Kholifah Bumi Meraih Kenikmatan Ibadah dalam Cinta
Kholifah Bumi Meraih Kenikmatan Ibadah dalam Cinta.. Kholifah Bumi Meraih Kenikmatan Ibadah dalam Cinta.. yayaya.. Khusus untuk Top Komentator kita yang bertiga.. Kholifah Bumi untuk Oom Embun 777 dan Meraih Kenikmatan Ibadah untuk Kang Zipoer Batavusqu dan Kang Abula.. mudah mudahan buku Kholifah Bumi Meraih Kenikmatan Ibadah dalam Cinta.. dapat membuka pemahaman yang lebih baik.. dan saya berharap ketiga Top Komentator mau membaca.. mengerti dan memahaminya serta yang terpenting mau berjalan menemukan Dimensi Bathiniahnya dalam penyembahan pemujaan Cinta KepadaNYA..
Tak Bosan saya kupas sedikit lagi mengenai buku itu.. Kholifah Bumi.. Sesungguhnya Manusia datang dan dilahirkan di muka bumi ini membawa Amanat Suci dari ALLAH.. yayaya.. kita semua tanpa kecuali selama masih bernama manusia.. turun dan dilahirkan di muka bumi ini membawa Amanat Suci ALLAH untuk menjadi Kholifah Bumi.. Manusia menjadi makhluk yang paling Sempurna.. Insan Kamil.. Sebagai pengendali keseimbangan dari seluruh sumber daya kehidupan yang ada di muka bumi ini.. mengendalikan seluruh potensi alam semesta raya dengan sebaik baiknya kemaslahatan bersama..
Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit.. bumi dan gunung-gunung.. maka semuanya enggan untuk menerimanya dan mereka khawatir akan mengkhianatinya.. dan manusia menerimanya.. Sesungguhnya manusia itu amat dzalim dan amat bodoh.. Sehingga ALLAH mengazab orang orang MUNAFIK laki laki dan perempuan dan orang orang MUSYRIK laki laki dan perempuan.. dan sehingga ALLAH menerima TAUBAT orang orang MU'MIN laki laki dan perempuan.. Dan ALLAH Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
(Qs.al-Ahzab (33); 72-73)
Sehingga hanya kepada Manusialah diberikan Free Will.. kebebasan berkehendak.. apakah mereka akan melangkah menjalankan Amanat suci dari Allah sehingga mulai melangkah untuk bebenah diri mencari jati dirinya.. menemukan diri sebenar benar diri ataupun menolaknya dengan berjalan sesuai kehendak dirinya sendiri dan melupakan semua amanat suci itu.. inilah kebebasan berkehendak yang telah diberikan kepada Manusia.. kebebasan untuk menjadi manusia beriman dan berakhlakul karimah atau menolak Amanat suci dari Allah dan menjadi pembangkang mengikuti kehendak nafsunya belaka.. menjadikan diri sebagai orang orang yang Munafik dan terlebih Musyrik..
Untuk sebuah Amanat Besar itulah maka Allah menciptakan dan menggelar kehidupan di muka bumi ini dengan segala sumber daya dan segenap potensi untuk memenuhi semua kebutuhan hidup manusia di bumi.. Seluruh alam semesta di bentangkan sesungguhnya hanya untuk kita semua manusia.. demi menjalankan tugasnya.. Kembali apakah manusia akan menyia nyiakan semuanya itu.. atau mereka akan bersegera untuk melangkah menemukan jati diri mereka.. menemukan diri sebenar diri dan menjadi Kholifah Bumi sebagai Insan Kamil.. Manusia yang menebarkan cinta dan kasih sayang di muka bumi ini.. manusia pemegang amanat Allah untuk menjaga keseimbangan di muka bumi dan mempergunakan seluruh sumber daya alam semesta dan isinya berikut potensinya untuk kemaslahatan bersama.. Manusia sebagai Wakil ALLAH di muka bumi.. manusia berakhlakul karimah pembawa Spirit Islam.. Rahmatan Lil Allamin..
Tips Merasakan Manisnya Ibadah.. semoga para sahabat dapat Meraih Kenikmatan Ibadah.. bukan hanya karena terpaksa.. bukan karena tanggung jawab.. bukan karena kewajiban.. tetapi Meraih Kenikmatan Ibadah karena benar benar mencintai ALLAH sebagai segala sesuatunya di dalam hidup.. Meraih Kenikmatan Ibadah karena menyadari dan merasakan manisnya Iman dan Cinta kepada ALLAH.. sehingga setiap laku dan tindaknya hanya tertuju kepadaNYA.. berkarya dan mencipta untuk sesama karena mencintai ALLAH.. itulah manusia manusia pilihan yang telah Meraih Kenikmatan Ibadah..
