KangBoed mengembalikan jati diri bangsa | Iman | Cinta | Kasih Sayang | Persahabatan

18May/09111

Manusia Keledai

manusia keledaiHihihi… lagi suntuk… banyak pikiran… kepala kliyengan… eee… anak anak di rumah pada ribuuut… hmm… ooo… lagi nonton film kartun… hahahaha… lucuu… lucuuuu… huuuuwaaaaakaaakaakak… *kepala copot*.. hehehe… film kartunnya lucu… seekor keledai… yayaya… keledai konon katanya binatang paling bodooooooh dan toloooool… *lirik kiri kanan*… takut di bilang miriiip… hehehe… keledainya lucu buangeeeet… wah… sampai lupa masalah neeee… fresssssh frooom the oven… langsung segeeer buger cager bageur… hihihi… beneeeer beneeer bodoooh… goblooook… tolooool entu keledai… hihihi… kayanya gak makan bangku sekolahan… mukanya juga lucuuu beneeeer… hehehe… kelihatan tololnya… hihihi… weleh weleeeeh.. girang beneeer… waaaaah filmnya daaah selesai… *The End*… Tamat…

Hmm… *gak nyambung*… manggut manggut soewoeng… geleng geleng… buweeeeeel...  eee… jadi ingaaat entah peribahasa… atau pepatah… atau apa yaaaaa… nyang pernah saya bacaaa tapi bukunya dah lupa judulnya… *dasar keledai*… hihihi.. isinya begini… :

“ Keledai Dungu Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama untuk Kedua Kalinya...”

Konon katanya entu keledai memutari lubang…*bisa ya*

hmm… tetapiii… yayaya… tetapi…

“Manusia Pintar, Pandai, Genius, Sok Logika, Sok Pikir… Selalu Jatuh dan Jatuh Lagi Kedalam Lubang yang Sama berkali kali”

Hihihihi… konon katanya selalu keenakan… alasannya siiih… bawaan oroook… *kebiasaan ya*

Hihihi… bingung yaaaa… gak terbayangkan… gimana wajah keledai yang dungu… *nguakaaaaaaak*… hehehe… AYA AYA wae… buat saudaraku dan sedulurku mari kita ketawa dulu sama sama… sambil membayangkan muka keledaaaai.. eee… yang dunguu.. hahahaha… setelah itu mari kita samain… *???*… hehehe… memangnye manusia keledai..

mohon petunjuk dari saudara saudaraku yang pintar pintar… sedulur sedulurku nyang guanteng guanteeeng… maupun para keledai yang dungu dungu… bebaaas… siapa saja…. hehehe… untuk membantu menjawab pertanyaan saya :

1. apakah benar adanya pepatah tersebut ???...

2. mengapa bisa manusia jatuh selalu di lubang yang sama ???...

3. terus kenapa yaaa makhluk pintar selalu begono???....

Hehehehe….. akhirnya… *bercermin*… ooo… masih gantengan saya dikiiit… *Narsis Mode ON *.. yayaya… untungnya masih gantengan sayaaaa… walau cuma dikit seeh... hehehe…

RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG

‘TUK SEMUA SAHABAT SAHABATKU TERSAYANG

” I LOVE YOU PUUUUULLLLLLLLLLL “

Comments (111) Trackbacks (55)
  1. apa keledai bener2 binatang bodoh yah?
    apa krn ‘dianya’ terlalu pendiam & nurut, disuruh bawa ini itu nurut aja?
    pa krn sdh terlanjur dicap bodoh jd keledai males belajar?

    nc artikle kang boed
    tr kasih

    [Reply]

  2. hmmm …. keledai, meski tolol seperti kartun yang di tipi2 itu, tapi bisa memberikan pelajaran berharga buat manusia2 yang konon lebih pinter, terhormat, dan bermartabat. gimana ndak? lha wong keledai aja ndak mau terperosok ke dalam lubang yang sama, kok, eh, manusia malah kecebur sampai dalem banget di lubang yang sama, wakaka … apalagi kalau kecebur di tempat yang basah, sah, sah, saaah! keke …

    [Reply]

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Jangan Jatuh Pada Lubang yang Sama

    “Tafakkur satu jam, lebih baik dari ibadah satu tahun.” Sepintas, ungkapan Imam Syafi’i itu berlebihan. Bagaimana mungkin sebuah amal yang dilakukan dalam rentang 1 jam, bisa lebih baik dari ibadah selama satu tahun?

