Rintihan Bumi
RINTIHAN BUMI PERTIWI.. saya menemukan komeng yang bagus dan dalam maknanya.. makanya saya kopas komeng dari mas Pengembara Jiwa di sini.. yayaya.. di sini.. sebuah komeng yang memberikan pelajaran yang sangat besar bagi kita semuanya jika mau mengambil hikmah dan makna yang tersembunyi.. dan tentunya berkaitan dengan keadaan bumi pertiwi yang sedang merintih sendu.. yayaya.. kita baca.. Rintihan Bumi..
----- 88888 -----
Alkisah……….
bahwa Bumipun berbicara dan mengadukan sesuatu kepada Tuhan sang Pencipta dalam rintihannya.
Konon…………
Bumi mengatakan bahwa ia sangat senang apabila punggungnya menjadi pijakkan manusia manusia yang tahu diri, manusia manusia yang sadar diri, manusia yang kenal akan dirinya sendiri…. karena dengan begitu manusia tersebut adalah manusia manusia yang mengenal akan Tuhan. Dengan kehadiran mereka di atasku sungguh suatu kehormatan bagiku dan keberkahan bagiku. Sebagaimana Muhammad Rosulullah saw dan orang orang yang besertanya telah menjadikan diriku lebih mulia dari pada langit dengan disebabkan Beliau dan orang orang besertanya dekat sekali berpijak dan berdiam di atas punggungku.
Tetapi sekarang… semakin banyak manusia manusia yang tidak tahu diri, tidak sadar dan tidak mengenal akan dirinya sendiri sehingga menyebabkan mereka lebih cenderung untuk berbuat seenaknya dan melampaui batas. Sesungguhnya kerusakan di laut dan di darat karna ulah tangan Manusia, “kata Tuhan”.
Konon………
Bumi tidak ridho terhadap manusia manusia yang lalai yang tidak mengerti akan dirinya sendiri, semakin banyak mereka mereka itu berada di atas punggungku maka semakin banyak pula aku mengadu kepada Tuhan… dan Tuhan Maha Mengetahui apa yang akan di kehendakiNya kepada Manusia manusia yang sombong tidak tahu diri. Dan itu dikehendaki Tuhan karena Kasìh dan Sayangnya Tuhan kepada HambaNya, sebab tidak akan datang para utusan utusab Tuhan untuk menyeru kepada kebaikan dan mengajak untuk kembali kepada ke-TAUHID-an serta memberi peringatan kepada mereka mereka yang ingkar sebelum suatu kaum/suatu Negeri dalam kehancuran dan kerusakan.
Konon…… begitulah Rintihan Bumi di dalam kediamannya.
----- 88888 -----
Seberapa banyak manusia hidup dalam ketidak seimbangan dan ketidak selarasan.. seberapa kuat bumi pertiwi yang dengan sabar dan rendah hatinya menampung energi yang tidak selaras dari sekian banyak manusia.. sehingga berjalannya masa dan waktu bumi akan menumpahkan serta memuntahkan semua kekesalannya semua ketidak selarasan itu menjadi bencana beruntun.. yayaya.. dengarkanlah RINTIHAN BUMI PERTIWI wallahuallaaaam..
Bagi para sahabat dan saudaraku yang baik yang merasakan hal yang sama mari kita bebenah diri kita masing masing sebelum terlambat.. sama sama kita melangkah menghampiri DIA sambil berkarya dan mencipta.. meraih kedewasaan MENTAL SPIRITUAL.. berusaha mencapai FITRAH DIRI dalam JIWA JIWA TENANG.. JIWA JIWA MERDEKA.. sebagai JATI DIRI MANUSIA.. untuk MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA.. yang semakin TERPURUK dan menyedihkan.. mari kita mulai di SINI.. sedikit demi sedikit.. perlahan tapi pasti.. kita segera mulai.. yayaya.. mulai melangkah dari DIRI KITA MASING MASING..
RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk
MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
Mengembalikan Jati Diri Bangsa , Jati Diri Manusia , Kesadaran Diri Sejati , Fitrah DIRI Manusia , Memahami Perbedaan , Persahabatan Sejati , Indahnya Kebersamaan , Krisis Multi Dimensi di Indonesia , Gempa Tasikmalaya Waspadalah !!! , We Are Indonesia






September 9th, 2009 - 22:33
kang boedddddddddd, apakah bumi kita lagi marah yaaaaaaaaaaaa
[Reply]
KangBoed Reply:
September 11th, 2009 at 05:06
weeeekekekeekekk
[Reply]
September 10th, 2009 - 18:57
salam bahagia sahabat. Ini baru mantap postingannya KangBoed. Orang mengenal dirinya berarti mengenal Tuhannya kalau mengenal Tuhannya berarti lanjut sendiri Kang…ini hadis Qudsi kan ? Salam cayaaaaaank…ha..ha…
[Reply]
KangBoed Reply:
September 11th, 2009 at 05:08
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuuuuullllllllllllllllll
[Reply]
September 10th, 2009 - 23:21
Kunjungan malam…
Salam sayang……..
Salam Suksesssssss!
[Reply]
KangBoed Reply:
September 11th, 2009 at 05:08
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaank
I Love U fuuuuuullllllllllllllllll
[Reply]
September 11th, 2009 - 21:07
Waduh…bumi masih terus merintih
[Reply]
Yep Reply:
September 11th, 2009 at 21:09
Met malem Kangboed….
Salam chayank dan kangen
I Love U Fulllllllllllll
[Reply]
KangBoed Reply:
October 25th, 2009 at 03:19
Malam YEP.. iya neh……
[Reply]
December 5th, 2009 - 07:53
bumi sudah tua …
[Reply]
December 8th, 2009 - 07:19
luas pandangan lurus menatap padang yang subur
tiada batasan hingga lelah mata menatap
disekitar kicau burung terus alunkan semua pujian untuk alam
terhanyut raga ini tak sadar dibawanya terbang
coba buka mata kembali dalam alam sadar
[Reply]
December 8th, 2009 - 07:19
penuh sesak manusia yang mencoba tawarkan hal termanis
kini disekitar tak lagi diliputi nyanyian untuk alam
hanya bualan mimipi yang tak mungkin pernah tercapai
pernahkah kita sadari atau hanya coba peduli
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 8th, 2009 at 07:20
alam ini selalu menangis disela tawa kita
tetap menangis saat kita terhanyut dalam sunyinya malam
kulitnya kini tak lagi halus
bisul besar nan tinggi berdiri tegak diatasnya
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 8th, 2009 at 07:20
wajahnya kini hitam karena buangan dari kendaraan kita
tapi kita tak pernah mau melihat atau mendengar tangisnya
memang tak mudah merubah semua itu
tak mungkin memang
tapi aku disini ingin mencoba
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 8th, 2009 at 07:21
memberi tahu mu tentang tangisan nya
meski mungkin kau lebih tau dari aku
tapi aku disini ingin coba menghibur dirinya
rawatlah bumi ini untuk anak kita
December 8th, 2009 - 07:21
mungkinkah cucu kita masih bisa mendengar kicau burung
seperti yang kita dengar sekarang?
ku selalu berharap hal itu pasti bisa
Ku Berharap Bumi Tempat Tinggal Ku
Menjadi Tempat Tinggal Cucu dan Semua Keturunan Ku
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 8th, 2009 at 07:21
disebelah lautan lepas
menaruh jutaan napas
hutan, gunung, sawat, lautan beraneka kekayaan tersimpan
terpendam
diteluk seberang sana
mengalirkan nyawa, harta, pangkat demi martabat
mahal harganya
namun kini terisak tangis
terdengar jelas
…
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 8th, 2009 at 07:24
Tuhan marahkah kau padaku
Inikah akhir duniaku
Kau hempaskan jarimu di ujung banda
Tercenganglah seluruh dunia
[Reply]
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 8th, 2009 at 07:24
Tuhan mungkin Kau abaikan
Tak ku dengarkan peringatan
Kusakiti engkau sampai perut bumi
Maafkan kami ya robbi
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 8th, 2009 at 07:24
Engkau yang perkasa pemilik semesta
Biarkanlah kami songsong matahari
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 8th, 2009 at 07:25
Engkau yang pengasih ampunilah dosa
Memang semua ini kesalahan kami
Seti@wan Dirgant@Ra Reply:
December 8th, 2009 at 07:25
Oh… Tuhan ampuni kami
Ou..oh… Tuhan tolonglah kami
Tuhan ampuni kami
Tuhan tolonglah kami