"Aku tidak menciptakan Jin dan Manusia melainkan untuk beribadah kepadaKU"
(Adz-Dzariyat [51] : 56)
Ternyata manusia diciptakan hanya untuk sujud dan beribadah kepadaNYA.. beribadah karena CINTA.. Sayang sekali.. yayaya.. Sayang seribu sayang banyak manusia yang lupa diri dan lalai akan tujuan penciptaan manusia ini.. Manusia kebanyakan terbius oleh gemerlapnya kenikmatan duniawi.. diombang ambingkan gelombang ketamakan.. Semakin hari semakin jauh saja dari jalan kembali kepadaNYA.. semakin keluar dari aturan dan KehendakNYA.. Padahal manusia tiada menyadari dengan berlalunya waktu yang cepat.. semakin senja saja usia kita semuanya.. semakin dekat saja saat saat Pertemuan denganNYA..
Kalaulah sejenak saja kita berusaha mengingat ALLAH biasanya itupun selalu diliputi perasaan malas dan enggan serta sungkan yang tiada terkiranya.. sehingga tanpa menyadari yang penting saya sudah melaksanakan kewajiban saya.. saya sudah melakukan shallat.. saya sudah berpuasa.. saya sudah beribadah walau malas malasan.. karena tiada menyadari seolah olah beribadah itu terasa tertindih beban kewajiban yang sangat berat sekali.. dan tiadalah bertumbuh kesadaran bathinnya..
yayayaya.. sesungguhnya tanpa menyadari diri sebenar diri dan mulai belajar mencintai ALLAH maka semua itu sia sia belaka dan hanya akan menjadi beban berat bagi perjalanan kita.. hanya dengan nikmatnya IMAN dan CINTA maka manusia akan Meraih Kenikmatan Beribadah.. ketika dia menyadari akan kelemahan dirinya yang tiada berdaya upaya.. la hawla walla quwata.. maka mulailah dirasakan Kenikmata Beribadah.. bahkan diri sanggup berlama lama bersujud dihadapanNYA.. menangis tersedu sedu kehadiratNYA.. hanya dalam La Hawla Walla Quwata..
Sebenarnya manusia pasti merasakan Kenikmatan Beribadah itu.. saat dirinya terjatuh dan terperosok.. saat di timpa kesulitan yang sangat berat.. menghadapi persoalan yang sangat besar di luar kemampuan dirinya.. saat dia di buat tersungkur dan terjerembab oleh situasi dan kondisi yang menekannya dengan dahsyat.. maka manusia akan lari dari semuanya dan berlutut menangis kepadaNYA.. saat itu juga dalam penyerahan dirinya manusia tiada menyadari mendapatkan kenikmatan beribadah.. tetapi berapa lama yaaa.. entahlah..
Mengapa tidak bertahan lama kenikmatan beribadah itu.. karena satu hal manusia tiada menyadari kuncinya sehingga mengabaikannya.. sehingga tahapan perjalanan spiritualnya hanya sampai di situ saja dan kemudian akan anjlok menurun demi sedikit dan kembali hambar dan berat.. manusia lupa akan kunci la hawla walla quwata.. manusia melupakan untuk Olah Rasa HATI.. untuk mengolah HATI NURANInya ketikan menghadap kepadaNYA.. sesungguhnya FREKUENSI HATI jangan diabaikan melainkan terus perhalus dan perhalus terus menjadi satu perjalanan rohaniah..
Sekali lagi buat para Top Komentator pesan saya untuk Oom Embun 777.. Kang Zipoer Batavusqu dan Kang Abula.. mudah mudahan buku Kholifah Bumi Meraih Kenikmatan Ibadah dalam Cinta.. dapat membuka pemahaman yang lebih baik.. dan saya berharap ketiga Top Komentator mau membaca.. mengerti dan memahaminya serta yang terpenting mau berjalan menemukan Dimensi Bathiniahnya dalam penyembahan pemujaan Cinta KepadaNYA.. semoga persahabatan para sahabat semuanya semakin hari semakin erat dalam Cinta Damai dan Kasih Sayang.. menjadi SATU KELUARGA BESAR yang INDAH..
RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk
MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
Kekasihku.. Pujaanku.. Sepenuh Jiwa Merindu.. , Filosofi Semar , Mengembalikan Jati Diri Bangsa : Kembali pada Tujuan Hidup semula , Manusia janganlah Kau Sombongkan Diri , Ibu Kota Negara Hilang Lenyap Terendam Air , RAIHLAH JATI DIRI MANUSIA untuk
MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA , Kiamat 2012!!, Hati Hati Kiamat Sudah Terjadi Saat ini!! , Demi Masa Sesungguhnya Manusia Dalam Kerugian yang Nyata






December 23rd, 2009 - 15:46
Proses berkembang manusia bersifat adi kodrati menuju pada hukum/rumus alam yang paling dominan yakni PRINSIP KESEIMBANGAN (harmonisasi) alam semesta. Penentangan rumus alam/kodrat Tuhan tersebut adalah sebuah malapetaka besar kehidupan manusia yakni kehancuran peradaban bahkan kehancuran bum
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 23rd, 2009 at 15:48
Memahami kesadaran tidaklah mudah, karena bekalnya adalah kesadaran pula. Sebagaimana digambarkan dalam filosofi Jawa dalam bentuk saloka : Nggawa latu adadamar ; …membawa api untuk mencari api”. Hal itu menjadi satu problematika tersendiri (the problem of consciousness) umpama tamsil ; ..kalau ingin cari makan untuk mengisi perutmu, syaratnya perutmu harus kenyang dulu.
