KangBoed mengembalikan jati diri bangsa | Iman | Cinta | Kasih Sayang | Persahabatan

7Sep/09503

Rintihan Bumi

RINTIHAN BUMI PERTIWI.. saya menemukan komeng yang bagus dan dalam maknanya.. makanya saya kopas komeng dari mas Pengembara Jiwa di sini.. yayaya.. di sini.. sebuah komeng yang memberikan pelajaran yang sangat besar bagi kita semuanya jika mau mengambil hikmah dan makna yang tersembunyi.. dan tentunya berkaitan dengan keadaan bumi pertiwi yang sedang merintih sendu.. yayaya.. kita baca.. Rintihan Bumi..

----- 88888 -----

Alkisah……….
bahwa Bumipun berbicara dan mengadukan sesuatu kepada Tuhan sang Pencipta dalam rintihannya.

Konon…………
Bumi mengatakan bahwa ia sangat senang apabila punggungnya menjadi pijakkan manusia manusia yang tahu diri, manusia manusia yang sadar diri, manusia yang kenal akan dirinya sendiri…. karena dengan begitu manusia tersebut adalah manusia manusia yang mengenal akan Tuhan. Dengan kehadiran mereka di atasku sungguh suatu kehormatan bagiku dan keberkahan bagiku. Sebagaimana Muhammad Rosulullah saw dan orang orang yang besertanya telah menjadikan diriku lebih mulia dari pada langit dengan disebabkan Beliau dan orang orang besertanya dekat sekali berpijak dan berdiam di atas punggungku.
Tetapi sekarang… semakin banyak manusia manusia yang tidak tahu diri, tidak sadar dan tidak mengenal akan dirinya sendiri sehingga menyebabkan mereka lebih cenderung untuk berbuat seenaknya dan melampaui batas. Sesungguhnya kerusakan di laut dan di darat karna ulah tangan Manusia, “kata Tuhan”.

Konon………
Bumi tidak ridho terhadap manusia manusia yang lalai yang tidak mengerti akan dirinya sendiri, semakin banyak mereka mereka itu berada di atas punggungku maka semakin banyak pula aku mengadu kepada Tuhan… dan Tuhan Maha Mengetahui apa yang akan di kehendakiNya kepada Manusia manusia yang sombong tidak tahu diri. Dan itu dikehendaki Tuhan karena Kasìh dan Sayangnya Tuhan kepada HambaNya, sebab tidak akan datang para utusan utusab Tuhan untuk menyeru kepada kebaikan dan mengajak untuk kembali kepada ke-TAUHID-an serta memberi peringatan kepada mereka mereka yang ingkar sebelum suatu kaum/suatu Negeri dalam kehancuran dan kerusakan.

Konon…… begitulah Rintihan Bumi di dalam kediamannya.

----- 88888 -----

Seberapa banyak manusia hidup dalam ketidak seimbangan dan ketidak selarasan.. seberapa kuat bumi pertiwi yang dengan sabar dan rendah hatinya menampung energi yang tidak selaras dari sekian banyak manusia.. sehingga berjalannya masa dan waktu bumi akan menumpahkan serta memuntahkan semua kekesalannya semua ketidak selarasan itu menjadi bencana beruntun.. yayaya.. dengarkanlah RINTIHAN BUMI PERTIWI wallahuallaaaam..

Bagi para sahabat dan saudaraku yang baik yang merasakan hal yang sama mari kita bebenah diri kita masing masing sebelum terlambat.. sama sama kita melangkah menghampiri DIA sambil berkarya dan mencipta.. meraih kedewasaan MENTAL SPIRITUAL.. berusaha mencapai FITRAH DIRI dalam JIWA JIWA TENANG.. JIWA JIWA MERDEKA.. sebagai JATI DIRI MANUSIA.. untuk MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA.. yang semakin TERPURUK dan menyedihkan.. mari kita mulai di SINI.. sedikit demi sedikit.. perlahan tapi pasti.. kita segera mulai.. yayaya.. mulai melangkah dari DIRI KITA MASING MASING..

RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

Mengembalikan Jati Diri Bangsa , Jati Diri Manusia , Kesadaran Diri Sejati , Fitrah DIRI Manusia , Memahami Perbedaan , Persahabatan Sejati , Indahnya Kebersamaan , Krisis Multi Dimensi di Indonesia , Gempa Tasikmalaya Waspadalah !!! , We Are Indonesia

Comments (503) Trackbacks (33)
  1. kang boedddddddddd, apakah bumi kita lagi marah yaaaaaaaaaaaa

    [Reply]

    KangBoed Reply:

    weeeekekekeekekk

    [Reply]

  2. salam bahagia sahabat. Ini baru mantap postingannya KangBoed. Orang mengenal dirinya berarti mengenal Tuhannya kalau mengenal Tuhannya berarti lanjut sendiri Kang…ini hadis Qudsi kan ? Salam cayaaaaaank…ha..ha…

    [Reply]

    KangBoed Reply:

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuuuuullllllllllllllllll

    [Reply]

  3. Kunjungan malam…

    Salam sayang……..
    Salam Suksesssssss!

    [Reply]

    KangBoed Reply:

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaank
    I Love U fuuuuuullllllllllllllllll

    [Reply]

  4. Waduh…bumi masih terus merintih :)

    [Reply]

    Yep Reply:

    Met malem Kangboed….
    Salam chayank dan kangen
    I Love U Fulllllllllllll

    [Reply]

    KangBoed Reply:

    Malam YEP.. iya neh……

    [Reply]

  5. luas pandangan lurus menatap padang yang subur
    tiada batasan hingga lelah mata menatap
    disekitar kicau burung terus alunkan semua pujian untuk alam
    terhanyut raga ini tak sadar dibawanya terbang
    coba buka mata kembali dalam alam sadar

    [Reply]

  6. penuh sesak manusia yang mencoba tawarkan hal termanis
    kini disekitar tak lagi diliputi nyanyian untuk alam
    hanya bualan mimipi yang tak mungkin pernah tercapai
    pernahkah kita sadari atau hanya coba peduli

    [Reply]

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    alam ini selalu menangis disela tawa kita
    tetap menangis saat kita terhanyut dalam sunyinya malam
    kulitnya kini tak lagi halus
    bisul besar nan tinggi berdiri tegak diatasnya

    [Reply]

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    wajahnya kini hitam karena buangan dari kendaraan kita
    tapi kita tak pernah mau melihat atau mendengar tangisnya
    memang tak mudah merubah semua itu
    tak mungkin memang
    tapi aku disini ingin mencoba

    [Reply]

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    memberi tahu mu tentang tangisan nya
    meski mungkin kau lebih tau dari aku
    tapi aku disini ingin coba menghibur dirinya
    rawatlah bumi ini untuk anak kita

  7. mungkinkah cucu kita masih bisa mendengar kicau burung
    seperti yang kita dengar sekarang?
    ku selalu berharap hal itu pasti bisa
    Ku Berharap Bumi Tempat Tinggal Ku
    Menjadi Tempat Tinggal Cucu dan Semua Keturunan Ku

    [Reply]

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    disebelah lautan lepas
    menaruh jutaan napas
    hutan, gunung, sawat, lautan beraneka kekayaan tersimpan
    terpendam
    diteluk seberang sana
    mengalirkan nyawa, harta, pangkat demi martabat
    mahal harganya
    namun kini terisak tangis
    terdengar jelas

    [Reply]

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Tuhan marahkah kau padaku
    Inikah akhir duniaku
    Kau hempaskan jarimu di ujung banda
    Tercenganglah seluruh dunia

    [Reply]

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Tuhan mungkin Kau abaikan
    Tak ku dengarkan peringatan
    Kusakiti engkau sampai perut bumi
    Maafkan kami ya robbi

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Engkau yang perkasa pemilik semesta
    Biarkanlah kami songsong matahari

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Engkau yang pengasih ampunilah dosa
    Memang semua ini kesalahan kami

    Seti@wan Dirgant@Ra Reply:

    Oh… Tuhan ampuni kami
    Ou..oh… Tuhan tolonglah kami
    Tuhan ampuni kami
    Tuhan tolonglah kami


Leave a comment