    [Reply]

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Ungkapan Imam Syafi’i itu tentu tidak disampaikan dalam konteks perbandingan yang saling menafikan antara yang satu dengan yang lain. Imam Syafi’i tidak mengajak agar orang melakukan tafakkur satu jam, lalu tak perlu beribadah selama satu tahun. Sama sekali tidak.

    [Reply]

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Ia hanya ingin menekankan pentingnya merenung, menghisab diri, mengevaluasi amal yang telah lalu, menekuri hidup dan seterusnya. Sikap ini sangat penting dan bahkan menjadi syarat seseorang untuk mampu memiliki kualitas ibadah yang lebih baik.

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Ada beberapa langkah praktis yang bisa kita lakukan agar kita terbiasa mengambil pelajaran dari masa lalu, baik dari apa yang telah dilakukan diri sendiri, maupun orang lain.

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Pertama, merenung, bermuhasabah atau mengevaluasi amal dalam satu hari.
    Kebiasaan seperti inilah yang dilakukan seorang sahabat yang menurut Rasulullah sebagai ahli surga.

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Dalam hadits shahih disebutkan dalam tiga kesempatan Rasulullah menyinggung kedatangan sahabat calon penghuni surga itu di dalam majelis para sahabat. Ahli surga itu ternyata bukan ahli ibadah yang kuantitas ibadahnya melebihi para sahabat lain. Ia hanya kerap melakukan evaluasi diri menjellang tidurnya setiap malam lalu ia hapus semua rasa gundahnya pada sesama muslim.

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Dalam kitab “Bukaul Mabrur” yang mengulas tentang tangisan orang-orang shalih disebutkan perkataan salafushalih: “Para orang tua kami selalu menghitung diri dari apa yang mereka perbuat dan apa yang mereka ucapkan, kemudian mereka menulisnya dalam sebuah daftar. Setelah shalat Isya’, mereka mengeluarkan daftar amal dan ucapannya kemudian menimbangnya.

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Jika amalan yang diperbuat buruk yang perlu istighfar maka mereka bertaubat dan beristighfar. Namun jika amalannya baik dan perlu disyukuri, merekapun bersyukur kepada Allah hingga mereka tidur. Kami pun mengikuti jejak mereka. Kami mencatat apa yang kami perbuat dan menimbangnya.”

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Kedua, memiliki agenda harian untuk mengevaluasi amal-amal yang telah dilakukan.

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Agenda harian ini berisi daftar amal harian yang dianggap wajib dilakukan. Misalnya saja, kewajiban shalat Subuh dan Isya di masjid, memulai pekerjaan dengan Bismillah, membaca istighfar minimal 100 kali, membaca al-Qur‘an sekian halaman, dan sebagainya. Sebaiknya catat pula alasan, problem dan hambatan yang menjadikan kita tidak mampu menunaikan amal-amal harian tersebut.

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Mencatat hambatan amal-amal baik akan menjadi bahan pengalaman agar bisa diantisipasi pada waktu selanjutnya. Sebagaimana setiap orang akan menerima lembaran-lembaran amalnya selama di dunia pada pengadilan akhirat nanti, setiap muslim sangat dianjurkan untuk menghitung-hitung sendiri amal-amalnya sejak di dunia. Tujuannya jelas, agar segala keburukan tidak terulang, dan segala kebaikan terpelihara bahkan lebih baik lagi. Umar ra memberi nasehat, “Hasibuu anfusakum, qabla an tuhasabuu.” Hisablah amal-amal kalian sendiri, sebelum amal-amal kalian dihisab (oleh Allah di hari kiamat).”