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 24th, 2009 at 14:53
Orang yang mengikut nafsunya adalah orang yang menjadikan nafsu sebagai tawanan dan kekasihnya, sedangkan orang yang mencintai Allah meninggalkan kehendak diri dan nafsunya kerana kehendak Kekasihnya.
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 24th, 2009 at 14:59
Bahkan, apabila kecintaan kepada Allah telah dominan dalam diri seseorang, dia tidak akan lagi merasa seronok dengan selain Kekasihnya. Sebagaimana diceritakan, bahawa setelah Zulaikha beriman dan menikahi Nabi Yusuf a.s, maka dia sering bersendirian dan bersunyi-sunyian beribadat serta tidak begitu tertarik dengan Yusuf a.s sebagaimana sebelumnya.
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 24th, 2009 at 15:00
Kecintaan kepada Allah merupakan sebab Allah mencintainya. Apabila Allah telah mengasihinya, maka Allah akan melindunginya dan membantunya menghadapi musuh-musuhnya. Musuh manusia itu ialah nafsunya sendiri.
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 24th, 2009 at 15:05
Maka Allah tidak akan mengecewakannya dan menyerahkannya kepada nafsu dan syahwatnya. Oleh yang demikian Allah berfirman:
Dan Allah lebih mengetahui berkenaan musuh-musuh kamu, (oleh itu awasilah angkara musuh kamu itu). Dan cukuplah Allah sebagai pengawal yang melindungi, dan cukuplah Allah sebagai Penolong (yang menyelamatkan kamu dari angkara mereka). (al-Nisa’: 45)
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 24th, 2009 at 15:06
Orang yang mencintai Allah, lidahnya tidak pernah terlepas dari menyebut nama Kekasih-Nya dan Allah tidak pernah hilang dari hatinya. Tanda cinta kepada Allah, dia suka menyebut-Nya, suka membaca al Quran yang merupakan kalam-Nya, suka kepada Rasulullah SAW dan suka kepada apa yang dinisbahkan kepada-Nya.
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 24th, 2009 at 15:08
Orang yang mencintai Allah kegembiraan dan keseronokannya bermunajat kepada Allah dan membaca Kitab-Nya. Dia melazimi solat tahajjud dan bersungguh-sungguh beribadah pada waktu malam yang sunyi dan tenang.
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 24th, 2009 at 15:13
Barang siapa yang merasakan tidur dan berbual-bual lebih lezat daripada bermunajat dengan Allah, bagaimanakah hendak dikatakan kecintaannya itu benar? Orang yang mencintai Allah tidak merasa tenang melainkan dengan Kekasihnya. Firman Allah:
(yaitu) orang-orang yang beriman dan tenang tenteram hati mereka dengan zikrullah. Ketahuilah, dengan zikrullah itu, tenang tenteramlah hati manusia. (al Ra’d: 28)
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 24th, 2009 at 15:17
Orang yang mencintai Allah tidak merasa sedih jika kehilangan sesuatu dari dunia ini tetapi amat sedih jika hatinya tidak lagi memiliki cinta kepada Allah. Besar kesalahan baginya jika ada saat-saat yang berlalu tidak diisi dengan zikrullah dan ketaatan kepadaNya, apatah lagi jika melakukan larangan Allah.
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 24th, 2009 at 15:20
Orang yang mencintai Allah tidak merasa sedih jika kehilangan sesuatu dari dunia ini tetapi amat sedih jika hatinya tidak lagi memiliki cinta kepada Allah. Besar kesalahan baginya jika ada saat-saat yang berlalu tidak diisi dengan zikrullah dan ketaatan kepadaNya, apatah lagi jika melakukan larangan Allah…..
[Reply]
December 24th, 2009 - 13:34
ISLAM adalah agama yang hakiki dan realiti, bukannya agama khayalan atau melawan arus fitrah insan. Oleh yang demikian, Islam tidak menafikan terdapat di sana perkara-perkara yang dikasihi, disukai dan dicintai oleh manusia kerana ia sememangnya merupakan kecenderungan dan fitrah setiap insan.
