Perseteruan KPK-Polri adalah Kesempatan Reformasi Total Kepolisian
Perseteruan KPK-Polri adalah Kesempatan Reformasi Total Kepolisian.. mungkinkah semua itu.. di saat terjadinya Perseteruan KPK-Polri adalah Kesempatan Reformasi Total Kepolisian.. mudah mudahan ditemukan jawaban yang terbaik yaaaaaa
~~~888~~~
Laporan wartawan KOMPAS Wisnu Dewabrata
JAKARTA, KOMPAS.com — Seluruh elemen masyarakat sipil diminta segera bertindak dan memanfaatkan momen kisruh antara Kepolisian RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terjadi sekarang sebagai kesempatan emas untuk mendorong dan mendesakkan upaya reformasi dan perbaikan total di tubuh Kepolisian RI.

Langkah seperti itu diyakini perlu segera dilakukan mengingat keberadaan Polri, yang selama ini berdiri sendiri dan langsung berada di bawah Presiden, ditambah berbagai kewenangan yang relatif tanpa kontrol, malah justru menjadikan Polri seolah badan super (superbody).
Selain menjadi arogan dalam menjalankan peran dan fungsinya, beberapa kalangan saat dihubungi Kompas, Minggu (1/11), juga mencemaskan kalau selama ini Polri justru dapat dengan mudah dimanipulasi dan dimanfaatkan oleh berbagai kepentingan di luar dirinya, termasuk oleh para pelaku korupsi.
Sejumlah pernyataan sikap dan penegasan tadi merupakan bentuk reaksi keras atas sikap Polri, yang dinilai sangat arogan dengan menahan dua Wakil Ketua KPK (nonaktif), Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah, yang belakangan memicu kontroversi dan kecaman. Penahanan Bibit dan Chandra hanya salah satu dari banyak kasus serupa, yang memang selama ini sering dialami masyarakat.
"Dengan mengatasnamakan kewenangan diskresinya, polisi bisa dengan sewenang-wenang melakukan penahanan. Kami selama ini banyak mendapat pengaduan tentang itu dari banyak daerah," ujar Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW).
Dia menilai langkah penahanan terhadap Bibit dan Chandra menjadi sangat ironis ketika hal itu dilakukan bersamaan dengan berkumpulnya 217 perwira Polri di Puncak, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu untuk membahas upaya reformasi internal di tubuh institusi tersebut.
Namun, Neta mengaku yakin di dalam tubuh internal Polri sendiri sekarang telah terjadi perpecahan pendapat menyikapi penahanan Bibit dan Chandra. Banyak dari kalangan perwira Polri, menurutnya, tidak setuju terhadap pernahanan tersebut karena diyakini hanya akan merusak berbagai upaya positif yang selama ini telah dicapai.
"Dari beberapa masukan yang saya dapat, banyak perwira yang saat itu sedang berkumpul di Puncak membahas upaya reformasi kepolisian merasa kecewa dengan keputusan penahanan yang diambil segelintir atasan mereka di Jakarta, yang selama ini dikenal memang tidak reformis," ujar Neta.
Para perwira reformis tersebut, tambah Neta, menilai apa yang terjadi di Jakarta sangat ironis jika dibandingkan dengan niat Polri mereformasi diri. Namun, sayangnya sampai sekarang belum muncul keberanian di kalangan para perwira reformis tadi untuk mengungkap penolakan mereka keluar.
Mereka, menurut Neta, tidak berdaya dan merasa khawatir bakal dianggap melawan perintah atasan. Apalagi, dalam tubuh Polri sendiri masih mengenal yang namanya ketaatan pada sabda pandito ratu, yaitu perintah seorang raja atau pimpinan haram untuk dilanggar, apalagi ditentang.
Lebih lanjut Neta menambahkan, kebencian yang muncul di masyarakat terhadap perilaku negatif Polri selama ini berdampak memunculkan keyakinan kalau kewenangan dan kemandirian yang selama ini dimiliki institusi itu adalah sebuah kesalahan.
