan dan sekaligus untuk menyuarakan
    protes keras terhadap kelancangan dan keangkuhan para teolog dan para
    filsuf yang menganggap bahwa mereka mempunyai konsep, ide, atau gagasan
    tentang Tuhan sebagaimana Dia pada diri-Nya. Teologi apofatik adalah
    peringatan bagi orang yang mereduksi Tuhan menjadi sesuatu yang
    rasional
    belaka. Teologi apofatik menunjukkan bahwa orang yang memandang bahwa
    dengan nalarnya ia mempunyai pengetahuan yang memadai tentang Tuhan
    adalah orang yang membatasi Tuhan dalam bentuk khusus menurut
    pengertian
    yang ditentukan oleh akalnya. Padahal Tuhan tidak dapat dibatasi.
    Bentuk
    Tuhan yang ditangkapnya adalah bentuk yang dicocokkan dengan “kotak”
    akalnya. Ia menolak bentuk Tuhan yang tidak cocok dengan bentuk dan
    ukuran “kotak” akalnya. Ia menyalahkan orang lain yang mempercayai
    Tuhan
    dalam bentuk lain. Ia tidak menerima apa pun sebagai kebenaran jika
    bertentangan dengan akalnya. Ia telah mempertuhankan akalnya. Orang
    seperti ini, kata Ibn al-’Arabi, adalah “hamba nalar” (’abd nazhar),
    bukan “hamba Rabb” (’abd rabb).

    [Reply]

  7. Romadhan menggetarkan Jiwa2 yang Haus akan Cinta Kasih Allah, sementara Kasih Sayang Allah tiada terbatas. Semoga Menjadi Berkah untuk Semua Saudara2ku yang saya Hormati dan Kasihi.

    MOHON MA’AF LAHIR & BATHIN DARI KALIAN SEMUANYA…..semoga terbuka untukku sekeluarga.

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllll

    [Reply]

  8. Waaaaaaahhhh…sebuah posting KOLABORASI yang lumayan juga.

    Bisa-bisanya sampeyan Kang…ck..ck..

    Salam Cayank celalu

    Rahayu

    [Reply]

  9. Меня это не беспокоит.

    [Reply]

  10. Интересно, развейте..! )

    [Reply]

  11. ни че се коментов

    [Reply]

  12. Конечно, никогда нельзя быть уверенным.

    [Reply]

  13. Ну и чё с ними делать… Меня достали на моём блоге я устала вычищать…

    [Reply]

  14. Я конечно, прошу прощения, но этот вариант мне не подходит.

    [Reply]

  15. Охотно принимаю. На мой взгляд, это интересный вопрос, буду принимать участие в обсуждении. Я знаю, что вместе мы сможем прийти к правильному ответу.

    [Reply]

  16. hebatnya sahabat itu..ya kang, memang dalam hidup manusia selalu dihadapkan dengan 2 pilihan baik/buruk sehingga menimbulkan pro & kontra…aku senang membaca tulisan/ komentar sahabat mu yang sangat mendalami arti dari sesungguhnya orang hidup untuk orang yang benar – benar merasa hidup. :mrgreen:

    -salam- ^_^
    NB : hayu urang ngabaso

    [Reply]

  17. *kangboed plasu* malam juga sobat..salam sayang.
    salam cinta..
    salam-salaman… huahahaha.. :evil: piss ahh yang punya bawa gagang sapu malem kang..goyang yukzzz… :mrgreen:

    [Reply]

  18. Waaaaaaaakaaaakakakakak.. yayaya.. salam sayang buat semuanya daaaaaaah

    [Reply]

  19. mantaf juga kang…saya juga merasa disentuh.. sakkkkzzz DISENTUH ? doh….Kangboed tanggung jawab niyy udah menyentuh…jiakakaka

    salam damai
    salam kangen
    salaman..
    -salam- ^_^

    [Reply]

  20. Waaaaaakaaakakakak.. hahaha..
    Salam SAYANG para sahabatku

    [Reply]

  21. Pokoknya jangan jadi blogger ala JI yah kang :roll:

    Yayaya.. terserah pak narjie.. eee.. pak wandhi
    Salam Sayang

    [Reply]

  22. malam sista….lagi anget2an niy kekekekkk

    [Reply]