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Ketiga, biasakan menilai dan mempertajam kontrol terhadap diri sendiri.
    Seseorang yang takjub dengan pribadi Hasan Al-Bashri pernah bertanya, “Siapa yang mendidikmu memiliki pribadi seperti ini?” Hasan Al-Bashri menjawab pendek. “Diriku sendiri.” “Bagaimana bisa seperti itu?” tanya orang itu lagi. Hasan menguraikan, “Jika aku melihat keburukan pada orang lain, aku berusaha menghindarinya. Jika aku melihat kebaikan pada orang lain, aku berusaha mengikutinya. Dengan begitulah aku mendidik diriku sendiri…”

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Imam Hasan Al Bashri mengatakan, “Sesungguhnya penghisaban di hari kiamat akan ringan bagi kaum yang telah menghisab amalannya di dunia, begitu pula sebaliknya penghisaban di hari kiamat akan berat bagi orang yang tidak menghisab amalannya di dunia.”

    [Reply]

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Sikap ulama shalih generasi Tabi’in itu jelas menekankan pentingnya seseorang mengambil pelajaran dari sebuah peristiwa. Teorinya sederhana, meniru yang baik dan menghindari yang tidak baik. Tapi hasilnya, prinsip itulah yang melahirkan pribadi yang menakjubkan. Apa yang melatarbelakangi Hasan Al-Bashri berprinsip seperti itu? Tidak lain untuk menghindari kekeliruan masa lalu, baik yang dilakukan diri sendiri maupun o-rang lain. Itu kuncinya, sehingga dari hari ke hari ia selalu berupaya memperbaiki kepribadiannya.

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Keempat, sadarilah bahwa belajar dari pengalaman akan menambah kedewasaan dan kebijaksanaan dalam menyikapi hidup.
    Semakin banyak orang bercermin terhadap masa lalu, maka ia akan semakin bijaksana dalam menentukan langkah. Saat mendapat kelapangan, seseorang tidak akan mudah larut oleh kesenangan. Ia berpikir bahwa ada kalanya lapang dan ada kalanya sempit.

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Saat mendapat kesulitan, ia juga tak mudah hanyut. Karena ia berpikir bahwa kesulitan akan silih berganti dengan kemudahan. Dan seterusnya. Perbandingan seperti ini membuat seorang mukmin tetap bersyukur apapun kondisi yang ia alami. Itulah variasi dan itulah wujud kesempurnaan hidup sehingga saling melengkapi. Tanpa sikap seperti ini orang akan mudah terkena penyakit jiwa. Mudah gelisah dan selalu merasa tidak puas. Ia bahkan sulit merasa bahagia karena selalu terombang ambing oleh dinamika hidup itu sendiri.

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Kelima, ketahuilah, bahwa dalam batas tertentu kesalahan dan kekeliruan adalah lumrah.

  3. lebih baik mana.., keledai atau zombie???

    [Reply]

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Allah swt tidak menciptakan manusia sempurna. Selalu saja ada manusia yang lebih di sini dan kurang di sana. Atau sebaliknya, lebih di sana dan kurang di sini.

    [Reply]

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Sehingga prinsipnya jangan takut gagal dalam beramal. Tidak jarang, kegagalan dan kesalahan merupakan batu loncatan ke arah kebaikan. Setidaknya ia menjadi spirit untuk melakukan penebusan. Makna ini antara lain yang terkandung dalam pesan Rasulullah agar kita mengiringi segala keburukan yang kita lakukan dengan kebaikan. “Bertakwalah kamu kepada Allah di mana saja kamu berada. Dan ikutilah keburukan itu dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapus keburukan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    [Reply]

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Keenam, selami sejarah orang-orang yang hidup di masa lalu.