Penilaian senada juga dilontarkan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), Edy Prasetyono.
Dia mengatakan, sudah saatnya kalangan sipil mendorong upaya reformasi total terhadap institusi Polri seperti juga selama ini telah dijalankan dengan baik oleh internal Tentara Nasional Indonesia, yang berada di bawah koordinasi Departemen Pertahanan.
"Jangan lagi Polri mau berkelit, posisi mereka selama ini langsung berada di bawah presiden adalah tuntutan atau mengatasnamakan supremasi hukum. Yang terpenting adalah karakter dari sistemnya. Kita kan jelas tidak akan mungkin mentolerir yang namanya supremasi hukum jika hal itu dilakukan di atau oleh sebuah negara yang otoriter," ujar Edy.
---888---
Perseteruan KPK-Polri adalah kesempatan Reformasi Kepolisian.. hmm.. bagaimana apakah perlu untuk Reformasi Total Kepolisian.. atau langkah apakah yang terbaik menurut anda semua.. silahkan berbagi di sini.. hihihihi.. kaboooooooooooorrrrrrrrr..
RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk
MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatkuku terchayaaaaaaaank I Love U fuuulllllllllllllllllll
Google PageRank Turun dari Langit Berhadiah Video Rekaman UFO di Bandung , Permohonan Maaf Menteri Komeng yang Gendeng , Surat Keputusan DepKom No.01 tentang Mengembalikan Jati Diri Bangsa , Pengumuman Penerimaan Lowongan Kerja CPNS Depkom dan Depagper , Pengumuman Download Gratis Soal Soal Latihan Test CPNS/CPNSD dan E-book Pendidikan , Facebook Siap Luncurkan Kuburan Online






November 2nd, 2009 - 05:36
cicak yang berani
[Reply]
Abula Reply:
November 2nd, 2009 at 05:37
eh pertamaxzz
[Reply]
Abula Reply:
November 2nd, 2009 at 05:39
lanjutkan saja proses hukumnya dengan sebenar dan sedadil-adilnya… bagaimana hasilnya????
[Reply]
alamendah Reply:
November 2nd, 2009 at 11:29
HASILNYA;
(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
WEKEKEKEKEK
Batavusqu Reply:
November 2nd, 2009 at 11:50
Harus Jelas, jangan ½ ½ ya
Batavusqu Reply:
November 2nd, 2009 at 11:56
Hidup KPK, merayap dengan pasti didinding dinding kantor pemerintahan
Fitri Reply:
November 3rd, 2009 at 12:59
Izin diterima mas alamendah. Sudah dilegalisir lho.
[Reply]
November 2nd, 2009 - 07:25
Kita dukung Cicak…! Kobarkan semangat juang melawan korupsi di negeri ini! Hidup Cicak…!
[Reply]
XP2 Scout Reply:
November 2nd, 2009 at 07:26
KeduaaaXXXX
[Reply]
alamendah Reply:
November 2nd, 2009 at 11:34
(maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
Selamat pagi, Kak.
[Reply]
Batavusqu Reply:
November 2nd, 2009 at 11:50
Hmm pagi dek
Batavusqu Reply:
November 2nd, 2009 at 11:54
daftar jadi polisi ga dek
Batavusqu Reply:
November 2nd, 2009 at 11:54
Kalau tidak ikut pramuka aja yuk!!!
Fitri Reply:
November 3rd, 2009 at 12:59
Siang kangboed
Lagi online yach?
[Reply]
Fitri Reply:
November 4th, 2009 at 11:00
halo kangboed.
[Reply]
November 2nd, 2009 - 11:25
(maaf) izin mengamankan KETIGA dulu. Boleh kan?!
Cicak cicak di dinding
[Reply]
alamendah Reply:
November 2nd, 2009 at 11:27
(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
DIAM – DIAM MERAYAP
[Reply]
alamendah Reply:
November 2nd, 2009 at 11:35
(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
datang seekor buaya…
[Reply]
Batavusqu Reply:
November 2nd, 2009 at 11:51
Buaya darat
Batavusqu Reply:
November 2nd, 2009 at 11:51
wkakakakakak
blogpopuler Reply:
November 2nd, 2009 at 12:18
Sudah aman kok,monggo…
Fitri Reply:
November 4th, 2009 at 10:55
kalau aman sudah boleh lewat lho.