  23. Weeeekeeekeekek.. baru di buka tengah malam neeeh.. hehehe.. dulu ada KangBoed plasu yang ambil gambar saya di Hi5 dan beliaulah yang bikinin blog saya.. dan foto itu dia masukin juga.. dan setelah itu baru blog diserahkan ke saya.. hehehe.. memang kalau enda ada itu mungkin sampai sekarang masih tetap komentator
    Salam Sayang

    [Reply]

  24. Waaaaaaaaaakaaakaakak.. beneeeeeerrrrr sahabatku.. sebenarnya semua kembali kepada diri.. menemukan diri sebenar diri.. bagaimana caranya berdiri tegak di tengah gelombang kehidupan.. hehehe..
    Salam Sayang

    [Reply]

  25. Subhanaaaallllaaaaah tulisan sahabatku mas Pengembara Jiwa memang bener benerrr lengkaaaaap.. di tambah mas Santri bener benerrrrr paaaasssss.. begitu ya saudaraku
    Salam Sayang

    [Reply]

  26. Subhanalllaaaah.. beneeeerrrr.. sahabatku yang baik.. mulailah melangkah ke dalam diri.. temukan CINTA.. menata diri.. hidup di pimpin hati nurani
    Salam Sayang

    [Reply]

  27. Hehehehe.. Cape deeeeeh.. anggaplah buat kita pelajaran berharga.. mulailah melangkah ke dalam diri.. menata diri sebaik diri.. jangan lengah..
    Salam Sayang

    [Reply]

  28. Beeeeennnneeeeerrrr.. sahabatku nyang baeeeek.. beneerrr.. mudah mudahan menjadi pelajaran yang baik dan mau mengambil hikmah dari perjalanan ini..
    Salam Sayang

    [Reply]

  29. Waaaaah.. beneeeerrr tuh bu.. memang sudah saatnya kita menemukan kesadaran JIWA.. berusaha menjadi manusia seutuhnya.. menemukan Fitrah Diri selagi masih ada waktu
    Salam Sayang

    [Reply]

  30. Benaaaaar sahabatku.. oom Agus yang baik.. telah terjadinya pergeseran nilai kemanusiaan karena pergeseran nilai nilai ketuhanan.. memaknai kembali perjalanan diri sudahkah kita islam seutuhnya
    Salam Sayang

    [Reply]

  31. HAHAHAHA.. Waaaakaakakakak.. sungguh sungguh nilai nilai ketuhanan dan kemanusiaan semakin terjadi pergeseran yang jauh sekali.. sungguh benar terjadi
    Salam Sayang

    [Reply]

  32. Subhanallaaaah.. sungguh sungguh benaaaaaar sekali sahabatku.. pergunakan waktu dan masa mudamu.. untuk melangkah dalam kebaikan.. menemukan CINTA dalam diri
    Salam Sayang

    [Reply]

  33. Waaaakaakakak.. benar pak de yang baik.. khalifah.. wakil Tuhan di muka bumi.. sudahkah kita menjadi khalifah… waaaah ada apa dengan cinta Pak De chayaaaaaank
    Salam Sayang ti bandung

    [Reply]

  34. Waaaakaakakakak.. beneeeerrrr maaasss bagaikan dinding tebal tembok china.. tiada seorangpun yang akan mampu kecuali melalui DIA untuk meruntuhkannya dalam la hwalla walla quwata
    Salam Sayang

    [Reply]

  35. Alhamdulillah… DAMANG
    (jawab sendiri… :mrgreen: )

    [Reply]

  36. Waaaakaakakak.. bener benerrrr DAMAAAAAAANG.. karunya teuing si akang Hani..
    Salam Sayang

    [Reply]

  37. Sabaaaaaarrrr maaasss sabaaaarrrr.. biarlah bagi yang mengerti segera berbenah diri.. dan mengambil hikmah.. melangkah menjadi manusia seutuhnya meliputi lahir bathin
    Salam Sayang

    [Reply]

  38. Waaaakaakakak.. itulah diri sebenar diri.. tiadalah mampu bahkan untuk menggerakkan sbiji jarahpun tanpa IJIN ALLAH.. temukan frewensi tersebut.. dalam hidup dan dalam meditasi zikrullah.. itulah pintu pembuka ketuhanan
    Salam Sayang