[Reply]
December 24th, 2009 - 13:39
Maka seorang manusia itu akan mengasihi keluarga, harta dan tempat kediamannya. Namun, tidak sepatutnya terdapat sesuatu di dunia dan akhirat lebih dikasihi daripada kecintaan terhadap Allah dan Rasul. Jika berlaku sedemikian, maka dia adalah orang yang kurang imannya dan wajib dia berusaha untuk menyempurnakan keimanannya. Allah SWT telah berfirman yang bermaksud:
Orang-orang yang beriman itu sangat kuat kecintaannya kepada Allah. (al- Baqarah: 165)
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 24th, 2009 at 13:45
Dunia hari ini menyaksikan umat Islam tidak lagi menjulang cinta kepada Allah sebagai cinta yang utama, tidak lagi mahu bermujahadah mengejar cinta Khaliqnya. Sebaliknya, sentiasa bersemangat dan memperjuangkan cinta kepada dunia dan hamba-hamba dunia.
[Reply]
munir ardi Reply:
February 6th, 2010 at 21:34
Islam sekarang sesuai dengan hadist nabi bahwa suatu saat kalian akan seperti buih dilautan dan pasir ditengah padang pasir
[Reply]
Munir ardi Reply:
February 6th, 2010 at 21:54
Apa karena kita sedikit? Tidak tapi karena umat islam dihinggapi cinta dunia dan takut mati
Munir ardi Reply:
February 6th, 2010 at 22:00
Hai seluruh umat islam mari satukan kembali langkah dan cita-cita
December 24th, 2009 - 13:48
Saban waktu sang kekasih berusaha mengenali hati kekasihnya tetapi tidak pernah sesaat sang hamba berusaha mengenali Khaliq dan kekasihnya yang sepatutnya menjadi cinta awal dan akhirnya.
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 24th, 2009 at 13:51
Menyebut cinta kepada Allah atau menyebut nama Allah terasa tawar dan hambar, tetapi menyebut cinta kepada manusia terasa sungguh bahagia dan menyeronokkan. Kenapa tragedi ini boleh berlaku, sedangkan Allah itu bersifat Maha Sempurna, manakala manusia bersifat dengan segala kekurangan.
[Reply]
February 6th, 2010 - 19:14
salam sejahtera
apabila sistem hukum Allah
yang di dalam kitab
diterapkan oleh manusia dan pemimpin kita
maka Islam menjadi rahmatan lil alamin
dan tidak akan terjadi bencana
sebagai peringatan dariNya
bahwa hukum Allah harus dilaksanakan
[Reply]
February 6th, 2010 - 19:15
salam sejahtera
Islam sebagai rahmatan lil alamin
maka tidak adalah kerusakan di darat maupun dilaut
[Reply]
February 6th, 2010 - 21:06
Salam 7 taman langit mari ikutan jg
[Reply]
Munir ardi Reply:
February 6th, 2010 at 21:24
Selamat malam untuk semua ijin untuk melanjutkan
[Reply]
Munir ardi Reply:
February 6th, 2010 at 21:28
Tunggu kanda iwan eh kemanakan yang muncul
[Reply]
February 6th, 2010 - 21:32
Ok selamat gabung
[Reply]
munir ardi Reply:
February 6th, 2010 at 21:35
2 tiga mater kumpul dsini 2 tiga orang baru berani gabung juga meski koment kagak nyambung
[Reply]
February 6th, 2010 - 21:41
Mari nikmati kemeriahannya
[Reply]
February 6th, 2010 - 21:45
Sekaligus menyambung tali silaturrahmi
[Reply]
Munir ardi Reply:
February 6th, 2010 at 22:09
Selamat malam semua
[Reply]
February 7th, 2010 - 08:41
Manusia harus sadar akan tanggung jawabnya di bumi
[Reply]
Munir ardi Reply:
February 7th, 2010 at 08:51
Yaitu menjadi khalifah dan berbuat baik
[Reply]
February 7th, 2010 - 08:58
Bukan malah berbuat kerusakan dan jadi lupa diri
[Reply]
February 7th, 2010 - 09:03
Sadarlah semua
[Reply]
Munir ardi Reply:
February 7th, 2010 at 09:09
Bumi sudah tua dan rapuh karena ulahmu sendiri
[Reply]
February 7th, 2010 - 09:10
Menebang hutan
[Reply]
February 7th, 2010 - 09:12
Rumah kaca, freon, dan polusi lainnya
[Reply]
February 7th, 2010 - 09:14
Mari hijaukan bumi kembali
[Reply]
February 7th, 2010 - 09:15
Go green
[Reply]
February 7th, 2010 - 09:16
Program 100 jt pohon
[Reply]
February 7th, 2010 - 09:18
Satu orang satu pohon
[Reply]
February 7th, 2010 - 12:31
O o ngomong sendiri aku dari tadi
[Reply]