[Reply]
November 2nd, 2009 - 11:53
Salam Takzim
Sebagai rakyat jelata, saya hanya berharap PM atau BM berpangkat Komisaris ikut mengambil sikap, jangan hanya diam, tunjukkan sumpah prajurit yang pernah engkau baca
Salam Takzim Batavusqu
[Reply]
Fitri Reply:
November 4th, 2009 at 11:00
salam takjub.
[Reply]
November 2nd, 2009 - 12:17
Buaya lawan cecak yang menang komodo.kabuuuuurrrrrr
[Reply]
Fitri Reply:
November 4th, 2009 at 10:55
kabur kemana?
[Reply]
November 2nd, 2009 - 12:20
Capek deh nonton beritanya,mending ngeblog aja yo…
[Reply]
Fitri Reply:
November 4th, 2009 at 10:58
yuk…ngeblog.
[Reply]
November 2nd, 2009 - 23:04
jati diri bangsa harus dikembalikan
[Reply]
citromduro Reply:
November 2nd, 2009 at 23:05
cecak atau buaya saudara
tokek mahal sempat
[Reply]
citromduro Reply:
November 2nd, 2009 at 23:08
siapa yang menang kebenaran harus tegak
cecak atau buaya bukan yang utama
tapi jati diri bangsa dengan tegaknya hukum
yang salah harus salah
jangan pandang bulu ntar monyet pada ketawa yang banyak bulunya
[Reply]
citromduro Reply:
November 2nd, 2009 at 23:10
ada gerakan 1.000.000 facebook dukung KPK
pendukung POLRI tidak ada
apa memang POLRI salah tangkap dan tidak ada bukti yang benar sehingga POLRI asal-asalan tangkap dan menahan orang
citromduro Reply:
November 2nd, 2009 at 23:12
sebenarnya saya salut dengan polri
seperti apapun tulisan para blogger
komentar jurnalis
berita wartawan
citromduro Reply:
November 2nd, 2009 at 23:14
salut ama POLRI
citromduro Reply:
November 2nd, 2009 at 23:15
udah mulai tidak kenal bulu tangkap orang
citromduro Reply:
November 2nd, 2009 at 23:16
apakah suatu pertanda bahwa hukum akan tegak???????????
citromduro Reply:
November 2nd, 2009 at 23:17
tapi bukan sandiwara kan???????????
citromduro Reply:
November 2nd, 2009 at 23:20
bravo POLRI juga semangat KPK
yang miskin makin miskin
yang kaya tetap kaya………….
Fitri Reply:
November 4th, 2009 at 10:58
Dunia ini hanyalah sandiwara belaka.