    [Reply]

  39. Hehehe.. memang tuntutan zaman dah seperti ini hingga kejujuranpun sulit di cari.. semua aspek dan nilai kehidupan kalah dengan uang dan materi.. maka bagi yang pandai cepat lari berbalik dan menata diri
    Salam Sayang

    [Reply]

  40. Subhanallaaaaah.. hanya jiwa jiwa yang kepekaannya bangkit turut merasakan.. sahabatku yang baik melangkahlah terus dalam penyerahan diri kepadaNYA.. menemukan diri sebenar diri
    Salam Sayang

    [Reply]

  41. Apalah artinya kehidupan tanpa CINTA dan KASIH SAYANG.. maka temukan CINTA dalam diri masing masing.. masuklah dalam ketenangan jiwa sebagai fitrah diri
    Salam Sayang

    [Reply]

  42. Waaaaaakaakakakak.. yayaya.. laki laki perempuan sama saja yang penting kasih sayang.. keekekeek.. kabuuuurrrrrr
    Salam Sayang

    [Reply]

  43. Subhanalllaaaaaaah semoga yaaaa mbaaaake.. mudah mudahan manusia mau kembali mencari FITRAH DIRI dalam JIWA JIWA yang TENANG sebagai pembuka pintu gerbang ketuhanan.. menyebarkan CINTA dan KASIH SAYANG
    Salam Sayang

    [Reply]

  44. Waaaaakaakakak.. bom tape singkong yayaya.. peuyeum bandung hahaha.. maju terus dan tetap semangat.. ikuti tarikan cintaNYA.. dalam hidup dan zikrullah..
    Salam Sayang

    [Reply]

  45. Salam sayang juga para penghuni botol… :)

    Salam sayang buleud koneng beureum

    [Reply]

  46. kunjungan pagi kanggggggg…

    diterima malam kang DEKUN

    [Reply]

  47. Hloooo kangboed, araya?

    Hallo juga.. sumuhun tos diantos pak dukun

    [Reply]

  48. teu arayaaaaaaa kaaaaaaangggggggg :lol:

    aya buleud koneng.. nu buleud beureum tos lami teu katingali

    [Reply]

  49. hebat akang ini ngak marah ma sekali kang? salut kang…. salut….. semua kebeneran pasti ditemukan ke kebenaran jua akhirnaya…
    tunggu awardnya ya kang udah dikirim hari ini mudah2an selamet samapi tujuan..
    (emang oran dikirim hehehehehe)

    Waduuuuuuh.. ma kasih banyaaaaak yaaa maasss.. mudah mudahan ALLAH membalas semua kebaikkannya.. saya jadi malu dan begitu terharu.. mudah mudahan satu hari kita bisa bertemu secara lahiriah..
    Salam Sayang

    [Reply]

  50. Amin #pang jawabkeun#

    Yang punya rumah sedang berhalangan… :mrgreen:

    Weeekeekeekkek.. nuhun kang Hani.. meuni bageur pisan

    [Reply]

  51. Subhanallaaaaah.. mari bunda.. kita bergandengan tangan bersama.. menyebar CINTA dan KASIH SAYANG.. menyerukan kebangkitan hati nurani.. mudah mudahan.. tercipta kebangkitan bagi kita yang berkumpul di sini
    Salam Sayang

    [Reply]

  52. Subhanallaaaaaah.. saya merasakan banyak saudara yang kepekaan hatinya terbangkit.. mudah mudahan semua pertemuan ini bermanfaat bagi kita semua terutama buat saya.. ikuti terus tarikan CINTAnya.. masuk dan perhalus terus RASA yang menghampiri
    Salam Sayang

    [Reply]

  53. Sungguh ajakan mulia dari sahabat yang baik.. kembali kepada diri hidup di pimpin hati nurani.. menebarkan CINTA dan Kasih Sayang.. damai di hati damai di bumi
    Salam Sayang

    [Reply]

  54. Waaaaakaakaakakak.. sahabatku yang baik mau jawaban jujur apa bohong.. hehehe.. setan saja sudah mulai mentertawakan manusia.. hahaha.. sungguh mereka terlebih buruk dari setan.. siapa siapa yang tiada menemukan diri sebenar dirinya
    Salam Sayang