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Dengan mengetahui masa lalu, berarti seseorang memiliki modal informasi berharga sebagai bekal perjalanan yang ia lakukan di masa mendatang. Peristiwa apapun, baik dilakukan oleh sebuah generasi maupun orang per orang, harus menjadi cermin perbandingan melangkah ke depan.

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Kehidupan ini tak ubahnya cermin pengulangan masa lalu. Silih berganti antara keberhasilan dan kegagalan, kemenangan dan kekalahan, kebahagiaan dan kesedihan. Semuanya berputar dan berganti bagai pergantian siang dan malam. Firman Allah swt, “Dan hari-hari itu kami pergilirkan di antara manusia…” (Qs. Ali Imran: 140),
    Itulah hikmah dari penjabaran sejarah perjuangan para Rasul dan Nabi yang tertuang dalam Al-Qur‘an. Allah swt membina mental perjuangan Rasulullah dan para sahabatnya melalui uraian panjang tentang perjuangan para Nabi dan Rasul sebelum mereka. Jejak sejarah perjuangan itulah yang akan menjadi rambu bagi umat manusia sepanjang zaman dalam menegakkan kebenaran.

  4. enakan kedelai daripada keledai….:P

    ra nyambung ya..

    [Reply]

  5. kesimpulannya ; kadang2 manusia sama dgn keledai.
    atau keledai yg sama dgn manusia ?
    salam.

    [Reply]

  6. 1>pepatah tersebut ada, dan biasanya pepatah ada karena kebiasaana keledai begitu
    2.karena manusia makhluk kang
    3.sama dengan yang ke 2

    [Reply]

  7. Hahahaha… Mungkin aku tergolong manusia keledai Kang. Soalnya tidak mau meninggalkan komputer tiap harinya, hampir kayak autis [atau malah sudah].

    [Reply]

  8. manusia keledai. kdang manusia mjndi lupa, lupa lupa lupa lupa lupa lupa liriknya …. , bahkan saat ada yg coba menegurnya dgn hlus, disangkanya satu komplotan. saat mncpai puncak, maka dilihatnya yg dibawah pada kerdil2, pdhal yg dibwh mlihat yg dipuncak juga pada kerdil2. lantas, siapakah yg menyaksikan manusia2 kerdil tsb, yg saling mengerdilkan, saling mengkeledaikan. siapakah yg menyebabkan manusia keledai. manusia atau keledai.

    [Reply]

  9. eh, gak nyambung ya?? huahahaha…

    SALAM GANTEEENGGG!!!!
    =========================================
    hehehehe.. sambungin aja duuuunk..
    Salam Sayang
    SALAM SUPER GANTEEEEENG

    [Reply]

  10. Walaaaaaaaaah…
    Ngelirik sebelah kanan,
    Kok Kement diborong sama JURAGAN KEDELAI yah…??

    Kabuuuuuuuuurrrr….
    ========================================
    hehehe.. kenaaaaa deeeeeh.. waaaah ampuuuuun mBaaaaaaaaah.. jangan kabuuuurrrrrrrrr.. huuuuwaaaakaakakak..
    Salam Sayang
    Salam Rindu mBaaahku Chayaaaank

    [Reply]

  11. Eh..belon ikutan jawab kok keburu kabur.

    1. Gak bener, soalnya sekarang Jalannya sudah di ASPAL.
    2. Sebab banyak manusia yang ISTRINYA cuman SATU. Klu yg Poligami LUBANGNYA jelas gak sama.
    3. Yang PINTER suka NGADALI makanya sering masuk PENJARA yang sama

    Ketawa…ngakak guling-guling kasih koment no. 2
    Huaaaaaaaaaaaaaaaks..kaks..kaks…

    [Reply]