[Reply]
November 3rd, 2009 - 10:55
Segala sesuatu hasilnya akan baik kalau kita benar2 mengerti tujuan dan manfaatnya, bukan hanya untuk kepentingan segelintir orang yg haus pengaruh dan kekuasaan….kalau memang merasa perlu “DIREFORMASI” lakukan itu, sistem yg sdh ada dikaji kembali mana yg harus diperbaiki segera ditata kembali, jangan buang waktu. Sama2 institusi penegak hukum kenapa harus berseteru….? Apa dasar hukum yg dijalankan masing2 institusi berbeda…..? Institusi yg mana ya yg kurang memahami dan mengerti hukum yg ada dan dijalankan di Indonesia…? Malu dong sama “MASYARAKAT” yg berkeinginan “HUKUM” ditegakkan….biarlah “YG BENAR” tetap “BENAR” dan “YG SALAH” tetap menjadi “SALAH”….harus ingat dan sadar dong “SEMUA YG MEMBERI MAKAN RAKYAT” kenapa tidak sadar dan bersikap seperti itu………….? Kalau sdh seperti ini berarti masing2 institusi ingin membenarkan pendapat dan keputusan institusi sendiri2….siapa sih yg “Kuat” tetap “RAKYAT” juga kan………..? Kalau sdh “PENSIUN” pasti kembali sebagai “RAKYAT” apa tidak malu bergabung lagi dengan masyarakat kalau saat ini mengambil keputusan yg salah cuma karena didasari oleh sifat yg “HAUS KEKUASAAN DAN INGIN BERPENGARUH”….sampai sejauh mana sih “DASAR AKHLAK” yg dimiliki sehingga berbuat hanya dengan dasar keiginan “DUNIAWI” yg tidak mencerminkan sebagai “ORANG YG BERAGAMA”……mari kita perbaiki bersama semuanya…..”DAHULUKAN KEPENTINGAN UMUM DARI PADA KEPENTINGAN PRIBADI” tdk perlu berseteru malah seharusnya saling koordinasi agar tujuan untuk “MENEGAKKAN HUKUM” segera tercapai demi perbaikan dan reformasi bangsa kita……”Ya Allah,lindungi dan beri kebijakan pemimpin2 kami dalam menjalankan tugasnya,jauhkan mereka dari rasa iri,dengki dan tidak puas.Buatlah mereka menjadi Umatmu yg Berakhlak dan bisa menegakkan kebenaran ya Allah….Amiiinnnn”.
[Reply]
November 3rd, 2009 - 19:54
Reformasi kultural yang diperlukan agar kinerjanya semakin meningkat.
salam hagat dari Surabaya.
[Reply]
Fitri Reply:
November 4th, 2009 at 10:59
salam kembali buat Pakde dari Kalimantan Timur.
[Reply]
November 3rd, 2009 - 19:56
Yang dipentingkan bukan reformasi phisik tetapi reformasi kultural agar polisi semakin profesional dan bermoral
salam hangat dari Surabaya
[Reply]
Fitri Reply:
November 4th, 2009 at 10:57
Salam juga ya buat Pakde dari Kalimantan Timur.
[Reply]
Fitri Reply:
November 4th, 2009 at 11:02
masih ingat fietria kan?
[Reply]
November 3rd, 2009 - 21:00
Kalo Indonesia negara Hukum, mengapa orang salah jadi benar dan orang benar jadi salah? Apakah uang yang menentukan salah dan benarnya seseorang? Alangkah kejam dan naifnya para penegak hukum di Indonesia, kalo segala keputusan ditentukan oleh kompromi yang lebih menguntungkan. Wahai para pemimpin di negriku Indonesia….. Benarkah engkau orang yang beragama? yang selalu percaya kalo Tuhan maha melihat segalanya? ataukah agama hanya label manusiamu, kalo pada kenyataannya engkau mengganggap kalo Tuhan hanya sekedar sesuatu yang abstrak….
Wahai para pemimpin negeriku Indonesia…. sadar dan segeralah bertobat…. Katakan benar kalo memang benar dan putuskan salah kalo memang itu kesalahan. Akhirilah perseteruan antara KPK dan POLRI, jangan engkau permainkan Tuhan dan rakyat Indonesia. Tuhan maha melihat, dan pasti berlaku keadilannya.
Dan kepada yang terhormat bapak SBY, Kebijaksanaan dan profesionalisme itu penting sebagai RI I. maka segeralah tangani perseteruan itu, kalao memang Bapak ada di luar masalah itu. Biarlah yang benar tetap mendapat dukungan rakyat dan yang mendramalisir segera di REVOLUSI. Selamat berjuang KPK …. kami rindu hasil kerja benarmu. Sekjen Forum Intelektual Papua – DR.Steven Iwanggin
[Reply]
November 4th, 2009 - 00:11
takut kena ganyang kpk tuch polri, wakakakak
[Reply]
Fitri Reply:
November 4th, 2009 at 10:56
[Reply]
November 4th, 2009 - 10:56
akhir kata kuucapkan
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
I Love You so Much, everything CosmicBoy
You are man from Malaysia and I am from Indonesia
[Reply]