    [Reply]

  55. salam-salaman yuk, saya tunggu ya, kangboed mau ngasih duit lho, ^_^…V

    Waaaakaakakakakak.. :roll:

    [Reply]

  56. Waaaaaakaaakaakakak.. apa sih nyang enggak buat mas Hadi Wirodjati nyang baek.. mudah mudahan awal pertemuan akan membangun persahabatan seduluran yang lebih manstaaaaabs surantaaaabsss.. sekaligus ada salam barusan sore dari mas Sumego dan Mas Awing.. marilah terus kita melangkah menyelaraskan diri
    Salam Sayang

    [Reply]

  57. Waaaaaaaah saya ini apa yaaaaa.. mungkin terlalu tinggi berkata mengenai beliau sih.. saya cuma ciOON surOON.. enda kenal orang orang hebat.. bahkan baru mencoba mengembara jiwa..
    Salam Sayang

    [Reply]

  58. Kaduax….

    Waaakakakakak.. balikeun kang salambar deui

    [Reply]

  59. KUNJUNGAN DE… 22.43

    DITERIMA TENGAH MALAM

    [Reply]

  60. Sekarangmah sudah kembali keasal. :)

    [Reply]

  61. Yang punya rumah sedang ngelapan botol hejo :D

    JIN buleud koneng beureum na kabur heseu newak

    [Reply]

  62. kalimaxxxxxxx

    kalimaxxxxxxx

    [Reply]

  63. KUNJUNGAN DINAS LAGI

    Wakaakakakakakak

    [Reply]

  64. Mending kesayahinn…

    Weeeeekeeekekekek

    [Reply]

  65. “Selamat malam juga saudarakau” kang kangboed

    *pangjawabkeun*

    Hatur nuhun kang DEDE

    [Reply]

  66. Salam kenal kembali #Auto jawab#
    Tuan rumah sedang klenger bau ketek sampean… :P

    Waaakaaakakakak

    [Reply]

  67. Beneeeeeerrrrrr… yang utama dan terutama adalah menemukan Jati Diri.. hidup dipimpin hati nurani.. menebarkan CINTA dan Kasih Sayang
    Salam Sayang Sahabatku

    [Reply]

  68. Subhanallaaaaah.. siapa mengenal dirinya tentu dia mengerti akan lemah dan tiada berdayanya.. sehingga akan tersungkur dan menyerahkan diri bulat bulat kepadaNYA.. mensyukuri nikmat setiap tarikan nafasnya.. berlari kepelekanNYA
    Salam Sayang

    [Reply]

  69. Subhanaaalllllaaaaah.. hanya yang mengerti sebenar diri.. melangkah meraih FITRAH DIRI.. berjalan dengan CINTA dan KASIH SAYANG.. meraka menjadi RAHMATAN LIL ALLAMIN
    Salam Sayang

    [Reply]

  70. Waduuuuuuh.. hehehe.. beneeeeerrr.. bukan hanya berhenti di fitrah diri.. Jiwa Tenang pembuka pintu ketuhanan.. tapi itu adalah pembuka pintu gerbang ketuhanan.. teruuuuusssssskaaaaannn
    Salam Sayang

    [Reply]

  71. Waaaakaaakaakakak.. mari saudara saudaraku sebangsa dan setanah air.. kita bangun kebersamaan dalam CINTA dan KASIH SAYANG.. kembali kepada JATI DIRI MANUSIA Seutuhnya
    Salam Sayang Buat mas Sikap Samin

    [Reply]

  72. Subhanallllaaaaah.. mas Sawali sahabatku yang baik.. mari kita melangkah dan menjadikan semua sebagai tonggak kebangkitan.. menemukan FITRAH DIRI manusia seutuhnya..
    Salam Sayang

    [Reply]

  73. Beneeeeeerrrrr.. sahabatku.. ada yang terlebih penting dari sekedar mengutuk dan melaknat.. tapi mensegerakan diri untuk meraih FITRAH DIRI menjadi manusia seutuhnya
    Salam Sayang

    [Reply]