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Iman dan ilmu, harus dimiliki oleh manusia secara seimbang. Manusia yang tak seimbang akan mengalami pribadi yang pecah (split personality), yang mengakibatkan orang tersebut akan hidup dengan bengis, kejam (mentang-mentang) terhadap orang lain dan akan membahayakan bagi keselamatan lingkungan. Oleh karena itu, perlu diusahakan setiap orang adalah iman dan ilmunya berinteraksi secara seimbang (in dynamic equilibrium) .[‘Imaduddin ‘Abdulrahim, M. 1995]. Lebih utama lagi, ketika manusia mampu memahami ilmu, iman dan ibadah menjadi satu kesatuan dalam menjalankan kehidupan, baik pada lingkungan masyarakat maupun organisasi. Sebagaimana dalam ajaran Imam Al Ghazali, bahwa setiap orang itu jangan mengerjakan sesuatu melainkan ilmu dan ibadah.

    * Jangan kita mempergunakan otak kita selain ilmu dan ibadah, pusatkan perhatian kita pada ilmu dan ibadah, maka kita akan tegar dan berhasil.
    * Jangan banyak berfikir, berfikirlah satu, yaitu ilmu dan ibadah, maka kita akan sukses.
    * Yang selain ilmu dan ibadah adalah batil, sesat dan akan menghancurkan dunia. [Imam Al Ghazali : dalam kitab Minhajul ‘Abidin]

    [Reply]

  12. kalo ada manusia keledai gmn ya sifatnya..mungkin gabungan antara pintar dan bodoh he2..mudah2an saya tdk termasuk itu..haha.
    ——=================================——-
    Yayayaya.. mudah mudahan kita bisa selalu mengambil hikmah dalam perjalanan.. dan selalu Eling dalam Kesadaran
    Salam Sayang

    [Reply]

  13. bwakakakakaka.. kulo nurut ajakan si akang ajah.. bwakakakakaka.. :P
    ========================================
    Huuuuwaaakaakaakak.. hahaha.. yayaya.. memang saya ngajak apa yaaaa.. *jadi bingung*.. ooo.. suruh jadi keledai yaaaaaa.. hihihi.. yayaya.. menjadi MANUSIA SEUTUHNYA MELIPUTI LAHIR DAN BATHIN
    Salam Sayang

    [Reply]

  14. hakekat manusia memang harus bodoh. bodoh karena mengikuti titah. mengikuti titah karena sadar dan telah tahu. sadar dan telah tahu karena telah menyaksikan.

    hakekat manusia memang harus bodoh. bodoh karena sadar bahwa semua dalam gerak gusti allah. gerakan gusti berada dalam kebenaran, tidak pernah bercampur dengan nafsu dan syahwat.

    hakakat bodoh, adalah ajaran tertinggi. karena semua pasrah dalam gerak-Nya. berlatih menjadi bodoh adalah bagian dari ajaran berserah diri. bodoh dengan kebenaran-Nya.

    wakakak kaka kakak (ikut2an ciri kangboed !)

    [Reply]

  15. emangnya ada beda keledai ma manusia?
    keknya sama aja
    ========================================
    Bentar Baaang ATTA saya ambil cermin dulu yaaaaaaaa.. tunggu bentaaaaaaarrrrrrr
    Salam Sayang

    [Reply]

  16. Romadhan menggetarkan Jiwa2 yang Haus akan Cinta Kasih Allah, sementara Kasih Sayang Allah tiada terbatas. Semoga Menjadi Berkah untuk Semua Saudara2ku yang saya Hormati dan Kasihi.

    MOHON MA’AF LAHIR & BATHIN DARI KALIAN SEMUANYA…..semoga terbuka untukku sekeluarga.

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllll

    [Reply]

  17. maaf baru mampir… dan baru tau kalo ada yang baru

    [Reply]

  18. kesadaran manusia

    [Reply]

    CITROMDURO Reply:

    jangan melakukan kesalahan yang sama

    [Reply]

    CITROMDURO Reply:

    manusia keledai
    manusia
    keledai

    [Reply]


Leave a comment