  74. Hehehe.. apalagi jika kita tertarik dalam tangan CINTANYA.. bukan lagi akhirat.. tetapi gemetar kerinduan dalam sapaan mesraNYA yang diinginkanNYA
    Salam Sayang

    [Reply]

  75. Hahaha.. kembali ke dalam diri tanyakan semua kepada hati nurani.. apakah dia diam menangis atau sedang tersenyum berzikir.. manusia seutuhnya memang harus di raih.. manusia yang meliputi lahir dan bathin
    Salam Sayang

    [Reply]

  76. SIAAAAAAAAAP PERINTAAAAAAH Komandaaaaan.. waduuuh jadi bener beneerrrr maluuu eeeuy.. hehehe.. ma kasih maaaassss.. thank tou very much
    Salam Sayang

    [Reply]

  77. Waduh terima kasih mas LOR MURIA yang baik terima kasih atas bahan postingannya.. waaaakaakakakak.. tinggal di sentuh sedikit akan jadi tulisan.. ma kasih mas
    Salam Cinta dan Kasih untuk LOR MURIA
    Salam kasih dan Sayang dalam RahmatNYA untuk LOR MURIA Sekeluarga.
    Salam Sejati

    [Reply]

  78. Subhanalllaaaaah.. mudah mudahan kita menjadi ingat tiada lupa.. tertanam dalam kesadaran akan penyaksian.. mudah mudahan.. masuk dan melangkah terus
    Salam Sayang

    [Reply]

  79. Waaaakaakakak.. di mulai FITRAH dan akhirnya lalai keterusan.. hahaha.. sungguh kasihan sekali.. bagi yang mengerti akan berlari mengejar FITRAH kembali
    Salam Sayang

    [Reply]

  80. Waduuuuuuuuuuuuuuuuuuuh.. terima kasih kembali dah ada lagi bahan tulisan.. waaaakaakakakak.. nuhun akang PJ anu paling kasep sa dunia.. weeeekekeekek..
    Salam Sayang dan Rindu untuk saudara sejatiku

    [Reply]

  81. KangBoed ini Aya…Aya…Wae, Koment kok dijadikan Postingan Tulisan…. :wink:

    Ayo…KangBoed, ditunggu pencerahan KangBoed yang lebih mendebarkan dan menggetarkan Jiwa.

    Salam Sejati saudaraku..
    Salam Sayang…
    Salam Rindu di “POS RONDA”
    dari
    “OB”

    Hehehehe.. kalau komengnya bermutu.. dan sangat layak dijadikan postingan opo meneh mas.. komengnya bisa jadi artis toh
    Salam Sayang

    [Reply]

  82. nah.. kang boed juga pintar dan pasti paham dan mengerti cara unduh gambar ke dalam tulisan

    Salam Sayang Kang Boeddddd

    Waduuuuh boro boro mas.. wakaaakakakak
    Salam Sayang mas Huang

    [Reply]

  83. Hehehe.. kembali ke dalam diri.. semua hanyalah proses pemurnian.. pemurnian iman dan cinta.. sampai tiada yang ada selain YANG ADA itu sendiri..
    Salam Sayang

    [Reply]

  84. Waaakakakak.. belum mas.. belum ada.. tapi santai aja dah.. hehehe.. kemaren tulisan mas tigaw ditanggapi oleh mas Pengembara Jiwa.. sambil teriak teriak pengen ketemuan katanya.. minta alamatnya.. hayoooooo.. tuh nambah sahabat lagi..
    Salam Sayang Selalu

    [Reply]

  85. Subhanaaallllaaaaahhhh.. Setujuuu.. satu pemaparan yaaaang ruaaarrr biasaaaaaa.. semoga sahabatku berkena sering mampir untuk berbagi pencerahan bai kita semua terutama buat saya yang masih belajar
    Salam Sayang

    [Reply]

  86. @Meong
    jika boleh, “menuhankan”,
    __________________________
    Baca dunk: laa ilaha illallah

    Mau pakai kata jika, atau pakai tanda kutip… tetap tidak boleh dunk :D

    [Reply]

  87. ruaaarrr biasa, meong congkok… bengkok… ber kokok… :D

    [Reply]

  88. Hadooooooh.. enda ikut ikutan aaaah.. peaceeeeeeeeeeeeeeeeeeeee

    [Reply]


Leave a comment